Menu Click to open Menus
Home » HUKRIM » Ocy Raring Divonis 10 Bulan Penjara; Bumi: Putusan Hakim Jauh Dari Fakta Persidangan

Ocy Raring Divonis 10 Bulan Penjara; Bumi: Putusan Hakim Jauh Dari Fakta Persidangan

(1133 Views) August 17, 2016 4:01 pm | Published by | No comment

Akhmad Bumi, SH

LEWOLEBA, aksiterkini.com – Vonis majelis hakim atas kasus dugaan ijazah palsu Markus Corsini Raring alias Ocy Raring adalah tidak adil dan jauh dari fakta pesrsidangan. Hal ini disampaikan oleh kuasa Hukum Markus Corsini Raring, Akhmad Bumi, SH.

“Putusan majelis hakim tidak  adil, jauh dari fakta persidangan dan jauh dari hukum. Ocy Raring, waktu ke sekolah untuk mengambil ijazahnya, bukan menyuruh pihak sekolah untuk membuat ijazah. Karena Ocy Raring adalah alumnus di SMK Yapenrais Maumere, tamat tahun 1998.  Ini fakta sidang yang diperoleh dari keterangan saksi Ibu Yohana Grasiana Yeane Wolo, saksi Muhamad Arifin dari Dinas PPO Kabupaten Sikka dan keterangan terdakwa sendiri, Ocy Raring,” jelas Mat Bumi, ketika dihubungi aksiterkini.com, Selasa  (16/8/2016).

Saat Ocy diserahkan ijazah oleh pihak sekolah, lanjut Bumi, Ocy Raring sendiri tidak tahu kalau ijazah tersebut palsu karena terbit tahun 2015. Sementara Ocy Raring, bukan peserta ujian tahun 2015. “Orang yang tidak tahu kalau ijazah atau surat terebut palsu lalu digunakan maka tidak bisa dihukum sesuai pasal 263 ayat 2 KUHP. Kecuali Ocy Raring tahu namun tetap digunakan maka unsur kesengajaan sebagai kehendak masuk dan terbukti. Ini Ocy Raring tidak tahu, koq dihukum ya? Sedangkan orang atau pihak yang membuat ijazah tidak disentuh Jaksa, sepertinya dipelihara Jaksa, padahal itu delik materil,” tandasnya.

“Jaksa yang mewakili negara harus bertindak demi hukum untuk memproses orang yang membuat ijazah tersebut. Ini orang lain yang buat palsu, Ocy Raring dibebankan tanggung jawab pidana. Ini kehormatan hukum menjadi tidak ada, fakta seluruhnya tidak dipertimbangkan oleh majelis hakim. Ini bertentangan dengan KUHP dan dipandang tidak adil,” ungkap Bumi.

Hal senada disampaikan Juprians Lamablawa, SH, MH. Dia menjelaskan bahwa ada fakta yang tidak dipertimbangkan oleh majelis hakim. “Ocy Raring saat mendaftar calon kepala desa Lewoeleng menggunakan ijazah tersebut, namun tahapan verifikasi berkas, panitia meragukan ijazah SMK tersebut, maka sudah pasti dicoret oleh panitia, karena ijazah tersebut diragukan, Ocy Raring tidak tamat tahun 2015 namun tahun 1998. Dengan demikian maka,  Ocy Raring tidak menggunakan ijazah tersebut dalam pencalonan. Ini keterangan saksi dari panwas pilkades dan saksi anggota BPD desa Lewoeleng. Namun fakta ini juga tidak dipertimbangkan oleh majelis hakim. Majelis hanya punya semangat untuk menghukum terdakwa, namun tidak mempertimbangkan fakta secara menyeluruh yang terungkap dalam persidangan. Satu fakta saja tidak dipertimbangkan, menurut KUHP, putusan tersebut dapat dibatalkan oleh pengadilan tinggi,” tegas Lamablawa.

Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Yogi Dulhadi, SH, MH, didampingi Hakim Anggota Afhan R. Albone, SH dan Artha Putranto, S.H, M.Hum,  Jaksa Penuntut Ismu Armanda, SH dan Dedi Fajar Nugroho, SH. (osy)

Topik:
News:

No comment for Ocy Raring Divonis 10 Bulan Penjara; Bumi: Putusan Hakim Jauh Dari Fakta Persidangan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.