Menu Click to open Menus
Home » POLKAM » MS EMI Kunjungi  Bijaepasu; Marianus Sae : Saya Tahu Derita Petani Desa !

MS EMI Kunjungi  Bijaepasu; Marianus Sae : Saya Tahu Derita Petani Desa !

(640 Views) January 20, 2018 4:20 pm | Published by | No comment

EmiliaJulia Nomleni, Cawagub Koalisi Kerakyatan, sedang menari dengan para ibu di Bijaupasu. (foto: Chris Parera)

BIJAEPASU, aksiterkini.com — Pasangan calon gubernur dan calon wail gubernur, Marianus Sae dan Emilia Julia Nomleni, dengan tagline MS EMI, yang diusung Koalisi Kerakyatan (PKB dan PDI Perjuangan) terus merangsek di pedalaman Kabupaten Timor Tengah Utara. Sabtu (20/1/2018) keduanya menggelar dialog dengan warga TTU di Desa Bijaepasu, Kecamatan Miomafo Tengah.

Seperti biasa, Marianus Sae bergerak dari Kota Kefamenanu menuju Desa Bijaepasu dengan sepeda motor trail bersama Komunitas Trail Bajawa. Sepanjang perjalanan, rombongan Marianus Sae selalu dihentikan warga hanya untuk menyalami MS dan meminta selfi. Marianus sama sekali tak keberatan. Ia menyalami warga dengan peluk cium pipi dan foto bersama.

Tak cuma warga. Dokter dan perawat pun ikut minta selfi dengan Bupati Ngada dua periode ini. Marianus yang dikenal ramah, senantiasa menebar senyum khasnya kepada warga. Tak kelihatan rasa sungkan warga untuk berebutan menyalami Marianus Sae.

Kehadiraan Marianus Sae dan Emilia Julia Nomleni di Kabupaten Timor Tengah Utara sekaligus menepis rumor yang menyebutkan bahwa pasangan ini bakal mendapat penolak hebat dari rakyat setempat. Maklum saja, ketika berjuang mendapatkan pintu masuk di PDI Perjuangan, MS EMI harus berjibaku dengan rival politiknya, Raymundus Fernandes, yang juga Bupati Timor Tengah Utara. Apalagi, setelah ketua umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri mengumumkan bahwa partai moncong putih mengusung MS EMI, Ray Fernandes dan koleganya, Dolvi Kolo, anggota FPDIP DPRD NTT, menyatakan mundur dari partai. Ray bahkan meletakkan jabatannya selaku ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan TTU.

Sejak tiba di TTU, Jumat (19/1/2018), rombongan MS EMI justeru dijemput warga dan para petinggi PKB dan PDI Perjuangan di Desa Nunhala, Kecamatan Noemuti, dan diarak menuju Kota Kefamenanu. Selain bertemua pengurus partai koalisi dan relawan MS EMI, dia juga sempat blusukan ke Rumah Sakit Kusta Naob, dan melakukan pertemuan dengan masyarakat di Desa Haekto. Pun, menyambangi pastoran Mauban dan susteran Claret

Warga sedang mendengarkan pemaparan gagasan Cagub Marianus Sae, yang sekaligus mengisahkan kisah perjuangannya meraih sukses. (Foto: Chris Parera)

Di Desa Bijaepasu, MS EMI sudah dinantikan warga yang berjubel di tenda-tenda yang suda dipersiapkan. Mereka sempat berjoget ria bersama masyarakat yang hadir. Warga, baik ibu-ibu maupun lelaki berusaha menyalami Marianus dan Emilia Nomleni. Mereka tampak akrab, kendati baru pertama berjumpa.

Ketika diberi kesempatan berbicara, Marianus Sae mengisahkan sejarah hidupnya guna menginspirasi warga setempat. Dia meminta warga agar tidak perlu takut berjuang menjadi sukses, walau sekarang hidup dalam keadaan susah.

“Jangan berkecil hati karena tinggal di kampung. Masa depan itu milik semua orang. Belajarlah, berusahalah, karena Tuhan pasti merestui orang yang mau bekerja keras,” ungkap Marianus Sae.

Dia mengaku lahir di pedalaman Kabupaten Ngada, tumbuh menjadi besar di kampong, namun sekarang justeru bisa jadi bupati dua periode. Ya, “Saya lahir di pedalaman. Besar di kampung. Maka saya tahu bagaimana hidup masyarakat di pedesaan. Maka saya komit membangun NTT dari desa. Ini sudah saya buktikan di Ngada, dan sukses. Ya, tiga tahun saja saya jadi bupati, Ngada keluar dari status daerah tertinggal,” tandasnya.

Dia mengisahkan bahwa dirinya pernah berhenti sekolah karena keterbatasan ekonomi dan pulang kampung jadi petani selama lima tahun. Sehingga ia memahami betul bagaimana sulitnya menjadi petani di desa.

Petugas medis pun minta selfi dengan Marianus Sae, ketika dalam perjalanan menuju Desa Bijaepasu. (Foto: Chris Parera)

“Saya pernah jadi petani lima tahun ketika putus sekolah. Karena itu saya tahu bagaimana penderitaan para petani, kesusahan para petani. Karena itu, jika saya jadi gubernur, fokus saya adalah mengurus para petani, mengurus desa, menjadikan NTT maju dan mandiri,” tegasnya, bersemangat.

Para pengurus DPC PKB TTU dan PDI Perjuangan TTU yang hadir tampak bersemangat. Ketua DPC PKB TTU, Edu Tanur, SH bahkan sangat optimis paket MS EMI akan keluar sebagai pemenang pada pemilihan bulan Juni 2018 mendatang. Ya, “Paket ini paket menang. Menang untuk rakyat, bukan menang untuk para elit. Itu karena keduanya komit mengurus rakyat dari desa,” tandasnya.(fre/cis)

No comment for MS EMI Kunjungi  Bijaepasu; Marianus Sae : Saya Tahu Derita Petani Desa !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.