Menu Click to open Menus
Home » HUKRIM » Pemda Lembata Kalah Lagi, Hakim Menangkan Gugatan PT Sinar Lembata

Pemda Lembata Kalah Lagi, Hakim Menangkan Gugatan PT Sinar Lembata

(1107 Views) October 5, 2017 11:28 pm | Published by | No comment

LEWOLEBA, aksiterkini.com – Setelah tiga kali kalah beruntun dalam perkara tata usaha negara (TUN), Pemerintah Daerah (Pemda) Lembata masih belum mampu menghadapi gugatan PT Sinar Lembata. Kali ini, Pemkab Lembata kalah lagi dalam gugatan perdata dan dihukum membayar ganti kerugian Imateril sebesar Rp 300.000.000.-(tiga ratus juta rupiah). Pun, pejabat Pemkab bakal menghadapi laporan pidana terkait perbuatan melawan hukum.

Kamis (5/10/2017), majelis hakim Pengadilan Negeri Lewoleba menggelar sidang pembacaan putusan perkara No. 01/Pdt.G/2017/PN.LBT terkait gugatan PT Sinar Lembata melawan Pemda Lembata. Sidang dipimpin ketua majelis hakim Yogi Dulhadi, SH didampingi dua hakim anggota, Afhan Rizal Albono, SH dan Artha Arya Putranto, SH., M.Hum. Dokumen putusan yang cukup tebal dibacakan hakim ketua dan anggota secara bergantian.

Penggugat PT Sinar Lembata diwakili oleh Kuasa Hukumnya, Juprians Lamablawa, SH.,MH dan Emanuel Belida Wahon, SH dari LAW FIRM AKHMAD BUMI & REKAN. Sedangkan, tergugat diwakili oleh Bagian Hukum Setda Kabupaten Lembata. Pengunjung sidang rata-rata Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkab Lembata.

Sidang berjalan hikmat. Pengunjung sidang tampak serius mendengar pembacaan putusan dari setiap paragraf yang dibacakan majelis hakim secara bergantian. Mereka sama sekali tak menduga kalau Pemda Lembata akan “tersungkur” lagi di hadapan meja hijau.

Sebelumya, Pemda Lembata telah kalah di Pengadilan TUN Kupang, kalah di Pengadilan Tinggi TUN Surabaya, kalah di Kasasi Mahkamah Agung.

Kali ini Pemda Lembata kalah lagi di Pengadilan Negeri Lembata atas gugatan PMH yang dilayangkan PT Sinar Lembata. Gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) oleh PT Sinar Lembata melawan Pemda Kabupaten Lembata ini cukup menyita perhatian kalangan kontraktor dan ASN Lembata.

Kuasa hukum PT Sinar Lembata, Emanuel Belida Wahon dan Juprians Lamabelawa

Ternyata, Majelis Hakim dalam amar putusannya menyatakan menolak Eksepsi Tergugat Pemda Lembata untuk seluruhnya, dan mengabulkan sebagian gugatan pemohon PT Sinar Lembata.

Tergugat Pemerintah Kabupaten Lembata dinyatakan majelis hakim telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan Perbuatan Melawan Hukum. Sehingga majelis hakim menghukum tergugat untuk membayar ganti kerugian Imateril sebesar Rp 300.000.000.-(tiga ratus juta rupiah). Juga, memerintahkan tergugat untuk tunduk, taat dan melaksanakan putusan ini.

Majelis hakim juga menghukum tergugat untuk membayar segala biaya yang timbul dalam perkara ini.

Dalam sidang pembacaan putusan tanpak hadir, Inspektorat Kabupaten Lembata Fransiskus Emi Langoday, SE, Kabag Hukum Setda Kabupaten Lembata, Silvester Samun, SH dan para staf di lingkup Setda Lembata.

Direktur PT Sinar Lembata saat dihubungi secara terpisah melalui ponsel seluler Kamis (5/10) siang, dalam perjalanan dari Surabaya ke Kediri, mengatakan putusan itu sebagai pembelajaran kepada Pemda Lembata agar taat hukum, dan tidak sewenang-wenang. “Putusan itu masih berlanjut, PT Sinar Lembata akan proses pidana lagi, soal banding atas putusan tersebut saya masih pikir-pikir, saya serahkan kepada kuasa hukum untuk mengambil sikap,” tandasnya.

Sementara Juprians Lamabkawa, SH, MH selaku kuasa hukum PT Sinar Lembata saat dihubungi mengatakan masih pikir-pikir apa banding atau tidak. Koleganya, Emanuel Belida Wahon, SH mengamininya.

Ya, “Kita lihat saja. Tindakan hukum lain masih berjalan. Kami akan pidanakan, karena unsur melawan hukum sudah terbukti di pengadilan, juga ada temuan BPK RI yang menemukan adanya kerugian negara yang cukup besar dalam proyek ini. Kami akan tuntaskan masalah ini sebaik mungkin, agar kedepan orang jangan main-main dengan hukum,” tandas Wahon.(fre)

No comment for Pemda Lembata Kalah Lagi, Hakim Menangkan Gugatan PT Sinar Lembata

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *