Menu Click to open Menus
Home » PENDIDIKAN » Pelatihan KPAPD Dan Tenaga Kesehatan; 14 Ribu Anak Belum Punya Akta Lahir

Pelatihan KPAPD Dan Tenaga Kesehatan; 14 Ribu Anak Belum Punya Akta Lahir

(85 Views) January 24, 2019 1:28 am | Published by | No comment

Wakil Bupati Lembata bersama ketua Yayasan Stella Vitae, Veronika D.G (kanan) dan Ketua Plen Internaisional yang diwakili OICFSM PIA Lembata Yoris Dori (kiri), Kamis (17/1/2019). (Foto: Yan/Kominfo)

LEWOLEBA, aksiterkini.com – Wakil Bupati Kabupaten Lembata  DR. Thomas Ola, Kamis (17/1/2019) membuka kegiatan Pelatihan Kelompok Pemerhati Anak dan Perempuan Desa (KPAPD) tingkat kabupaten tahun 2019 di Aula Hotel Olimpic Lewoleba. Agenda kegiatan ini merupakan bagian dari program kegiatan Yayasan Stella Vitae dan Plan Internasional Cabang Lembata bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Lembata.

Kegiatan yang dihadiri oleh ketua Yayasan Stella Vitae, Veronika Deran Geroda dan ketua Plan Internasional Cabang Lembata yang diwakili oleh OIC FSM PIA Lembata, Yoris Dori, serta peserta kegiatan yang meliputi tenaga kesehatan di desa dan pengurus admistrasi kependudukan di desa.

Dalam sambutannya, ketua Yayasan Stella Vitae Veronika menegaskan bahwa yayasannya membangun kemitraan bersama Plan Internaisonal area Lembata mempunyai tujuan yang sama dengan pemerintah. Untuk itu Yayasan Stella Vitae melakukan kegiatan pelatihan ini agar pengurus Kelompok Pemerhati Anak dan Perempuan  Desa (KPAPD) dan tenaga kesehatan memiliki pengetahuan dan pemahaman yang sama terkait proses pencatatan kelahiran anak.

Peran KPAPD sebagai petugas registrasi desa untuk membantu masyarakat dan pemerintah desa dalam pemenuhan hak-hak anak yang salah satunya adalah kepemilikan akta kelahiran, mulai dari usia 0 bulan hinggga usia 18 tahun. Terlepas dari itu, jelas Veronika, sudah ada empat desa di Lembata ini yang kepemilikan akta kelahiran mencapai 100%, yakni Desa Riangbao dan Desa Petuntawa di Kecamatan Ile Ape, Desa Lamagute di Kecamatan Ile Ape Timur dan Desa Tubungwalang di Kecamatan Buyasuri.

Sementara itu, ketua Plan Internasional Cabang Lembata yang diwakili oleh OIC-FSM-PIA Lembata Yoris Dori mengatakan, tercatat ada 14.000 anak di Kabupaten Lembata belum memiliki akte kelahiran berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. “Sehingga lembaga kami mempunyai komitmen yang pasti untuk anak-anak dan orang muda di Kabupaten Lembata. Salah satu komitmen plan yang terus digaungkan hari ke hari adalah plan mampu bekerjasama masyarakat untuk memastikan semua anak sponsor plan sehat, berpendidikan dan mapan dalam mengambil keputusan. Kepemilikan dokumen-dokumen pribadi merupakan salah satu program plan,maka dari itu plan selalu mendorong agar semua masyarakat sadar akan pentingnya memilki dokumen-dokumen terkait identitas diri,” tegasnya. 

Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola mengatakan, dirinya  sangat menyambut baik kegiatan ini karena sangat penting dan diperlukan untuk membekali dan meningkatkan pengetahuan serta kemampuan para peserta dalam melaksanakan tugasnya. Hal ini didasari oleh belum tercapainya tertib administrasi yang diharapkan bersama.

Para Peserta Kegiatan Pelatihan Pencatatan Akta Kelahiran untuk KPAPD dan Tenaga Kesehatan tingkat Kabupaten Lembata. (Foto: Yan/Kominfo)

“Tidak hanya itu, akan tetapi masyarkat juga belum paham tentang arti dan pentingnya dokumen kependudukan. Pencapaian ke arah ini bukanlah hal yang mudah, disebabkan karena tingkat kesadaran masyarakat memilki dokumen kependudukan sangat minim. Ini tugas yang berat bagi kedua lembaga yayasan yang menggelut dan menangani permasalahan ini. Terlepas dari itu, tentu dukungan dari pemerintah  juga menjadi faktor utama,” tandas Wabup Thomas Ola.

Wabup menambahkan, kegiatan ini tidak hanya untuk penertiban penduduk secara administrasi, tetapi didalamnya juga mewujudkan kondisi kehidupan masyarakat yang lebih baik. Apabila data kependudukan masyarakat valid tentu akan sangat berpengaruh dan membatu pemerintah daerah dalam merumuskan suatu program pembangunan menuju kesejahteraan masyarakat. Data tentang kependudukan, baik dari jumlah penduduk, jenis kelamin serta golongan usia penduduk menjadi salah satu acuan pemerintah dalam merumuskan program apa yang tepat untuk masyarakat, sesuai dengan visi dan misi daerah ini.

Wabup juga berpesan kepada Yayasan Stella Vitae dan Plan Internasional jangan pernah meninggalkan kabupaten ini sebelum semua masyarakat di Kabupaten Lembata mempunyai akta kelahiran.(Yan /Tim Kominfo)

No comment for Pelatihan KPAPD Dan Tenaga Kesehatan; 14 Ribu Anak Belum Punya Akta Lahir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.