Menu Click to open Menus
Home » DESTINASI » Pemkab Lembata Gagas Wisata Konservasi di Empat Lokasi

Pemkab Lembata Gagas Wisata Konservasi di Empat Lokasi

(545 Views) October 2, 2017 2:20 pm | Published by | No comment

Pulau Siput ramai dikunjungi warga saat pasang surut.

LEWOLEBA, aksiterkini.com – Sebagai kabupaten satu pulau dengan luas daratan 126,684 ha, serta luas wilayah lautan 3.353,995 km2 dengan panjang garis pantainya mencapai 493 km dan tersebar di semua kecamatan, Kabupaten ini kerap dilanda bencana Abrasi. Namun, ditengah ancaman abrasi, pemkab setempat menggagas wisata konservasi.

Tidak tanggung-tanggung empat titik digagas pemerintah untuk direklamasi yakni, reklamasi pantai Desa Balauring, Pembenahan pulau siput Awololong, pembenahan Pantai Harnus, serta Bukit Mutiara.

Hal tersebut disampaikan Bupati Kabupaten Lembata, Eliazer Yentji Sunur dihadapan anggota DPRD, usai rapat Paripurna, Senin (2/10). Disebutkan, gagasan mereklamasi empat lokasi tersebut disamping untuk mengamankan kawasan pemukiman, sekaligus menata wajah daerah ini menjadi lebih menarik.

“Balauring terus dilanda abrasi. Sudah banyak perumahan warga rusak parah. Sebagian lainnya sudah mengungsi, sehingga perlu adanya reklamasi kawasan pantainya. Tetapi sekaligus ditata agar terlihat lebih menarik. Pengembangan kawasan ini bisa dilakukan pemkab, Investor atau pemerintah Pusat,” ujar Bupati Sunur, sambil memperlihatkan animasi pengembangan empat lokasi tersebut di hadapan sidang Paripurna DPRD Lembata.

Dalam animasi yang ditampilkan, Pantai Desa Balauring dirubah menjadi pusat ekonomi wisata, yang memiliki lapangan sepak bola, alun-alun Desa dan pusat kuliner. Sementara Patai Harnus yang bersebelahan dengan Pelabuhan Laut Lewoleba ini dilengkapi joging track, arena bersepeda, taman parkir, serta pusat kuliner.

Lain halnya Pulau Siput Awololong, dilengkapi jetty apung yang menyesuaikan pasang surut air laut, dan jembatan yang dibangun mengitari pulau yang muncul dan tenggelam mengikuti pasang surut air laut. Pulau inipun dilengkapi pusat kuliner apung.

Di pantai Mutiara, Desa Padapun, pemerintah setempat akan membangun pusat wisata mangrove di hutan bakau tersebut. Jembatan-jembatan dibangun memasuki dan mengitari hutan bakau.

Untuk membangun satu titik wisata konservasi, dibutuhkan anggaran Rp 20 Miliar.

Anggota DPRD Lembata, Bediona Philipus mengatakan, pihaknya mendukung langkah pemerintah mengonservasi keempat titik tersebut, namun harus diperhitungkan kearifan lokal, terutama masyarakat pesisir yang menggantungkan hidupnya dari lokasi-lokasi itu, tidak terusik, sebab pembangunan seyogiyanya memaslahatkan rakyat.(Hosea)

No comment for Pemkab Lembata Gagas Wisata Konservasi di Empat Lokasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.