Menu Click to open Menus
Home » POLKAM » Ijazah Sarjana Teknik Eliaser Yentji Sunur Palsu

Ijazah Sarjana Teknik Eliaser Yentji Sunur Palsu

(1469 Views) April 26, 2016 2:51 pm | Published by | 1 Comment
DSC_2320

Larensius K. Koli, Sekretaris Pansus membacakan laporan Pansus dugaan Ijazah Palsu Yentji Sunur dalam Sidang Paripurna DPRD Lembata

LEWOLEBA, aksiterkini.com—Ijazah Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur  illegal atau palsu atau tidak diakui negara. Demikian hasil investigasi dan konfirmasi Pansus DPRD Kabupaten Lembata pada Kementrian Riset dan Pendidikan Tinggi. Hasil investigasi tersebut disampaikan dalam sidang paripurna laporan Pansus Penyelidikan Ijazah S1, Eliaser Yentji Sunur, ST dalam jabatan sebagai Bupati Lembata, yang berlangsung Selasa (26/4)  di gedung Peten Ina.

Dalam laporannya yang dibacakan juru bicara Pansus, Lorensius K. Koli, S.Fil, Pansus menyerahkan surat permohonan klarifikasi pada pihak Kemenristek Dikti Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan sekaligus rapat koordinasi bersama Kasubdin Pengakuan Kualifikasi yang menangani ijazah palsu. “Yang diperoleh adalah nama Eliaser Yentji Sunur tidak ditemukan dalam Pangkalan Data Dikti (PD Dikti) untuk jenjang strata 1 (S1). Nama Eliaser Yentji Sunur termuat dalam PD Dikti tetapi untuk jenjang pendidikan strata S2 dengan status mengundurkan diri.”

Dan, lanjut Lorens Koli membacakan laporan Pansus, “Berdasarkan Surat Dikti No: 142/B2/LL/2016 tanggal 19 Pebruari 2016 perihal verifikasi ijasah atas nama  Eliaser Yentji Sunur dan juga rekaman saat audiensi, pihak Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristek Dikti menyampaikan bahwa ijasah mahasiswa yang namanya tidak terdaftar dalam Pangkalan Data Dikti adalah illegal atau palsu atau tidak diakui Negara.”

Pansus juga membeberkan, berdasarkan pertemuan dengan pihak Kopertis Wilayah III Jakarta menerangkan bahwa Kopertis melakukan klarifikasi ijazah atas nama Eliaser Yentji Sunur pada Universitas Krisnadwipayana dengan mengecek pada pangkalan data Perguruan TingginKopertis Wilayah III, tidak ditemukan data atas nama Eliaser Yentji Sunur dalam data base Kopertis Wilayah III Jakarta. Berdasarkan dokumen yang diterima dari Universitas Krisnadwipayana, Kopertis wilayah III menemukan beberapa kejanggalan dalam proses belajar yakni: Yentji Sunur memiliki Nomor Induk Registrasi Mahasiswa (NIRM) yang menunjukan dirinya sebagai mahasiswa  regular (baru), bukan mahasiswa pindahan. Sementara berdasarkan dokumen dari Universitas Krisnadwipayana, Yentji Sunur merupakan mahasiswa pindahan dari Universitas Katolik Widya Mandira Kupang.

Kejanggalan lainnya adalah jika Eliaser Yentji Sunur adalah mahasiswa pindahan maka seharusnya ada dokumen surat pindah atau rekomendasi dari Universitas Katolik Widya Mandira Kupang. Karena tidak ditemukan surat pindah di Universitas Krisnadwipayana maupun di Kopertis Wilayah III Jakarta, maka transkrip nilai yang dikeluarkan Unika Kupang sebanyak 155 SKS tidak dapat disetarakan pada Universitas Krisnadwipayana.

Pansus juga menemukan kejanggalan pada dokumen Rekapitulasi Daftar nilai semester ganjil TA 1995/1996, pada lima (5) mata kuliah dengan 10 SKS dan angka kualitas 26 justru ditandatangani tangal 20 November 2003. Seharusnya rekapitulasi daftar nilai tersebut ditandatangani pada tahun akademik tersebut yakni 1995/1996.

“Eliaser Yentji Sunur tidak menyelesaikan studi di semester berikutnya karena ditemukan bukti denda tidak aktif berupa tanda setoran denda untuk 4 semester, mulai semester genap 1995/1996 sampai dengan semester ganjil 1998/1999.”

Terdapat dokumen lain yaitu lembar penyetaraan mata kuliah untuk mahasiswa aktif kembali mulain TA 2003/2004. Dokumen ini menguatkan bahwa Yentji Sunur tidak aktif kuliah sejak semester genap 1995/1996 sampai dengan semester genap 2002/2003. Lembaran penyetaraan tersebut juga menyatakan secara akademik, telah diakui 126 SKS sehingga harus menyelesaikan 17 SKS dari jumlah 144 SKS untuk kebulatan studi. Mestinya sisa SKS adalah 18 SKS.

Pansus juga mengungkapkan, mata kuliah yang belum lulus yaitu Utilitas dan Pemeliharaan Bangunan serta skripsi tidak ditemukan laporan hasil studinya. Dokumen skripsi final setelah diuji (edisi lux) juga tidak ditemukan di Universitas Krisnadwipayana. Dokumen skripsi yang diserahkan Universitas Krisnadwipayana kepada pihak Kopertis memperlihatkan beberapa fakta, yakni: belum ditanda tangani oleh ketua jurusan sipil dan masih ada beberapa koreksi didalamnya. Tampak dokumen tersebut masih merupakan draft karena belum selesai dan belum diperbaiki sehingga belum ditandatangi oleh Ketua Jurusan. Juga, tidak terdapat lembaran Berita Acara Ujian Skripsi.

Dokumen transkrip akademik, menurut investigasi Pansus, ditandatangani tanggal 14 Pebruari 2005, sedangkan ijazah ditandatangani tanggl 21 Pebruari 2005. Jika dilihat dari dokumen Surat Keputusan Rektor Universitas Krisnadwipayana No.25/SK/REK/UK/AK/III/2005 tentang pernyataan lulus dalam satu kebulatan studi program sarjana strata satu (S1) ditetapkan tanggal 15 Maret 2005.

“Dalam hal ini ijazah dikeluarkan sebelum ada keputusan Rektor tentang kelulusan dan ketuntasan studi Eliaser Yentji Sunur. Seharusnya terbitnya ijazah dan transkrip nilai dikeluarkan setelah SK Rektor atau SK Yudisium atau sekurang-kurangnya pada waktu bersamaan,” tegas Pansus dalam laporannya.

SK Dekan Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana No. 408/SK/DEK/FAKULTAS TEKNIK/I/2003 tentang penugasan dosen pembimbing skripsi Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana ditetapkan tanggal 17 Januari 2003, sedangkan pada lampiran SK Dekan tersebut dengan nomor yang sama tapi tahun 2004. Sementara surat permohonan tugas akhir (skripsi) yang diajukan Yentji Sunur diajukan tanggal 18 September 2003.

“Ini menjadi pertanyaan apakah SK dari Dekan tentang penugasan dosen pembimbing skripsi dikeluarkan terlebih dahulu sebelum ada surat permohonan dari mahasiswa?”

Pihak kampus dalam klarifikasi kepada Kopertis Wilayah III Jakarta mengatakan terjadi kesalahan pengetikan tanggal dan tahun. Namun pihak Kopertis tetap menyatakan kejanggalan ini sebuah fakta yang perlu ditelusuri. (ona)

Topik:
News:

1 Comment for Ijazah Sarjana Teknik Eliaser Yentji Sunur Palsu

  • Berdasarkan data temuan dugaan ijazah palsu milik Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur seperti ditemui pansus, sebaiknya di proses melalui laboratorium kriminil (Labkrim) dan kalau terbukti maka kalau boleh saran, laporkan saja kepada pihak Kepolisian setempat untuk diproses sesuai hukum yang berlaku di NKRI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *