Menu Click to open Menus
Home » PENDIDIKAN » Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas III SDK Wuaone Tentang Pengukuran Dengan Menggunakan Alat Peraga Meteran

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas III SDK Wuaone Tentang Pengukuran Dengan Menggunakan Alat Peraga Meteran

(100 Views) October 23, 2018 3:10 am | Published by | No comment

Oleh: Agnes Boi Duli, S.Pd

Pendahuluan

Menurut Piaget yang dikutip oleh Pitadjeng (2006), umumnya anak Sekolah Dasar (SD) berumur 7 – 12 tahun berada pada periode operasi konkret. Periode ini disebut operasi konkret sebab berpikir logiknya didasarkan pada manipulasi fisik objek-objek konkret. Siswa yang masih berada pada periode ini untuk berpikir abstrak masih membutuhkan bantuan memanipulasi objek-objek konkret atau pengalaman-pengalaman yang dialaminya. Oleh karena itu yang perlu diperhatikan pada tahap operasi konkret adalah pembelajaran yang didasarkan pada benda-benda konkret, agar mempermudah siswa dalam memahami konsep-konsep matematika. Mata pelajaran matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang penting, yang dapat membantu memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, sangat diharapkan dengan adanya kegiatan perbaikan pembelajaran ini dapat meningkatkan  hasil  belajar  siswa  kelas III SDK Wuaone.

Sejalan dengan itu, kondisi yang dihadapi dalam proses pembelajaran matematika, guru jarang menggunakan media yang sesuai, sehingga siswa merasa bosan. Yang pada akhirnya siswa  mendapat nilai yang tidak memuaskan.

Oleh karena itu, mata pelajaran matematika perlu diberikan kepada semua siswa mulai dari sekolah dasar untuk membekali siswa dengan kemampuan berpikir logis, analistis, kritis, dan kreatif serta kemampuan bekerjasama.

Kompetensi tersebut diperlukan agar siswa dapat memiliki kemampuan memperoleh,mengelolah, dan memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah tidak pasti dan kompetitif. Standar kompentensi dan kompetensi dasar dalam pembelajaran ini pada dasarnya adalah menggunakan pecahan dalam pemecahan masalah ,dengan tujuan agar ssiwa dapat mengerjakan/menyelesaikan pengukuran dengan baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari.

Kondisi pembelajaran yang terjadi di kelas III SDK Wuaone adalah dalam melaksanakan proses pembelajaran matematika selama ini menggunakan metode ceramah dan penugasan, khusus pada materi pokok pengukuran, sehingga hasilnya tidak memuaskan, banyak siswa tidak mencapai ketuntasan belajar atau KKM. Berdasarkan pengalaman mengajar mata pelajaran matematika di kelas III SDK Wuaone tentang pengukuran belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Jumlah siswa kelas III SDK Wuaone ada 19 siswa.  Siswa yang tuntas dalam pembelajaran ada 6 orang. Prosentase ketuntasan secara klasikal adalah 31,58%. Sedangkan siswa yang tidak tuntas dalam pembelajaran ada 13 orang. Prosentase ketidaktuntasan adalah 68,42%. Melihat prestasi siswa yang menurun atau tidak mencapai Kriteria Ketutantasan Minimal (KKM), peneliti menganalisis dan mencoba untuk mengidentifikasi penyebab dari kegagalan ini adalahpembelajaran cenderung menggunakan metode ceramah dan penugasan sehingga hasil belajar yang diperoleh belum memuaskan. Guru tidak memotivasi siswa dalam pemahaman konsep matematika tanpa menggunakan media dalam pembelajaran. Berdasakan uraian diatas maka peneliti melakukan penelitian dengan judul “Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas III SDK Wuaone Tentang Pengukuran Dengan Menggunakan Alat Peraga Meteran.”

Yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana upaya meningkatkan hasil belajar siswa kelas III SDK Wuaone tentang pengukuran melalui penggunaan alat peraga meteran?” Tujuan penelitian yang akan di capai adalah meningkatkan hasil belajar siswa kelas III SDK Wuaone pada mata pelajaran matematika tentang pengukuran melalui penggunaan alat peraga meteran. Setelah penelitian ini dilaksanakan, diharapkan hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi : Bagi Siswa : Dengan penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas III SDK Wuaone melalui penggunaan alat peraga meteran. Bagi guru : Sebagai acuan untuk meningkatkan profesionalitas guru dan merangsang siswa dalam pembelajaran matematika materi pengukuran, Bagi peneliti : Sebagai referensi bagi peneliti yang lain untuk melakukan penelitian selanjutnya.

Metode Penelitian

Tempat penelitian pada SDK Wuaone – Kecamatan Kelubagolit-  Kabupaten Flores Timur. Penelitian ini dilaksanakan pada semester satu, tahun ajaran 2017/2018 tepatnya pada bulan Agustus 2017.  Subyek penelitian adalah  siswa kelas III SDK Wuaone yang berjumlah 19 orang siswa yang terdiri dari  9 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan dengan kemampuan yang berbeda.

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus. Tiap-tiap siklus dilaksanakan dalam empat tahapan yang diuraikan sebagai berikut : Siklus I :Siklus I terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Perencanaan; Kegiatan yang dilaksanakan dalam tahapan perencanaan adalah : Melakukan konsultasi dengan pembimbing perencanaan pembelajaran  pada siklus I.

Guru menyiapkan rencana pembelajaran Siklus I. Guru menyiapkan Lembar Kerja Siswa  (LKS). Guru menyiapkan lembaran pengamatan dan soal evaluasi. Guru melakukan konsultasi dengan pembimbing tentang RPP. Pelaksanaan : Setelah melakukan konsultasi dengan pembimbing, guru peneliti melaksanakan pembelajaran sesuai dengan apa yangs udah direncanakan dengan langkah-langkah sbb: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. Guru membagikan LKS. Guru menjelaskan materi pembelajaran. Siswa dibagi dalam empat kelompok. Siswa diberi tugas mengerjakan tugas yang diberi guru dalam LKS. Guru memberi penguatan tentang materi yang telah dipelajari. Guru merangkum materi pembelajaran. Melaksanakan pos tes. Observasi :Kegiatan yang dilakukan dalam obsevasi adalah : Guru peneliti melakukan pengamatan terhadap siswa. Pembimbing melakukan pengamatan terhadap guru peneliti selama proses pembelajaran dengan menggunakan format yang tersedia. Guru peneliti menganalisis hasil evaluasi siswa. Refleksi. Adapun kegiatan dalam refleksi adalah : Peneliti melihat hasil yang diperoleh dari pembimbing maka pembimbing dan guru peneliti melakukan diskusi membahas kekurangan dan melakukan perbaikan untuk pembelajaran pada siklus II. Guru merancang perbaikan pembelajaran untuk menyempurnakan tindakan pada siklus II.

Siklus II: Pelaksanaan  rencana tindakan kedua merujuk pada data siklus I dan sesuai dengan hasil refleksi dengan strategi sebagai berikut : Perencanaan. Kegiatan yang dilaksanakan adalah : Melihat kekurangan yang muncul pada siklus I dan menentukan solusinya. Guru menyiapkan rencana perbaikan pembelajaran. Guru menyiapkan Lembar Kerja Siswa (LKS)        .Guru menyiapkan lembaran pengamatan dan soal evaluasi. Membagi siswa dalam empat kelompok. Guru peneliti meminta bantuan  pembimbing melakukan pengamatan proses pembelajaran. Pelaksanaan; Kegiatan yang dilaksanakan pada siklus II adalah sebagai berikut : Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. Guru menjelaskan langkah-langkah pembelajaran. Guru menjelaskan materi pembelajaran. Guru membagikan lembaran LKS. Guru menjelaskan materi pembelajaran dan cara kerja operasi hitung campuran. Siswa mengerjakan soal yang diberi guru dalam LKS. Guru membimbing siswa dalam mengerjakan soal yang diberikan. Guru merangkum materi pembelajaran. Guru melaksanakan pos tes. Observasi; Kegiatan yang dilaksanakan dalam observasi adalah : Guru pengamat melakukan pengamatan terhadap siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Guru pengamat melakukan pengamatan terhadap guru peneliti selama proses pembelajaran berlangsung. Guru peneliti menganalisis hasil evaluasi siswa. Refleksi ‘ Bersama pembimbing berdiskusi tentang hasil yang diperoleh pada siklus II. Instrumen yang yang digunakan dalam penelitian ini adalah :tes dan observasi. Tekinik pengumpulan data dalam penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut: Metode Tes dan Metode Observasi. Dalam penelitian ini, hasil penelitian dapat dianalisis secara deskriptif kualitatif. Untuk mengetahui hasil dari rata-rata kelas dan ketuntasan nilai secara klasikal dapat diketahui  dengan rumus dibawah ini.

Nilai rata-rata kelas diperoleh dari :

P =

Keterangan:

M = Rata – rata kelas

N   = Jumlah siswa

Nilai ketuntasan dapat diperoleh dari :

Keterangan :

P    = Prosentasi ketuntasan belajar

N   =  Jumlah siswa (Arikunto, 2002)

Data hasil tes belajar dianalisis dengan menggunakan acuan tingkat pemahaman atau penguasaan siswa. Tingkat pemahaman siswa ditentukan dengan menggunakan kriteria penilaian sebagai berikut: 80   – 100             = Amat baik (A), 70   – 79         = Baik (B) . 60  –   69              =  Cukup (C),  50  – 59           = Kurang (C)/ Seorang siswa dikatakan telah tuntas belajar apabila telah memiliki daya serap 60 % ke atas. Sedangkan ketuntasan klasikal tercapai apabila paling sedikit 85 % siswa di kelas tersebut telah tuntas belajar.

Pembahasan

Pada pembelajaran siklus I guru menyampaikan tujuan pembelajaran. Melakukan kegiatan mencongak. Guru menjelaskan langkah-langkah pembelajaran. Guru membagikan LKS. Guru menjelaskan materi pembelajaran. Siswa dibagi dalam empat kelompok. Siswa diberi tugas mengerjakan tugas yang diberi guru dalam LKS. Guru memberi penguatan tentang materi yang telah dipelajari. Guru merangkummateri pembelajaran.Melaksanakan pos tes. Dalam pembelajaran siklus I, jumlah siswa yang aktif dalam pembelajaran ada 7 orang dengan prosentase keaktifan sebesar 36,84%, siswa yang kurang aktif ada 8 orang dengan prosentase sebesar 42,11% dan siswa yang tidak aktif ada 4 orang dengan prosentase sebesar 21,05%. Sedangkan hasil observasi guru siklus I menunjukkan jumlah nilai yang diperoleh dalam observasi guru siklus I adalah 14,39, dengan rata-rata skor adalah 3,59. Dengan melihat hasil yang diperoleh guru maka guru dikatakan baik dalam melaksanakan pembelajaran siklus I. Jumlah nilai siswa siklus I adalah 1210, rata-rata kelas 63,68. Prosentase ketuntasan secara klasikal 42,11%.

Melihat hasil yang ada pada siklus I maka peneliti dan guru pengamat melakukan refleksi. Hasil yang diperoleh dari refleksi adalah guru belum metodesesuai dengan materi pembelajaran sehingga siswa kurang mengerti tentang materi yang disampaikan dalam pembelajaran. Akibat dari pembelajaran yang tidak menggunakan metode yang sesuai dengan materi pembelajaran maka hasil yang diperoleh siswa dalam pembelajaran siklus I belum menunjukkan hasil yang memuaskan sehingga perlu diadakan perbaikan pembelajaran pada siklus II.

Pada pertemuan siklus II guru menyampaikan tujuan pembelajaran guru menjelaskan langkah-langkah pembelajaran. Guru menjelaskan materi pembelajaran. Guru membagikan lembaran LKS. Guru menjelaskan materi pembelajaran dan cara kerja operasi hitung campuran. Siswa mengerjakan soal yang diberi guru dalam LKS. Guru membimbing siswa dalam mengerjakan soal yang diberikan. Guru merangkum materi pembelajaran. Guru melaksanakan pos tes. Hasil observasi siswa menunjukkan bahwa ada 19 siswa aktif dalam pembelajaran dengan prosentase 100%. Dan hasil observasi guru menunjukkan bahwa jumlah nilai yang diperoleh dalam observasi guru siklus II adalah 15,90, dengan rata-rata skor adalah 3,97.

Dengan melihat hasil yang diperoleh guru maka guru dikatakan baik dalam melaksanakan pembelajaran siklus II. Pembelajaran siklus II diakhiri dengan pemberian post tes. Hasil post menunjukkan bahwa siswa tuntas dalam pembelajaran ada 19 dengan prosentase 100%. Jumlah nilai siklus II adalah 1570 dengan rata-rata kelas 82,63.

Berdasarkan hasil observasi siswa, observasi guru serta hasil evaluasi yang diperoleh pada siklus I dan siklus II dikatakan bahwa penggunaan alat peraga meteran dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas III SDK Wuaone Kecamatan Kelubagolit Kabupaten Flores Timur tahun ajaran 2017/2018.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil yang diperoleh siswa siklus I dan siklus II menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan maka disimpulkan bahwa penggunaan alat peraga meteran dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas III SDK Wuaone tentang pengukuran.

Saran

Berdasarkan hasil yang diperoleh siklus I dan siklus II maka peneliti menyampaikan beberapa saran sebagai berikut : Sebaiknya guru menggunakan alat peraga meteran dalam pembelajaran matematika di kelas III tentang pengukuran. Merekomodasikan bahwa alat peraga meteran sebagai alat peraga yang mampu mengoptimalkan pembelajaran di sekolah dasar pada mata pelajaran matematika tentang pengukuran.(*)

News:

No comment for Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas III SDK Wuaone Tentang Pengukuran Dengan Menggunakan Alat Peraga Meteran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.