Menu Click to open Menus
Home » POLKAM » Nasib Terkatung-Katung, Tenaga Kategori 2 Gelar Aksi Unjukrasa di Kantor BKD Lembata

Nasib Terkatung-Katung, Tenaga Kategori 2 Gelar Aksi Unjukrasa di Kantor BKD Lembata

(1313 Views) June 13, 2016 2:46 pm | Published by | No comment

aksi k2LEWOLEBA, aksiterkini.com – Nasib 327 tenaga kategori 2 yang sudah lulus test, tapi belum juga diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN) sudah tiga tahun terkatung-katung. Senin (13/6) siang tadi, didampingi sejumlah aktivis Lembata, mereka menggelar unjukrasa di kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

“Sudah tiga (3) tahun kita ribut soal ini. Apakah kalian yang punya kewenangan tidak punya sedikit hati untuk memperjuangkan nasib 327 orang ini?” teriak koordinator lapangan aksi massa, Brino Tolok dalam orasinya di depan kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

Tidak banyak tenaga kategori 2 yang datang mengikuti aksi. Pasalnya, ada oknum-oknum yang berusaha mencegah agar mereka membatalkan aksi. Perwakilan tenaga kategori 2, James Konde mengaku didatangi untuk membatalkan aksi. Namun ia merasa berbagai upaya persuasif yang dilakukan selama ini tidak membuahkan hasil apa-apa. Sehingga, aksi unjukrasa merupakan pilihan yang dinilai paling tepat untuk kembali memperjuangkan nasib diadan rekan-rekannya.

aksi k2-2Orator aksi lainnya, Elias Keluli Making berkali-kali meneriaki Kepala BKD Lembata, Markus Lela Udak untuk hadir di hadapan massa yang berjubel di depan kantor BKD. Dia berharap Kepala BKD bersedia menjelaskan mengapa 327 tenaga kategori dua tidak dilantik menjadi pegawai negeri sipil. Massa bersikeras menghadirkan Markus Lela Udak di teras kantor BKD. “Kami mau bapak kepala badan keluar dan temui kami di sini. Jangan sembunyi-sembunyi di dalam. Main sembunyi-sembunyi begini yang bikin nasib kami ikut tersembunyi,” gerutu massa.

Berkali-kali diteriaki, akhirnya Lela Udak mengajak massa masuk kedalam kantor dan berdiskusi dengannya dalam ruangan kantor. “Saya tidak keluar bukan karena saya takut, tetapi saya masih menjaga etika Lamaholot. Saya tidak mau menyelesaikan persoalan di pekarangan rumah. Sebagai tuan rumah yang menghargai tamu maka saya merasa lebih santun jika persoalan ini kita bicarakan dalam rumah,” ucap Lela Udak membuka pertemuan dengan massa aksi.

Situasi pertemuan sempat memanas ketika mantan Kabid Formasi BKD Lembata, Frans Bala Duan menjelaskan aturan pengangkatan kategori dua. Spontan, James Konde langsung menanggapinya dengan membeberkan sejumlah kejanggalan terkait pelantikan 48 orang kategori dua menjadi PNS.

“Kalau berbicara soal aturan mestiya kami semua diperlakukan secara sama. Terus kenapa mereka yang 48 itu dilantik sedangkan kami ini mau dikemanakan? Saya dan teman yang lain sudah mencari tahu sampai ke pihak BKN, dan jawaban dari mereka adalah dari Lembata tidak ada persoalan, tinggal menunggu SPTJM (Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak-Red) yang mana surat ini diusulkan oleh tim verifikasi yang selanjutnya ditandatangani oleh Bupati,” ujaarnya.

Situasi akhirnya redah ketika pihak BKD sepakat untuk memfasilitasi pertemuan antara tim verifikasi, Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur dengan kategori dua yang belum diangkat.

Setelah menggelar aksi di kantor BKD, massa melanjutkan aksi di depan kantor Bupati Lembata. Sayangnya, tak satu pun petinggi Lembata yang berhasil ditemui. (ade)

Topik:
News:

No comment for Nasib Terkatung-Katung, Tenaga Kategori 2 Gelar Aksi Unjukrasa di Kantor BKD Lembata

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.