Menu Click to open Menus
Home » BUDAYA » Pastor Paroki Wangatoa Imbau Tak Bawa Tas Ke Gereja, PELITA Bikin Aksi Seribu Lilin

Pastor Paroki Wangatoa Imbau Tak Bawa Tas Ke Gereja, PELITA Bikin Aksi Seribu Lilin

(281 Views) May 20, 2018 5:11 am | Published by | No comment

Gedung Gereja Kristus Raja Wangatoa. (Foto: Chalem Leba Mudapue)

LEWOLEBA, aksiterkini.com – Pastor Paroki Kristus Raja Wangatoa, RD Wenceslaus Herin mengimbau umatnya agar tidak membawa tas ke gereja. Ini merupakan cara untuk menangkal penyusupan para pelaku teror, dan menciptakan suasana kondusif di lingkungan gereja.

Hal itu disampaikan Romo Wens sebelum menutup perayaan ekaristi di gereja Kristus Raja Wangatoa, Minggu (20/5/2018). Dia terus mengingatkan umat parokinya agar senantiasa waspada terhadap orang-orang baru yang masuk ke wilayah paroki.

“Kalau ada orang baru, sebaiknya dilaporkan ke pihak berwajib atau ke RT,” pintanya, seraya berharap agar umat yang masuk ke lingkungan gereja tidak membawa tas.

Romo Wens meminta umatnya agar tidak terpancing dengan informasi yang berseliweran di media sosial. “Jangan ikut-ikutan menyebar informasi di media sosial sebelum dichek kebenarannya. Dan, jangan juga terlalu panik kalau dapat informasi soal teror kalau belum tahu kebenarannya,” pintanya.

Dia meminta umatnya untuk tetap waspada dengan tetap menjaga situasi yang kondusif. “Kita semua prihatin dengan situasi yang ada, tapi jangan sampai berlebihan,” ucap Romo Wens.

Sementara, Sabtu (19/5/2018) malam, anak muda Lembata yang tergabung dalam Forum Pemuda Lingkar Lembata (PELITA) berdoa bersama bagi para korban bom Surabaya dan Jakarta. Mereka menggelar aksi bakar 1000 lilin dan doa bersama untuk Indonesia di taman Swaolsa Titen, Kota Lewoleba.

Para biarawan dan biarawati, Orang Muda Katolik (OMK) serta sebagian masyarakat umum pun tampak larut dalam suasana yang penuh khidmat.

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk keprihatinan masyarakat terhadap semua rentetan kejadian di Indonesia terkait aksi kejahatan kemanusiaan yang dilakukan para teroris. Dari aksi ini seluruh kalangan masyarkat turut serta hadir menyalakan 1000 lilin dan menyanyikan lagu-lagu perjuangan Indonesia.

Mengawali kegiatan ini, beberapa perwakilan pemuda membacakan puisi dan renungan diiringi lagu Gugur Bunga. Sembari memegang lilin, masing-masing mereka berdiri melingkari susunan lilin yang membentuk kalimat “pray for Indonesia”.

Foto lima anggota kepolisian yang gugur saat aksi terorisme di Mako Brimob Kelapa Dua dan Mapolda Riau terpampang di banner yang dipajang di lokasi aksi.

Aksi 1000 lilin yang digelar PELITA di Taman Swaolsa Tite, Lewoleba, Sabtu (19/5/2018) malam. (Foto: bentara.com)

Dalam aksi ini, Koordinator Pelita, Agustinus Budi Utomo Roma menyatakan pihaknya turut berduka cita atas nyawa para korban dari aksi kejahatan kemanusiaan dari para teroris di Surabaya, maupun di Jakarta.

“Dengan tegas kami menolak kehadiran teroris di seluruh wilayah Indonesia maupun Lembata. Pengambil kebijakan di pusat segera mengambil langkah tegas serta tuntaskan kejahatan teroris yang ada di mana-mana,” jelas Roma.

Menurut Agustinus Roma negara harus menjamin keamanan dan kedamaian bagi umat beraga untuk beribadah terutama kaum minoritas yang sering kali menjadi sasaran dari aksi kejahatan kemanusiaan para teroris. “Apalagi semua tindakan intimidasi ketidak-adilan maupun kekerasan terhadap umat manusia di Surabaya maupun seluruh wilayah Indonesia,” ucap Roma.

Agustinus Roma juga mengatakan, pihaknya menolak dengan tegas semua pengajaran kebencian, kekerasan dan perpecahan dalam masyarakat di tanah Lembata maupun seluruh Indonesia.

Menurut koordinator aksi, Parlan Lamak, mereka sepenuhnya mendukung hadirnya pemerintah yang kuat berani dan tegas untuk menegakkan hukum untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dari berbagai ancaman luar maupun dalam negeri terutama, ancaman teroris.

Parlan juga menambahkan, seluruh masyarakat umat beragama di tanah Lembata agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan sebagai umat bangsa. “Juga menjaga diri dari berbagai hasutan intimidasi sesat yang bertujuan menghancurkan sendi kehidupan berbangsa dan beragama,” pungkasnya.

Dihubungi terpisah, Kabid Humas Polres Lembata, Brigpol Tommy Bartels menghimbau masyarakat Kabupaten Lembata menjaga situasi agar tetap kondusif.

“Masyarakat tidak usah terpancing atau memposting foto-foto korban terkait aksi teror. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan jangan memposting sesuatu yang dapat memancing isu-isu lain,” kata Tommy, seperti dikutip bentara.com.(fre)

No comment for Pastor Paroki Wangatoa Imbau Tak Bawa Tas Ke Gereja, PELITA Bikin Aksi Seribu Lilin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.