Menu Click to open Menus
Home » NASIONAL » Menteri Susi : Laut Lembata Cantik, Tapi Tidak Ada Isi

Menteri Susi : Laut Lembata Cantik, Tapi Tidak Ada Isi

(963 Views) June 14, 2016 11:08 am | Published by | No comment

susi digendongLEWOLEBA, aksiterkini.com – Inilah kritikan Mentri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Puji Astuti setelah dua hari, Jumat (10/6/2016) dan Sabtu (11/6/2016) berada di Kabupaten Lembata. “Laut di Lembata itu cantik tetapi tidak ada isi. Laut harus betul dijaga, pindahkan koralnya atau rehabilitasi terumbu karang, supaya restorasi bisa berjalan. Sudah dua hari disini bosan juga pa, persoalannya, laut cantik tapi isinya tidak ada. Makanya dibikin dalemnya biar orang asing bisa berenang, nyelem dan betah lama-lama disini. Ikan paus bisa dipake buat promosi wisata tapi jalan harus diperbaiki tentunya,” ujar Menteri Susi. 

Menteri Susi mencontoh Labuan Bajo, dengan surga bawah lautnya mampu mendatangkan 95 Ribu Wisatawan Per Tahun, karena kesetiaan warganya menjaga kelestarian ekologi laut.  “Labuan Bajo turisnya sudah banyak sekali. Masuk di labuan Bajo 95 ribu wisatawan per tahun. Kalau dihitung satu orang 5 juta saja, itu sudah uang besar untuk Labuan Bajo. Caranya, dijaga lautnya. Jangan cari ikan napoleon, kerapu, tuna, sunu dibom atau portas, ya habis lautnya. Bakau juga jangan ditebang. Karena plankton banyak, serangga banyak, bayi ikan tidak perlu disuap, akan cari makan sendiri,” ujar Menteri Susi.

Dia memberi peringatan keras pada praktek-praktek di bidang kelautan yang merusak ekologi laut Lembata. Di Lembata, penebangan bakau, rumpon di tengah laut, pengeboman dan portas kian marak. Sayangnya perilaku ini belum sepenuhnya diberantas.

“Bom ikan harus dihentikan, ditindak, karena, bom ikan dan portas sangat merusak karang-karang dan ekosistem. Mestinya tidak ada maaf bagi para pengebom, sebaiknya kalo tidak ada tindakan persuasif, harus ada tindakan tegas atau tindakan hukum. Persoalannya kalau semua ditangani pemerintah pusat, kita kan jauh. Kita mungkin hanya bisa membantu seperti peralatan atau personel. Pemda setempat harusnya bahu membahu menghentikan pemboman ikan maupun portas,” ujar Menteri Susi.

Tentang kerusakan bakau, dia berujar, “Penebangan bakau yang masif menyebabkan abrasi. Dipinggir pantai tadi saya lihat bakaunya sudah hilang. Saya juga lihat banyak batu hitamnya, pa Bupati butuh dana aja untuk dorong batu hitam ke laut untuk buat break water, untuk mencegah abrasi,” ujarnya.

Selain itu maraknya pembangunan rumpon atau rumah ikan buatan di tengah laut menyebabkan terhalangnya proses kawin ikan. Menurut Menteri Susi, lokasi paling alami untuk proses kawin ikan adalah di pinggir pantai.

“Paling penting jaga jangan sampai ada rumpon di tengah laut. Rumpon di tengah laut menyebabkan ikan tidak bisa pergi ke pinggir untuk kawin, bertelur dan menetas. Rumpon di tengah laut harus ditertibakan karena itu mengganggu ekologi ikan,” ujar Menteri Susi kepada Wartawan di penginapannya, Sabtu (11/6/2017) di Lembata.  

Saat memasuki perairan Lembata, ia mendapati sejumlah rumpon dibangun di tengah laut. Rumpon ditengah laut tersebut kerap dikunjungi puluhan kapal penangkap ikan dari wilayah Flotim. Menurut pengakuan nelayan Flotim, rumpon di wilayah perairan Lembata menyimpan potensi ikan kerapu, sunu, ekor kuning, tuna, tongkol maupun ikan napoleon. (ona)

Topik:
News:

No comment for Menteri Susi : Laut Lembata Cantik, Tapi Tidak Ada Isi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *