Menu Click to open Menus
Home » OPINI » Pendidikan Memiskinkan Kami

Pendidikan Memiskinkan Kami

(596 Views) May 1, 2018 3:21 am | Published by | 3 Comments

Oleh: Yohanes Olak Langoday

Awalnya penulis ragu untuk memberikan judul artikel seperti ini, bahkan hati kecil pun menolaknya. Pendidikan  sebagaimana  kita ketahui sebagai  upaya memanusiakan manusia  secara sadar sudah seharusnya takkan pernah membawa kebodohan bahkan kemiskinan.

Okay well, coba kita  gali lebih jauh mengapa pendidikan itu penting. Banyak diantara kita sudah pasti mengetahui sebuah kalimat ‘Long life Education’, belajar seumur hidup. Lantas apakah kita akan miskin seumur hidup sesuai dengan judul artikel diatas? Tentu saja tidak. Pendidikan bagi banyak orang di Lembata menjadi penting karena berbagai alasan, ada yang ingin anaknya mempunyai pengetahuan yang mumpuni, ada yang menginginkan anaknya memiliki pendidikan yang lebih tinggi daripada orangtuanya demi mengangkat harkat dan martabat  keluarga, ada yang bahkan  percaya kalau anaknya berpendidikan tinggi akan mampu mengubah hidup mereka yang lebih baik dari sisi ekonomi. Pada dasarnya alasan-alasan inilah yang membuat orang tua kita mampu memperjuangkan segalanya, mampu merelakan banyak hal.

Okay Qwell, kembali ke judul artikel kita diatas apakah benar pendidikan memiskinkan kita? Disini penulis mencoba mengajak kita untuk berpikir jauh lebih kedalam seberapa mungkin pendidikan mampu memiskinkan kita. Ya, pendidikan mampu memiskinkan kita, mampu membuat orang tua kita memiskinkan diri.

Pendidikan mampu memiskinkan kita khususnya masyarakat Lembata maupun masyarakat NTT. Kenapa demikian? Ketika kita memilih untuk memiliki pendidikan yang lebih tinggi katakan saja Sarjana karena banyak yang menganggap demikian, tentu saja kita akan menempuhnya di luar daerah. Kita tidak memiliki Universitas di tanah kita Lembata, iya memang kita memiliki Universitas Terbuka dengan Sistim Pembelajaran Jarak Jauhnya, juga beberapa cabang Universitas lainnya yang ada di Lembata tetapi apakah mampu menjawab kebutuhan kita?  Tentu saja tidak.

Inilah yang menjadi alasan kenapa menimba ilmu menjadi sulit, kenapa pendidikan memiskinkan kita. Lihat saja seberapa banyak orangtua kita yang merantau ke Kalimantan, berapa banyak yang merantau ke Papua, berapa banyak yang merantau ke Kepulauan Riau, juga berapa banyak yang rela menjadi TKI di Malasyia.

Coba perhatikan ada begitu banyak orang tua yang rela tinggal di rumah yang sederhana asalkan anaknya kuliah. Nanti, nanti saja kuperbaiki rumahku jika anakku telah selesai kuliah. Nanti, nanti saja aku akan makan makanan lengkap dengan laukpauk kalau anakku telah Sarjana. Nanti, nanti saja akan kubeli Televisi jika anakku sudah memiliki gelar. Biar, biarlah kujual tanah warisan keluarga. Biar, biarlah kujual perhiasanku. Biar, biarlah kujual sarung warisan ibuku.

Sebenarnya kuliah tidak akan menjadi mahal jika kita memiliki Universitas yang baik di tanah kita Lembata. Yang menjadi mahal ketika kita menempuh Pendidikan di luar sana adalah biaya hidup dimana kita mengeluarkan uang yang lebih banyak daripada biaya kuliah. Biaya hidup yang mahal inilah yang membuat orang tua kita rela memiskinkan diri.

Jika kita memiliki Universitas sendiri di tanah kita dengan kualitas yang baik maka kita tidak perlu keluar sana untuk mencari ilmu, kita tidak perlu mengeluarkan biaya yang banyak untuk membiayai hidup kita. Kita cukup membayar biaya kuliah. Di samping itu kita bisa membantu orang tua kita di rumah. Kita tidak hanya mengandalkan kiriman orang tua untuk membiayai hidup.

Sebentar lagi kita akan memperingati Hari Pendidikan Nasional. Lantas? Apakah kita hanya akan berdiam diri? Apakah kita hanya akan melakukan upacara apel bendera untuk mengenangkan para pahlawan, khususnya mereka yang memperjuangkan Pendidikan? Apakah tidak ada hal lain yang mampu kita lakukan  selain daripada itu?

Cukup, cukup sudah kita berdiam diri. Cukup sudah kita hanya berpasrah kepada keadaan. Sekarang saatnya kita bangkit, saatnya kita buktikan Lembata Baru. Lembata yang tidak hanya mampu melaksanakan Event sebesar Hari Nusantara, Lembata yang tidak hanya bisa melaksanakan Festival 3 Gunung, Lembata yang tidak hanya bisa membangun Restorang Terapung Awulolong, tetapi lebih daripada itu Lembata yang mampu mewujudkan Pendidikan Tinggi bagi Masyarakatnya, Lembata yang mampu mendekatkan masyarakatnya dengan Lembaga Pendidikan, Lembata yang memiliki Lembaga Pendidikan Lengkap dari setiap Jenjang.(*)

Penulis adalah Lulusan Universitas Negeri Makasar, sekarang Tutor Bahasa Inggris di Pare, Kediri.

Topik: , ,
News:

3 Comments for Pendidikan Memiskinkan Kami

  • Chedanglambert says:

    Jika takut miskin jangan kirimkan anak untuk tempuh pendidikan tinggi?

  • Ahmad PS says:

    yang membuat pendidikan diluar mahal itu bukan biaya hidup tapi justru GAYA hidup… membuka PT di Lembata ok… tp akan mahal karena pengajarx pasti dari luar…

  • Rudy ael says:

    Sangat termotivasi sekali…
    Tulisan di atas ini..

    Rasanya bisa mengeluarkan AIR MATA..

    Yang lebih sakit lg kalau org tua sdh berkorban untuk segalanya demi anaknx kulia e…e… ternyata kulianya putus di tengah jln..

    Apa yg akan terjadi …?
    Mau pulang ke rmh malu’ semua sdh terjual’ ujung2nx tinggalkn kampung halaman pergi merantau’
    Sukses selalu yg pnx statemen tersebut di atas…

    Nb: harapan dr masarakat lembata agar pemerintah bisa usahakn mendirikan salah satu UNIVERSITAS DI LEMBATA INI.
    Thnkz all

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.