Menu Click to open Menus
Home » PENDIDIKAN » Meningkatkan Kemampuan Membaca Huruf, Kata Dan Kalimat Sederhana Di Kelas 1 SDK Riangkemie 1 Dengan Menggunakan Media Kartu Huruf

Meningkatkan Kemampuan Membaca Huruf, Kata Dan Kalimat Sederhana Di Kelas 1 SDK Riangkemie 1 Dengan Menggunakan Media Kartu Huruf

(50 Views) October 23, 2018 3:17 am | Published by | No comment

Oleh: Elisabeth Lau Tukan, S.Pd

Pendahuluan

Kompetensi  guru  dalam  pelaksanaan  interaksi  belajar  mengajar  mempunyai  indikator,  mampu  membuka  pelajaran,  mampu  menyajikan  materi,  mampu  menggunakan  metode/strategi,  mampu  menggunakan  media/alat  peraga,  mampu  menggunakan  bahasa  yang  komutatif,  mampu  memotivasi  siswa,  mampu  mengorganisasi  kegiatan,  mampu  menyimpulkan  pelajaran,  mampu  memberikan  umpan  balik,  mampu  melaksanakan  penilaian,  dan  mampu  menggunakan  waktu. (Departemen  Pendidikan  Nasional, 2004 ;  13 – 14).

Guru perlu memiliki kompetensi di atas untuk menunjang kegiatan pembelajaran. Guru harus memahami karateristik siswa dan menggunakan mengaktifkan siswa dalam pembelajaran. Pembelajaran langsung yang dialami siswa ditemukan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya di kelas 1 SDK Riangkemie 1. Kemampuan awal berbahasa Inodonesia mencakup keterampilan mendengarkan, keterampilan membaca, keterampilan menulis dan keterampilan berbicara. Keterampilan mendengarkan menuntut siswa untuk memahami apa yang dipelajari melalui kegiatan mendengarkan. Dalam keterampilan membaca siswa melatih untuk mempu mengembangkan kemampuan membacanya, mulai dengan pengenalan huruf, kata dan kalimat sederhana. Keterampilan berbicara siswa dilatih untuk mengungkapkan pikiran yang diperolehnya dalam pembelajaran melalui kegitan berbicara. Sedangkan kemampuan menulis siswa dilatih untuk menulis apa yang telah didengar, dibaca dan berbicara melalui tulisan.

Keempat aspek diatas menuntut keaktifan dan kerjasama antara guru dan siswa. Keempat aspek keterampilan dasar siswa dalam pembejaran bahasa Indonesia tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lain agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Hal ini disebabkan kemampuan membaca menghendakki penguasaan berbagai unsur kebahasaan dan non kebahasaan. Mengingat sulitnya menguasai keterampilan membaca tersebut, maka seorang guru atau pengajar harus memiliki penguasaan strategi pembelajaran yang baik dan tepat. Membelajarkan kegiatan membaca memang tidak mudah. Sering dijumpai berbagai kesulitan sehingga perlu adanya  pemilihan teknik yang tepat untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

Upaya untuk meningkatkan keterampilan membaca siswa kelas 1 SDK Riangkemie 1 belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Jumlah siswa kelas 1 SDK Riangkemie 1 16 orang dengan kemampuan berbeda. Siswa yang tuntas dalam pembelajaran ada 6 orang dengan prosentase 37,50%, rincian perolehan nilai adalah siswa yang memperoleh nilai siswa yang memperoleh nilai 8 ada 4 orang dan siswa yang memperoleh nilai 7 ada 2 orang. Sedangkan siswa yang tidak tuntas dalam pembelajaran ada 10 orang dengan prosentase 62,50%. Siswa yang memperoleh nilai 6 ada 4 orang, siswa yang memperoleh nilai 5 ada 4 orang dan siswa yang memperoleh nilai 3 ada 2 orang.

Hasil yang diperoleh siswa menunjukkan hasil yang belum memuaskan. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa masalah. Masalah yang berkaitan dengan guru dan masalah yang berkaitan dengan siswa. Masalah yang berkaitan dengan guru adalah guru belum menggunakan media dalam pembelajaran. Siswa hanya mendikte apa yang dipesankan dalam pembelajaran. Guru tidak mengaktifkan siswa dalam pembelajaran. Siswa hanya menerima proses pembelajaran dengan cara ceramah, sehingga siswa sering bermain dengan temannya dibandingkan mengikuti pelajaran. Untuk mencapai tujuan pembelajaran maka perlu adanya perbaikan pembelajaran, dengan memperhatikan kekurangan yang ada. Salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa di kelas 1 SDK Riangkemie 1 adalah adalah dengan menggunakan media kartu huruf. Media kartu huruf adalah kartu yang ditulisi huruf-huruf tertentu. Dalam satu kartu bisa terdapat satu huruf atau dua huruf gabungan konsonan dua vokal. Penggunaan kartu huruf dapat dilakukan dengan cara meletakkan secara berurutan beberapa kartu sehingga membentuk kata-kata yang sederhana untuk dibaca oleh siswa.

Kartu huruf merupakan abjad-abjad yang dituliskan pada potongan-potongan suatu media, baik karton, kertas maupun papan tulis (tripleks). Potongan-potongan huruf tersebut dapat dipindah-pindahkan sesuai keinginan pembuat suku kata, kata maupun kalimat. Penggunaan kartu huruf ini sangat menarik perhatian siswa dan sangat mudah digunakan dalam pengajaran membaca. Selain itu kartu huruf juga melatih kreatif siswa dalam menyusun kata dan kalimat sesuai dengan keinginannya. Pembelajaran dengan media kartu huruf merupakan suatu sistem pembelajaran yang memungkinkan siswa secara individu maupun kelompok aktif mencari, menggali dan menemukan konsep serta prinsip keilmuan secara holistik, bermakna, dan otentik.

Berdasarkan uraian di atas peneliti dapat menyimpulkan bahwa media kartu huruf dapat diterapkan untuk mengetahui adanya pengaruh terhadap kemampuan membaca siswa di kelas 1 sekolah dasar. Sehingga peneliti lebih termotivasi untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan judul  “Meningkatkan Kemampuan Membaca Huruf, Kata Dan Kalimat Sederhana Di Kelas 1 SDK Riangkemie 1 Dengan Menggunakan Media Kartu Huruf.” Yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah penggunaan media kartu huruf dapat meningkatkan kemampuan membaca huruf, kata dan kalimat di kelas 1 SDK Riangkemie 1?” Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan membaca huruf, kata dan kalimat sederhana melaui penggunaan media kartu huruf.penelitian ini dapat bermanfaat : Bagi Siswa ; Dapat meningkatkan kemampuan membaca kata, huruf dan kalimat sederhana kelas 1 SDK Riangkemie 1. Bagi guru ; Dapat digunakan sebagai acuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dan merangsang pembelajaran bahasa Indonesia yang aktif kreatif dan inovatif. Bagi Sekolah; Sebagai bahan masukan bagi sekolah dalam meningkatkan kemampuan membaca di kelas 1 SD melalui penggunaan media kartu huruf.

Metode Penelitian

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dianalisis secara deskriptif kualitatif yang terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Tempat penelitian pada SDK Riangkemie 1- Kecamatan Ile Mandiri –  Kabupaten Flores Timur. Penelitian ini dilaksanakan pada semester dua, tahun ajaran 2017/2018  tepatnya pada bulan Febrari  2018. Subyek penelitian adalah  siswa kelas 1  SDK Riangkemie 1 yang berjumlah 16 orang siswa yang terdiri dari  10 siswa laki-laki dan 6 siswa perempuan dengan kemampuan yang berbeda.

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus. Tiap-tiap siklus dilaksanakan dalam empat tahapan yang diuraikan sebagai berikut : Siklus I ; Kegiatan yang dilaksanakan dalam perencanaan adalah : Menyiapkan lembar observasi aktivitas siswa dan guru. Merancang model pembelajaran sesuai dengan materi pembelajaran. Menyusun perangkat tes evaluasi. Kegiatan yang dilaksanakan dalam pelaksanaan siklus I dibagi dalam tiga tahapan yaitu kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir yang diuraikan sebagai berikut : (a) Kegiatan Awal; Guru dan siswa membuka kegiatan pembelajaran dengan doa. Guru mengucapkan salam dan mengecek kehadiran siswa. Guru menyampaikan kegiatan dan tujuan pembelajran yang akan dicapai. Guru memotivasi siswa untuk aktif dalam kegiatan pembelajaran. )b) Kegiatan Inti Kegiatan yang dilaksanakan adalah siswa memperhatikan penjelasan guru. Guru memperkenalkan huruf a,i, n, dan m. Tanya jawab tentang huruf. Guru menulis huruf a, i, n dan m di papan tulis. Guru membaca huruf, a,i,n dan m dengan suara yang nyaring dan dengan lafal yang tepat. Siswa menirukan guru membaca. Guru meminta siswa maju ke depan kelas. Masing-masing siswa membaca huruf yang ditulis guru di papan tulis dengan suara lantang dan siswa yang lain mengikuti apa yang diucapkan. Guru mengeja huruf menjadi suku kata dan menulisnya di papan tulis ( na, ni, ma, mi,an, im, am ). Siswa merangkai suku kata-suku kata tersebut menjadi sebuah kata dan kalimat. Hasil rangkaian siswa ditulis siswa di buku. Siswa membaca suku kata, kata dan kalimat  yang telah ditulis di buku secara bersama-sama. (c) Kegiatan Akhir. Bacalah suku kata dan kata berikut ini ! ma – mi        =          mami, ni – na               =          nina na – ni                  =          nani. ma – ma =          mama. mi – ma            =          mima. Memberi tugas membaca siswa di rumah. Observasi. Kegiatan dalam observasi siklus I adalah : Guru peneliti melakukan pengamatan terhadap siswa Guru mencatat perubahan-perubahan yang terjadi pada siswa selama KBM berlangsung. Guru peneliti menganalisa hasil evaluasi siswa. Refleksi ; Adapun kegiatan refleksi siklus I adalah : Guru merangkum hasil observasi. Guru menganalisa hasil ulangan pos tes. Guru mencatat keberhasilan atau kegagalan untuk diperbaiki.

Siklus II. Pelaksanaan rencana tindakan kedua dibagi dalam empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Masing-masing kegiatan diuraikan sebagai berikut : Perencanaan. Kegiatan yang dilakukan dalam perencanaan adalah : Merencanakan kegiatan pelaksanaan siklus I Berkonsultasi dengan pembimbing dalam penyusunan perbaikan pembelajaran. Pelaksanaan. Kegiatan pelaksanaan dibagi dalam tiga tahapan yaitu kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir. Masing-masing kegiatan diuraikan sebagai berikut (a) Kegiatan Awal, Guru dan siswa membuka kegiatan pembelajaran dengan doa. Guru mengucapkan salam dan mengecek kehadiran siswa. Guru menyampaikan kegiatan dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Guru memotivasi siswa untuk aktif dalam kegiatan pembelajaran.(b) Kegiatan Inti ; Guru menyampaikan materi ajar. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Siswa memperhatikan penjelasan guru. Guru memperkenalkan kata dengan menggunakan kartu huruf. Guru memajangkan kata-kata  di papan tulis. Guru meminta siswa untuk membaca kata-kata  yang dipajangkan guru  di papan tulis. Guru membacakan kata-kata dan kalimat tersebut dengan dengan lafal dan intonasi yang tepat. Siswa menirukan guru membaca. Guru merangkai kata-kata tersebut menjadi sebuah kalimat sederhana, seperti, ini nina, ini mama nina, ini mata nina, kemudian guru membacanya dengan lafal dan intonasi yang tepat. Siswa menirukan cara guru membaca. Guru membagikan kartu huruf kepada masing-masing siswa. Siswa merangkai kata-kata tersebut menjadi sebuah kalimat sederhana. Guru menyuruh tiap-tiap siswa maju ke depan berdasarkan nomor absen menyusun kalimat yang telah dirangkai di papan tulis, kemudian membacanya. Guru menilai pekerjaan siswa.(c) Kegiatan Penutup; Guru memberikan tugas kepada siswa  Susunlah sebuah kalimat sederhana dengan menggunakan huruf di bawah ini! m, k, a, n, a – i, s, a, n. n, m, i,u, m – u, s, s, u. m,a, t, h, r, a, i,a – g, p, a, i. k, u, b, u –  l, i, t, s, u.  Memberi tugas membaca siswa di rumah. Observasi Guru pembimbing mengobservasi guru peneliti dan siswa. Refleksi Kegiatan yang dilakukan adalah menyimpulkan hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan dalam siklus I dan siklus II.

Metode pengumpulan data adalah metode tes  dan metode observasi. Untuk mengetahui hasil dari rata-rata kelas dan ketuntasan nilai secara klasikal dapat diketahui  dengan rumus dibawah ini.

Nilai rata-rata kelas diperoleh dari :

Keterangan:

M = Rata – rata kelas

N   = Jumlah siswa

Nilai ketuntasan dapat diperoleh dari :

Keterangan :

P    = Prosentasi ketuntasan belajar

N   =  Jumlah siswa (Arikunto, 2002)

Indikator Keberhasilan. Data hasil tes belajar dianalisis dengan menggunakan acuan tingkat pemahaman atau penguasaan siswa. Tingkat pemahaman siswa ditentukan dengan menggunakan kriteria penilaian sebagai berikut: 80   – 100       = Amat baik (A), 70   – 79      = Baik (B), 60  –   69               =  Cukup (C),  50  – 59           = Kurang (C). Seorang siswa dikatakan telah tuntas belajar apabila telah memiliki daya serap 60 % ke atas. Sedangkan ketuntasan klasikal tercapai apabila paling sedikit 85 % siswa di kelas tersebut telah tuntas belajar.

Pembahasan

Pada pembelajaran siklus I  guru menyampaikan materi ajar, siswa memperhatikan penjelasan guru. Guru memperkenalkan huruf a,i, n, dan m . Guru menulis huruf a, i, n dan m di papan tulis. Guru membaca huruf, a,i,n dan m dengan suara yang nyaring dan dengan lafal yang tepat. Siswa menirukan guru membaca. Guru meminta siswa maju kedepan kelas. Masing-masing siswa membaca huruf yang ditulis guru di papan tulis dengan suara lantang dan siswa yang lain mengikuti apa yang diucapkan. Guru mengeja huruf menjadi suku kata dan menulisnya di papan tulis ( na, ni, ma, mi,an, im, am ). Siswa merangkai suku kata-suku kata tersebut menjadi sebuah kata. Hasil rangkaian siswa ditulis siswa di buku. Siswa membaca suku kata dan kata  yang telah ditulis di buku secara bersama-sama dan guru melaksanakan tes siklus I.

Dalam pembelajaran siklus I jumlah siswa yang baik dalam membaca huruf, suku kata dan  kata ada 11 orang dengan prosentase 68,75%. Sedangkan siswa yang cukup baik dalam membaca huruf, suku kata dan  kata ada 2 orang dengan prosentase 12,50%. Siswa yang kurang baik dalam membaca huruf, suku kata dan  kata ada 3 orang dengan prosentase 18,75%. Sedangkan hasil observasi guru siklus I menunjukkan jumlah nilai yang diperoleh dalam observasi guru siklus I adalah 15,39, dengan rata-rata skor adalah 3,85. Dengan melihat hasil yang diperoleh guru maka guru dikatakan baik dalam melaksanakan pembelajaran siklus I. Pembelajaran siklus I diakhiri dengan pemberian post tes. Jumlah nilai siswa siklus I adalah 1090, rata-rata kelas 68,125. Prosentase ketuntasan secara klasikal 50%

Berdasarkan hasil observasi siswa, observasi guru dan hasil evaluasi siswa pada pembelajaran siklus I dikatakan bahwa hasil yang dicapai oleh siswa dalam pembelajaran belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Hal ini terjadi karena dalam pembelajran guru belum melibatkan siswa dalam pembelajaran. Guru tidak menggunakan media pembelajaran sehingga dalam pembelajaran siswa lebih senang bermain dengan temannya daripada mendengarkan penjelasan guru. Melihat kenyataan tersebut guru melakukan perbaikan pembelajaran pada siklus II.

Kegiatan yang dilaksanakan dalam pembelajaran siklus II adalah Guru menyampaikan materi ajar. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Siswa memperhatikan penjelasan guru. Guru memperkenalkan kata dengan menggunakan kartu huruf . Guru memajangkan kata-kata  dipapan tulis. Guru meminta siswa untuk membaca kata-kata  yang dipajangkan guru  di papan tulis. Guru membacakan kata-kata tersebut dengan dengan lafal dan intonasi yang tepat. Siswa menirukan guru membaca. Guru merangkai kata-kata tersebut menjadi sebuah kalimat sederhana, seperti, ini nina, ini mama nina, ini mata nina,   kemudian guru membacanya dengan lafal dan intonasi yang tepat. Siswa menirukan cara guru membaca. Guru membagikan kartu huruf kepada masing-masing siswa. Siswa merangkai kata-kata tersebut menjadi sebuah kalimat sederhana. Guru menyuruh tiap-tiap siswa maju kedepan berdasarkan nomor absen menyusun kalimat yang telah dirangkai dipapan tulis, kemudian membacanya. Guru menilai pekerjaan siswa Guru memberikan  tes siklus II.

Hasil observasi siswa menunjukkan bahwa siswa yang baik dalam membaca huruf, suku kata dan  kata ada 16 orang dengan prosentase 100%. Pembelajaran siklus II diakhiri dengan pemberian post tes. Hasil post menunjukkan bahwa siswa yang tuntas dalam pembelajaran ada 16 orang dengan prosentase 100%. Jumlah nilai siklus II adalah 1300 dengan rata-rata kelas 81,25. Dan hasil observasi guru menunjukkan bahwa Jumlah nilai yang diperoleh dalam observasi guru siklus II adalah 15,90, dengan rata-rata skor adalah 3,97. Dengan melihat hasil yang diperoleh guru maka guru dikatakan baik dalam melaksanakan pembelajaran siklus II.

Berdasarkan hasil observasi siswa, observasi guru serta hasil evaluasi yang diperoleh pada siklus I dan siklus II  dikatakan bahwa penggunaan media kartu huruf dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas I SDK Riangkemie 1  Kecamatan Ile Mandiri Kabupaten Flores Timur tahun ajaran 2017/2018.

Simpulan

Berdasarkan hasil observasi siswa, observasi guru serta hasil evaluasi yang diperoleh pada siklus I dan siklus II  dikatakan bahwa penggunaan media kartu huruf dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas I SDK Riangkemie 1 Kecamatan Ile Mandiri Kabupaten Flores Timur tahun ajaran 2017/2018.

Saran

Hasil penelitihan yang menunjukan bahwa penggunaan media kartu huruf berpengaruh pada peningkatan kemampuan membaca huruf, kata dan kalimat sederhana pada siswa kelas I SDK Riangkemie 1, maka penulis menyampaikan saran: (a) Sebaiknya sekolah memperbanyak persediaan media kartu huruf untuk memperlancar kegiatan belajar mengajar. (b) Menghimbau agar hasil peneliti dikembangkan lagi dengan cara mkelakukan penelitian ulang pada subyek dan pokok bahasan yang berbeda, dengan mengatasi segala kekurangan/kelemahan yang terdapat pada penelitian ini, untuk memperoleh hasil penelitian yang lebih baik. (c) Bagi orang tua, sebaiknya  mengadakan pengulangan materi yang telah diajarkan disekolah dengan menggunakan media kartu huruf. Hal ini dilakukan agar hasil yang diperoleh lebih maksimal.(*)

Topik: ,
News:

No comment for Meningkatkan Kemampuan Membaca Huruf, Kata Dan Kalimat Sederhana Di Kelas 1 SDK Riangkemie 1 Dengan Menggunakan Media Kartu Huruf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.