Menu Click to open Menus
Home » OPINI » Penerapan Alat Peraga Kartu Bilangan Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SD Inpres Oringbele Mata Pelajaran Matematika Tentang Mengurutkan Bilangan

Penerapan Alat Peraga Kartu Bilangan Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SD Inpres Oringbele Mata Pelajaran Matematika Tentang Mengurutkan Bilangan

(103 Views) April 27, 2019 4:18 pm | Published by | No comment

Oleh: Abubakar Tokan Bunga, S.Pd

 Pendahuluan

A. Latar Belakang

Belajar menurut Piaget, struktur kognitif yang dimiliki sesorang terjadi karena proses asimilasi dan akomodasi. Asimilasi adalah proses mendapatkan informasi dan pengalaman baru yang langsung menyatu dengan struktur mental yang sudah dimiliki seseorang. Adapun akomodasi adalah proses menstruktur kembali mental sebagai adanya informasi dan pengalaman baru. Jadi belajar tidak hanya menerima informasi dan pengalaman lama yang dimiliki anak didik untuk mengakomodasikan informasi dan pengalaman baru. Oleh karena itu yang perlu diperhatikan pada tahap operasi konkret adalah pembelajaran yang didasarkan pada benda-benda konkret, agar mempermudah anak didik dalam memahami konsep-konsep matematika.

Memahami konsep- konsep matematika untuk siswa Sekolah Dasar (SD) adalah penggunaan media konkret atau benda nyata. Kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan benda nyata atau kejadian yang dapat diterima akal mereka. Dengan demikian untuk membantu kelancaran belajar matematika masih diperlukan media alat peraga untuk memberikan pengalaman yang berarti dalam membentuk pemahaman siswa. Media alat peraga akan berfungsi dengan baik dapat memberikan pengalaman bermakna, mengaktifkan dan menyenangkan siswa.

Pengalaman peneliti mengajar matematika tentang mengurutkan bilangan bulat  di kelas IV SD Inpres Oringbele, hasil belajar yang diperoleh siswa kelas IV belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Jumlah siswa kelas IV SD Inpres Oringbele adalah 16 orang. Siswa yang tuntas dalam pembelajaran ada 5 orang dengan rincian, siswa yang memperoleh nilai 9 ada 1 orang siswa yang memperoleh nilai 8 ada 2 orang sedangkan siswa yang memperoleh nilai 7 ada 2 orang. Ketuntasan secara klasikal adalah 31,25%.

Ada beberapa masalah yang terjadi. Salah satu masalah yang ada adalah guru tidak menggunakan alat peraga dalam pembelajaran sehingga siswa merasa bosan dan jenuh dengan pembelajaran yang bersifat monoton. Guru cenderung menggunakan metode ceramah dalam pembelajaran sehingga siswa lebih senang bermain dengan temannya daripada mendengarkan penjelasan guru.

Melihat hasil yang diperoleh siswa, peneliti melakukan perbaikan pembelajaran dengan menggunakan alat peraga dalam pembelajaran matematika. Salah satu alat peraga yang digunakan adalah alat peraga kartu bilangan dalam materi mengurutkan bilangan bulat. Kartu bilangan digunakan untuk membantu siswa menemukan jawaban atas pertanyaan yang diberikan guru dan mengaktifkan siswa dalam pembelajaran sehingga tidak terkesan siswa bosan dan jenuh dalam pembelajaran.

Berdasarkan uraian diatas peneliti melakukan perbaikan pembelajaran dengan judul “Penerapan Alat Peraga Kartu Bilangan Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SD Inpres Oringbele Mata Pelajaran Matematika Tentang Mengurutkan Bilangan.”

B. Rumusan Masalah

Yang menjadi masalah dalam perbaikan pembelajaran ini adalah “Bagaimana Upaya Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SD Inpres Oringbele Tentang Mengurutkan Bilangan Dengan Menggunakan Alat Peraga Kartu Bilangan?”

C. Cara Pemecahan Masalah

Dalam pemecahan masalah perlu dilakukan beberapa tahap untuk mengetahui tingkat keberhasilan dari peneliti yang meliputi empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.

D. Tujuan Penelitian

Yang menjadi tujuan dalam pembelajaran adalah meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SD Inpres Oringbele tentang mengurutkan bilangan bulat.

E. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat perbaikan pembelajaran ini adalah :

1. Bagi Siswa

Memotivasi siswa dalam pembelajaran matematika di kelas IV SD mengurutkan bilangan bulat.

Meningkatkan aktifitas siswa dalam pembelajaran Matematika sehingga lebih memahami materi yang dipelajari.

2. Bagi Guru

Memberikan sumbangan pikiran dalam pembelajaran matematika di kelas IV SD.

Memperbaiki kemampuan pengelolaan pembelajaran demi meningkatkan hasil belajar siswa.

3. Bagi Sekolah

Mendorong perencanaan dan pengadaan alat peraga sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

Metodologi Penelitian

A. Jenis Penelitian

Jenis Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Sekolah (PTS). Penelitian ini melalui dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari empat tahapan. Tiap tahapan mencakup perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.

  1. Tempat Penelitian

Penelitian ini terjadi di SD Inpres Oringbele – Desa Oringbele – Kecamatan Witihama – Kabupaten Flores Timur – NTT

  1. Subyek Penelitian

Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Inpres Oringbele yang berjumlah 16 orang, yang terdiri dari 7 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan.

  1. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus tahun ajaran 2018/2019.

B. Instrumen Penelitian

  1. Tes

Adapun tes yang dilakukan oleh peneliti ada dua cara yaitu :

  • Pretes: diberikan pada siswa sebelum mendapat pelajaran dengan alat peraga kartu bilangan yang bervariasi dan dilakukan dengan melibatkan siswa secara langsung.
  • Postes: diberikan kepada siswa setelah mendapat pembelajaran dengan menggunakan alat peraga kartu bilangan dan dilakukan dengan melibatkan siswa secara langsung.
  1. Observasi

Pelaksanaan observasi di bagi dalam dua bagian yaitu observasi guru dan observasi siswa

C. Teknik Pengumpulan Data

Dengan melihat media pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini maka peneliti menggunakan metode pengumpulan data sebagai berikut :

  1. Metode Tes

Dalam penelitian tindakan ini terdapat dua tahap yaitu:

  • Tahap I. Pretes dan Tahap ke II Postes
  • Pretes : diguanakan untuk mengetahui hasil belajar siswa sebelum  menggunakan alat peraga kartu bilangan.
  • Postes : digunakan untuk mengetahui prestasi siswa sesudah

menggunakan alat peraga kartu bilangan.

  1. Metode Observasi

Metode observasi digunakan untuk memperoleh data  tentang aktivitas siswa dengan guru selama melakukan kegiatan penelitian tindakan, dengan menggunakan alat peraga kartu bilangan.

D. Prosedur Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan dalam empat tahapan yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.

  1. Deskripsi Siklus I

Tahapan siklus I meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi diuraikan sebagai berikut :

a. Perencanaan

Kegiatan yang dilaksanakan dalam perencanaan adalah :

  • Berkonsultasi dengan pembimbing untuk menentukan waktu pelaksanaan perbaikan pembelajaran siklus I.
  • Menyusun RPP sikus I
  • Menyiapkan lembaran evaluasi siswa
  • Menyiapkan lembaran observasi guru dan siswa
  • Menyiapkan LKS
  • Membagi siswa dalam empat kelompok

b. Pelaksanaan

Kegiatan pelaksanaan siklus I meliputi :

  • Guru menjelaskan materi pembelajaran
  • Guru membagi LKS kepada siswa
  • Siswa mengerjakan tugas dalam LKS
  • Guru mendampingi siswa dalam mengerjakan tugas sesuai dengan LKS yang dibagi.
  • Guru merangkum materi pembelajaran
  • Melaksanakan post test

c. Observasi

  • Guru peneliti melakukan pengamatan terhadap siswa.
  • Pembimbing II melakukan pengamatan kepada guru peneliti selama proses pembelajaran berlangsung dengan menggunakan format yang tersedia.
  • Guru peneliti menganalisis hasil evaluasi siswa.

d. Refleksi

Kegiatan refleksi meliputi :

  • Pembimbing dan guru peneliti berdiskusi membahas kekurangan dan melakukan perbaikan pembelajaran pada siklus II.
  • Guru merancang perbaikan pembelajaran untuk meyempurnakan tindakan pada siklus dua.
    1. Deskripsi Siklus II

Kegiatan siklus II meliputi empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.

a. Perencanaan

  • Berkonsultasi dengan pembimbing dan mengidentifikasi masalah yang terjadi pada siklus I
  • Menyusun skenario pembelajaran dengan memanfaatkan alat peraga kartu bilangan.
  • Pembagian anggota kelompok sesuai pemerataan kemampuan siswa
  • Menyiapkan lembaran observasi siswa
  • Menyiapkan LKS

b. Pelaksanaan

  • Guru menjelaskan materi pembelajaran
  • Guru memanfaatkan alat peraga kartu bilangan dalam menjelaskan materi pembelajaran
  • Guru membagi LKS
  • Guru membimbimbing siswa dalam menyelesaikan tugas dalam LKS
  • Guru bersama siswa membahas hasil kerja kelompok
  • Melaksanakan post test

c. Observasi

  • Guru peneliti melakukan pengamatan terhadap siswa.
  • Pembimbing melakukan pengamatan kepada guru peneliti selama proses pembelajaran berlangsung dengan menggunakan format yang tersedia.
  • Guru peneliti menganalisis hasil evaluasi siswa.
  • Guru membandingkan hasil siklus I dan siklus II

d. Refleksi

Guru peneliti membandingkan siklus I dan siklus II dan merumuskan hasil yang diperoleh siklus II dan menyimpulkan hasil yang diperoleh pada siklus I dan siklus II.

E. Teknik Analisa Data

Untuk mengetahui hasil dari rata-rata kelas dan ketuntasan nilai secara klasikal dapat diketahui  dengan rumus dibawah ini.

Nilai rata-rata kelas diperoleh dari :  Keterangan:

M = Rata – rata kelas

N   = Jumlah siswa

Nilai ketuntasan dapat diperoleh dari :

 

 

Keterangan :

P    = Prosentasi ketuntasan belajar

N   =  Jumlah siswa (Arikunto, 2002)

 

Pembahasan

Dalam pembelajaran siklus I jumlah siswa yang aktif dalam pembelajaran ada 10 orang dengan prosentase keaktifan sebesar 62,50%, siswa yang kurang aktif ada 5 orang dengan prosentase sebesar 31,25% dan siswa yang tidak aktif ada 1 orang dengan prosentase sebesar 6,25%. Sedangkan hasil observasi guru siklus I menunjukkan bahwa jumlah nilai yang diperoleh dalam observasi guru siklus I adalah 15,39, dengan rata-rata skor adalah 3,85. Dengan melihat hasil yang diperoleh guru maka guru dikatakan baik dalam melaksanakan pembelajaran siklus I. Jumlah nilai siswa siklus I adalah 1020, rata-rata kelas 65,75. Prosentase ketuntasan secara klasikal 31,25%.

Melihat hasil yang ada pada siklus I maka peneliti dan guru pengamat melakukan refleksi. Hasil yang diperoleh dari refleksi adalah guru belum menyediakan media pembelajaran sehingga siswa kurang mengerti tentang materi yang disampaikan dalam pembelajaran. Akibat dari pembelajaran yang tidak menggunakan alat peraga pembelajaran maka siswa kurang aktif dalam pembalajaran. Hasil yang diperoleh siswa dalam pembelajaran siklus I belum menunjukkan hasil yang memuaskan sehingga perlu diadakan perbaikan pembelajaran pada siklus II.

Pada pertemuan siklus II guru menjelaskan materi pembelajaran, siswa mendengarkan penjelasan guru, siswa dibagi dalam empat kelompok. Guru memberikan latihan soal dan menyelesaikan soal yang diberikan guru dengan menggunakan alat peraga kartu bilangan. Guru memberikan soal kepada siswa. Siswa menyelesaikan soal yang diberikan guru dengan menggunakan alat peraga kartu bilangan. Siswa melaporkan hasil pekerjaannya didepan kelas. Guru menilai pekerjaan siswa. Guru bersama siswa merangkum materi pembelajaran. Guru memberikan  tes siklus II. Hasil observasi siswa menunjukkan bahwa siswa yang kurang aktif ada 2 orang dengan prosentase 12,50%, sedangkan siswa yang aktif dalam pembelajaran ada 14 orang dengan prosentase 87,50%.  Dan hasil observasi guru menunjukkan bahwa jumlah nilai yang diperoleh dalam observasi guru siklus II adalah 15,90, dengan rata-rata skor adalah 3,97. Dengan melihat hasil yang diperoleh guru maka guru dikatakan baik dalam melaksanakan pembelajaran siklus II.

Pembelajaran siklus II diakhiri dengan pemberian post tes. Hasil post menunjukkan bahwa siswa yang tuntas dalam pembelajaran ada 14 orang dengan prosentase 87,75%. Sedangkan siswa yang tidak tuntas adalah 2 orang dengan prosentase 12,50%. Jumlah nilai siklus II 1260 dengan rata-rata kelas 78,75.

Berdasarkan hasil observasi siswa, observasi guru serta hasil evaluasi yang diperoleh pada siklus I dan siklus II  dikatakan bahwa penggunaan media garis bilangan dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SD Inpres Oringbele Kecamatan Witihama Kabupaten Flores Timur tahun ajaran 2018/2019.

Simpulan

Berdasarkan hasil yang diperoleh siswa siklus I dan siklus II menunjukkan bahwa terjadi peningktan yang signifikan maka disimpulkan bahwa penggunaan alat peraga kartu bilangan  dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SD Inpres Oringbele tentang mengurutkan bilangan bulat.

Saran

Berdasarkan hasil yang diperoleh siklus I dan siklus II maka peneliti menyampaikan beberapa saran bagi:

  1. Guru

Sebaiknya guru menggunakan alat peraga kartu bilangan dalam pembelajaran matematika tentang mengurutkan bilangan bulat.

  1. Siswa

Penggunaan alat peraga sangat membantu siswa dalam melibatkan siswa dalam proses pembelajaran.

  1. Sekolah

Merekomodasikan bahwa alat peraga kartu bilangan  sebagai media yang mampu mengoptimalkan pembelajaran di sekolah dasar pada mata pelajaran matematika tentang mengurutkan bilangan bulat.

 

No comment for Penerapan Alat Peraga Kartu Bilangan Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SD Inpres Oringbele Mata Pelajaran Matematika Tentang Mengurutkan Bilangan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.