Menu Click to open Menus
Home » POLKAM » Paket Halus Diduga Peroleh KTP dengan Cara yang Tidak Benar

Paket Halus Diduga Peroleh KTP dengan Cara yang Tidak Benar

(995 Views) October 19, 2016 3:33 pm | Published by | No comment

Suasana Rapat Pleno Hasil Verifikasi Faktual Calon Perseoranagan di PPK Nubatukan

LEWOLEBA, aksiterkini.com – Pleno hasil verifikasi calon perseorangan dalam Pilkada Lembata tahun 2017 tingkat Kecamatan Nubatukan di sekretariat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Nubatukan, Rabu (19/10) diwarnai keluhan Panitia Pemungutan Suara (PPS). PPS menduga paket Halus memperoleh Kartu Tanda Penduduk (KTP) pendukung dengan cara yang tidak benar. Akibatnya, saat verfikasi, banyak warga yang mengklaim. Bahkan, ada pemilik KTP yang mencerca petugas PPS.

Ketua PPS Lewoleba Selatan, Yoseph Lajar setelah menyampaikan hasil verfikasi faktual di kelurahannya, mengaku kecewa terhadap pasangan calon (paslon) Tarsisia Hani Chandra dan Linus Beseng dengan tagline HALUS. Pasalnya, akibat KTP yang diperoleh dengan cara yang tidak benar, petugas PPS yang bertugas memverfikasi kebenaran data dukung dicerca warga. Padahal, kata dia, PPS tidak tahu menahu tentang bagaimana KTP warga itu diperoleh.

“Tugas kami hanya memverfikasi dukungan kepada warga pendukung pemilik KTP. Tetapi saat kami melakukan penelitian faktual, kami dicerca warga pemilk KTP. Kami perlu pertanyakan ini kepada Panwasli, apakah masalah ini menjadi temuan dan dianggap sebuah pelanggaran atau bagaimana,” ungkap Yosep.

Terkait kekecewaan PPS, Ketua Panwasli Kecamatan Nubatukan, Martin Kaiali di kesempatan yang sama membenarkan jika hal yang disampaikan ketua PPS Lewoleba Selatan menjadi temuan dan bisa dianggap sebagai pelanggaran. Martin menduga bila KTP itu diambil dari pihak tertentu dan bukan diserahkan warga sebagai bentuk dukungan mereka terhadap Paket Halus.

Dia menambahkan, warga yang merasa tidak pernah menyerahkan KTP kepada paket Halus membuat pengaduan ke sekretatiat Panwasli Nubatukan. Selain itu, kasus yang sama pun ditemukan Petugas Pengawas Lapangan (PPL) dari beberapa desa dalam wilayah Kecamatan Nubatukan.

“Jadi terkait cara mendapatkan KTP ini kami dapat pengaduan langsung dari warga, juga menjadi temuan PPL kami. Laporan yang kami terima itu datang dari beberapa desa dalam wilayah kecamatan Nubatukan. Kami temukan di lembaran fotocopy KTP tertulis 900 daya, dan itu ada banyak sekali. Kita sudah mencatat itu sebagai sebuah pelanggaran dan telah kami rekomendasikan ke Panwasli Kabupaten,” jelas Martin.

Terkait keluhan PPS dan temuan Panwasli, utusan Tim Penghubung Paket Halus Ramli Langoday yang hadir untuk menyaksikan jalannya rapat pleno verifikasi faktual di sekretariat PPK Kecamatan Nubatukan, engan berkomentar.

Sementara itu, Ketua PPK Nubatukan, Elias Kaluli Making saat memimpin rapat, terkait temuan Panwasli yang disampaikan dalam rapat pleno, menjelaskan, tugas PPS hanya melakukan penelitian faktual kepada warga yang KTP-nya dilampirkan sebagai pendukung Paket Halus. “Temuan itu menjadi gawenya Panwasli,” ujarnya.

Kendati diwarnai keluhan, namun rapat pleno yang dihadiri 18 PPS se Kecamatan Nubatukan, Panwasli dan Tim Penghubung Paket Halus berjalan lancar. Dari total dukungan sebesar 1.483 setelah diverifikasi ditetapkan jumlah dukungan yang memenuhi syarat sebesar 868 dan tidak memenuhi syarat sebanyak 615.

Dari Atadei dilaporkan, pleno PPK Atadei menyatakan hanya 221 dukungan yang memenuhi syarat. Lebih dari 600 KTP lainnya tidak memenuhi syarat. (at05)

 

Topik:
News:

No comment for Paket Halus Diduga Peroleh KTP dengan Cara yang Tidak Benar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.