Menu Click to open Menus
Home » POLKAM » Noda Politik Di Panggung Viktori, Sekjen Pecat 5 Pentolan PDIP Lembata

Noda Politik Di Panggung Viktori, Sekjen Pecat 5 Pentolan PDIP Lembata

(1709 Views) January 31, 2017 3:30 pm | Published by | 1 Comment

Hasto Kristianto, Herman Heri, Frans Leburaya bersama Jurkam lain foto bersama ribuan pendukung Viktori di panggung kampanye Viktori, Nomor 2 yang diusung PDIP dan PKB (foto:sandro)

LEWOLEBA, aksiterkini.com – Kampanye akbar Paket Nomor urut dua, Viktor Mado Watun – Muhamad Nasir Laode, menorehkan noda. Dari panggung berwibawa itu, lima kader PDIP Lembata di pecat tidak dengan hormat.

Adalah Sekeretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristianto, melakukan pemecatan terhadap lima kader PDIP Lembata yang dianggap membangkang.

Saat membawakan orasi di hadapan ribuan massa PDIP dan simpatisan Viktori, di Wulen Luo, areal pelabuhan Lewoleba, Hasto membacakan beberapa nama kader PDIP yang dipecat.

Mereka adalah, Felicianus Corpus Lelangwayan (Sekretaris DPC PDIP Lembata), Hyansintus Tiban Burin (Wakil Ketua), Yoseph Pati Ladjar (Bendahara), Yeremias Huraq (Wakil Ketua) dan Gewura Fransiskus.

Nama nama tersebut ditulis Hasto Kristianto dalam buraman kertas putih kumal. Saat Hasto membacakan nama nama tersebut untuk dipecat secara resmi dari PDIP, tampak beberapa pengurus DPC PDIP di Lembata, bersorak gembira.

Hasto menegaskan kader yang tidak loyal terhadap partai harus digeser agar tidak mengganggu roda partai dalam memenangkan paket Viktori di Lembata.

Sebab menurut Hasto, paket Viktor Nasir, adalah paket kebhinekaan yang direstui Megawati Soekarno Putri.

“Tidak ada paket lain yang direstui mama Mega. Jadi kalau ada paket lain selain Viktori yang menyatakan dirinya direstui mama Mega maka paket tersebut harus disingkirkan,” ungkap Hasto.

Sementara itu, Ketua DPC PDIP Lembata, Ferdinandus Koda, bersorak gembira atas pemecatan tersebut. Dirinya merasa plong dan lega karena kader yang dianggap tidak loyal terhadap partai akhirnya disingkirkan dari PDIP.

“Saya lega. Saya merasa plong,” ungkap Ketua DPC PDIP Ferdinandus Koda yang juga Ketua DPRD Lembata, di atas panggung kampanye Viktori, 31 Januari 2017 ketika dimintai tanggapan oleh media ini. Diakuinya sudah mengadukan soal tindak tanduk kelima pengurus DPC PDIP Lembata itu ke DPP.

Bahkan saat Hasto usai selesai orasi dan kembali ke tempat duduk, Ferdinandus Koda terlihat sungkem sambil mencium tangan Hasto tanda syukur dan terimakasih atas keputusan yang diambil oleh DPP PDIP.

Kampanye Viktori, dimulai sejak siang hari dengan menghadirkan beberapa jurkam dari DPD PDIP NTT, Ketua DPD PDIP NTT, Frans Leburaya, Nelson Matara dan Kristo Blasin serta Ibu Lusia Adinda Leburaya. Semetara jurkam dari DPP PDIP adalah Herman Heri, Anggota DPR RI dan Sekjen PDIP Hasto Kristianto.

Keputusan yang diambil oleh Hasto menjadi perbincangan usai kampanye. Beberapa pentolan PDIP yang meminta namanya tidak ditulis menilai bahwa keputusan Hasto sebagai keputusan yang tidak membawa keuntungan, bahkan bisa menjadi blunder bagi paket Viktori.

Pasalnya, dengan membacakan nama nama yang dipecat tersebut, Hasto dinggap tidak bijak dalam berpolitik. Dia melakukan keputusan politik yang emosional karena ditusuk-tusuk oleh oknum tertentu di dalam tubuh DPC PDIP.

“Ya. Keputusan sudah diumumkan. Bisa membawa keuntungan, juga bisa blunder. Akan tetapi keputusan sudah diambil, jadi tidak akan dirubah lagi. Hasto itu Sekjen dan sangat didengar oleh ibu Mega,” ungkap kader PDIP itu seraya meminta namanya tidak ditulis. (sandrowangak/fincebataona)

Topik:
News:

1 Comment for Noda Politik Di Panggung Viktori, Sekjen Pecat 5 Pentolan PDIP Lembata

  • kerikit aman says:

    semua partai punya adrt dan itu harus di patui. maka ketika pdip memecat anggotanya adalah hal yg wajar… kita tau ke 4 org tersebut mendukung paket lain selain paket viktori yng di usung pdip. jdi bukan penodaan politik. jangan karena kemarin kala dlm pileg lalu kita belot. atau dukungan kita tidak jadi ketua dpd lalu membangkang. lebebae ys yg mengundurkan diri terlebidahulu daripada dipecat tidak dengan hormat. ini lpelajaran buat lain. mendirikan partai dibayar mshak bukam meteril saja tapi nyawa jadi taruhan jadi jangan main2.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *