Menu Click to open Menus
Home » PENDIDIKAN » Meningkatkan Presatsi Belajar Murid Kelas V SDK Bama Dalam Menentukan Simetri Putar Dengan Menggunakan Metode Demonstrasi

Meningkatkan Presatsi Belajar Murid Kelas V SDK Bama Dalam Menentukan Simetri Putar Dengan Menggunakan Metode Demonstrasi

(108 Views) April 18, 2018 4:08 pm | Published by | No comment

Oleh: Pius  Igo, S.Pd

Pendahuluan

Salah satu tujuan pembelajaran matematika pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, yaitu untuk mempersiapkan murid agar dapat menggunakan matematika dan pola pikir matematika dalam kehidupan sehari-hari (Depdikbud 1994:1). Belajar matematika juga bertujuan untuk membantu manusia dalam memahami dan menguasai persoalan sosial, ekonomi dan alam.

Matematika tumbuh dan berkembang karena proses berpikir.  Matematika dapat membantu mengembangkan ilmu yang lain, memecahkan masalah kehidupan serta mengembangkan ilmu untuk dirinya sendiri dan dikembangkan untuk kemajuan  ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dalam pembelajaran matematika, murid menganggap bahwa matematika itu sulit, rumit,  membosankan, penuh dengan rumus-rumus, dan konsep yang sulit dimengerti murid dalam pembelajaran. Penjelasan yang diberikan guru berupa rumus dan konsep mengakibatkan murid menjadi malas dan enggan untuk belajar dalam kelas daripada bermain bersama teman-temannya. Apalagi, ditambah guru yang bersifat otoriter dalam pembelajaran yang mengganggap dirinya pemilik ilmu pengetahuan yang siap ditranfer kepada murid.

Pola pembelajaran seperti ini juga terjadi pada murid kelas V SDK Bama. Dalam pembelajaran guru terpaku pada penjelasan yang monoton. Murid menjadi pasif dalam pembelajaran. Keaktifan murid selama proses pembelajaran tidak ditemukan. Metode pembelajaran yang digunakan guru dalam pembelajaran belum sesuai dengan materi pembelajaran. Murid terkesan lambat dalam menerima materi pembelajaran.

Murid kelas V SDK Bama enggan dalam bertanya kepada guru dengan alasan takut jika pertanyaan yang diajukan, dianggap salah dan menjadi bahan tertawaan teman-temannya. Akibat dari pembelajaran seperti ini, hasil belajar yang diperoleh murid kelas V SDK Bama dalam menentukan simetri putar belum memuaskan.

Jumlah murid kelas V SDK Bama adalah 19 orang. Kriteria Ketuntasan Minimal adalah 5.0. Hasil belajar yang diperoleh murid kelas V SDK Bama dengan rincian perolehan nilai, murid yang memperoleh nilai 8 ada 1 orang, murid yang memperoleh nilai 7 ada 2 orang, murid yang memperoleh nilai 6 ada 3 orang.

Jumlah murid yang tuntas dalam pembelajaran ada 6 orang. Ketuntasan secara klasikal adalah 31,58%. Sedangkan murid yang tidak tuntas ada 13 orang dengan rincian perolehan nilai adalah murid yang memperoleh nilai 4 ada 8 orang, murid yang memperoleh nilai 3 ada 3 orang, murid yang memperoleh nilai 2 ada 2 orang. Prosentase ketidaktuntasan secara klasikal adalah 68,42%.

Dengan melihat hasil belajar yang diperoleh murid kelas V SDK Bama dalam mennetukan simetri putar maka ditempuh berbagai cara untuk meningkatkan prestasi belajar murid kelas V SDK Bama. Upaya tersebut adalah dengan menggunakan metode demontrasi. Metode demontrasi digunakan untuk mengaktifkan murid dalam pembelajaran. Melalui metode demontrasi murid dilatih untuk menemukan sendiri jawaban atas masalah yang diperolehnya dalam pembelajaran. Metode demontrasi adalah suatu cara yang digunakan untuk membuat murid lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaannya sendiri daripada hanya menerima kata guru atau buku.

Berdasarkan uraian diatas peneliti berupaya melakukan perbaikan pembelajaran dengan judul “Meningkatkan Presatsi Belajar Murid Kelas V SDK Bama Dalam Menentukan Simetri Putar Dengan Menggunakan Metode Demontrasi.” Yang menjadi masalah dalam perbaikan pembelajaran ini adalah “Apakah penggunaan metode demontrasi dapat meningkatkan prestasi belajar murid Kelas V SDK Bama dalam menentukan simetri putar. Tujuan dalam perbaikan pembelajaran adalah untuk meningkatkan prestasi belajar murid kelas V SDK Bama dalam menentukan simetri putar.

Adapun manfaat perbaikan pembelajaran adalah : (1) Bagi sekolah  ; Memberikan sumbangan pikiran dalam pembelajaran matematika pada tingkat pendidikan sekolah dasar pada materi menentukan simetri putar. (2) Bagi guru : Mengefektifkan metode demontrasi dalam pembelajaran matematika pada tingkat pendidikan sekolah dasar. (3) Bagi peneliti ; Meningkatkan kemampuan profesionalnya dalam mengajar matematika pada tingkat pendidikan sekolah dasar. (4) Bagi murid ; Meningkatkan prestasi belajar murid dalam pembelajaran matematika tentang menetukan simetri putar dan Meningkatkan minat belajar murid dalam pembelajaran matematika.

Metode Penelitian

Subyek penelitian adalah  murid kelas V  SDK Bama yang berjumlah 19 orang murid yang terdiri dari  10 murid laki-laki dan 9 murid perempuan dengan kemampuan yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan pada semester satu, tahun ajaran 2017/2018 tepatnya pada bulan Oktober-Nopember 2017. Tempat penelitian pada SDK Bama, Kecamatan Demong Pagong, Kabupaten Flores Timur.

Deskripsi Siklus I, tanggal 26 Oktober 2017. Penelitian perbaikan pembelajaran pada siklus ini, dengan tahapan sebagai berikut : (1) Perencanaan : melakukan konsultasi dengan pembimbing perencanaan pembelajaran pada siklus I. Guru menyiapkan rencana pembelajaran siklus I. Guru menyiapkan Lembar Kerja Murid (LKM). Guru menyiapkan lembaran pengamatan dan soal evaluasi. Melakukan konsultasi dengan pembimbing tentang RPP siklus I.

(2) Pelaksanaan ; Setelah berkonsultasi dengan pembimbing, guru peneliti melaksanakan tindakan perbaikan pembelajaran sesuai dengan apa yang sudah direncanakan dengan langkah-langkah sebagai berikut : Guru menjelaskan materi pembelajaran dan  menunjukkan bagaimana cara menentukan simetri putar pada  bangun datar. Guru membagi murid dalam tiga kelompok. Guru membagi Lembaran Kerja Murid (LKM). Murid mengerjakan soal yang diberikan guru dalam kelompok. Murid melaporkan hasil kerja kelompok. Guru memberikan post tes kepada murid.

(3) Observasi; Guru peneliti melakukan pengamatan terhadap murid. pembimbing melakukan pengamatan kepada guru peneliti selama proses pembelajaran berlangsung dengan menggunakan format yang tersedia. Guru peneliti menganalisis hasil evaluasi murid.

(4) Refleksi; Setelah peneliti melihat hasil yang diperoleh dari pembimbing, guru peneliti berdiskusi membahas kekurangan dan melakukan perbaikan pembelajaran pada siklus II. Guru merancang perbaikan pembelajaran untuk meyempurnakan tindakan pada siklus dua.

Deskripsi Siklus II tanggal,  29 Oktober 2017. Pelaksanaan rencana tindakan kedua merujuk pada data siklus I dan sesuai dengan hasil refleksi dengan strategi sebagai berikut : (1) Perencanaan ; Melihat kekurangan yang muncul pada siklus I dan menentukan solusinya. Guru menyiapkan rencana perbaikan pembelajaran.. Guru menyiapkan LKM. Guru menyiapkan lembaran evaluasi. Guru peneliti meminta bantuan kepada pembimbing untuk mengamati proses pembelajaran.

(2) Pelaksanaan; Guru menjelaskan materi pembelajaran. Guru menunjukkan cara menentukan simetri putar. Guru membagi murid dalam enam kelompok. Murid melakukan praktek membuat macam-macam bangun datar dengan kertas lipat atau karton, kemudian siswa mengisi lembar kerja yang telah disediakan untuk mencari simetri putar. Guru membagi LKM . Murid menyelesaikan soal yang diberikan guru dalam kelompok. Murid melaporkan hasil pekerjaan. Guru memberikan post tes kepada murid.

(3) Observasi; Guru pengamat melakukan pengamatan kepada murid selama proses pembelajaran berlangsung. Guru pengamat melakukan pengamatan kepada guru peneliti selama proses pembelajaran berlangsung. Guru peneliti menganalisis hasil evaluasi murid.

(4) Refleksi; Bersama pembimbing berdiskusi tentang hasil yang diperoleh pada siklus kedua.

Teknik Analisa Data; (1) Ketuntasan perorangan /personal seorang murid dikatakan tuntas belajar apabila nilai yang diperoleh murid telah mencapai KKM. (2) Ketuntasan klasikal secara klasikal dikatakan tuntas apabila jumlah murid yang tuntas telah mencapai 85%. Penelitian ini dikatakan berhasil  apabila ketuntasan klasikal telah tercapai. 

PEMBAHASAN

Hasil observasi murid menunjukkan bahwa jumlah murid yang aktif dengan prosentase 31,58%.  Murid yang kurang aktif dengan prosentase  63,15%. Sedangkan murid yang tidak aktif ada dengan prosentase 5,26%. Hasil observasi guru menunjukkan bahwa dalam membawakan materi pembelajaran guru sangat menguasai materi pembelajaran, cukup efektif dalam mengadakan strategi dan pendekatan pembelajaran, cukup baik dalam memanfaatkan media pembelajaran, kurang memicu dan memelihara ketertiban murid dalam pembelajaran, baik dalam melaksanakan penilaian proses dan hasil belajar, dan cukup baik dalam menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.

Setelah pelaksanaan pembelajaran siklus I peneliti melaksanakan post tes. Hasil post tes menunjukkan bahwa jumlah nilai murid kelas V SDK Bama adalah 920. Murid yang tuntas dalam pembelajaran dengan prosentase 47,37%. Murid yang tidak tuntas dalam pembelajaran dengan prosentase 52,63%. Hasil belajar yang diperoleh murid dalam pembelajaran siklus belum menunjukkan ketuntasan secara kalsikal.

Beberapa kendala yang terjadi pada siklus I yaitu dalam pembelajaran guru belum mengaktifkan murid. Penerapan metode pembelajaran belum  sesuai dengan materi yang diajarkan . Pembagian anggota kelompok terlalu besar Melihat kendala yang terjadi pada siklus I maka peneliti melanjutkan penelitian perbaikan pembelajaran di siklus II.

Hasil pengamatan murid pada siklus II  menunjukkan bahwa murid yang aktif dalam pembelajaran ada 18 orang ,sedangkan murid yang kurang aktif ada 1 orang . Hasil observasi guru menunjukkan bahwa dalam membawakan materi pembelajaran guru sangat menguasai materi pembelajaran, sangat efektif dalam mengadakan strategi dan pendekatan pembelajaran, baik dalam memanfaatkan media pembelajaran, mampu memicu dan memelihara ketertiban murid dalam pembelajaran, baik dalam melaksanakan penilaian proses dan hasil belajar, dan baik dalam menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.

Sedangkan hasil evaluasi siklus II menunjukkan bahwa jumlah nilai murid kelas V SDK Bama adalah 1480. Semua murid tuntas dalam pembelajaran, dengan prosentase 100%.

Berdasarkan hasil evaluasi dari guru pengamat dan peneliti disimpulkan bahwa penggunaan metode demontrasi dapat meningkatkan prestasi belajar murid kelas V SDK Bama pada mata pelajaran Matematika tentang simetri putar.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan siklus I dan siklus II maka disimpulkan bahwa metode demontrasi tepat digunakan dalam pembelajaran Matematika pada materi simetri putar. Penggunaan metode demontrasi dapat meningkatkan prestasi belajar murid kelas V SDK Bama pada mata pelajaran matematika tentang simetri putar.

Saran

Penggunaan metode demontrasi pada mata pelajaran Matematika tentang simetri putar dapat meningkatkan prestasi belajar murid kelas V SDK Bama maka peneliti menyampaikan saran : (1) Sebaiknya guru menerapkan metode pembelajaran sesuai dengan materi yang diajarkan. (2) Metode demontrasi sangat membantu pola pikir dalam pemikiran yang lama (long term system) sehingga guru perlu mengefektifkan penggunaan metode demontrasi dalam pembelajaran. (*)

No comment for Meningkatkan Presatsi Belajar Murid Kelas V SDK Bama Dalam Menentukan Simetri Putar Dengan Menggunakan Metode Demonstrasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.