Menu Click to open Menus
Home » OPINI » Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Tentang Operasi Hitung Campuran Penjumlahan Dan Pengurangan Menggunakan Media Lidi Bagi Siswa Kelas II SD Inpres Lamagewok

Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Tentang Operasi Hitung Campuran Penjumlahan Dan Pengurangan Menggunakan Media Lidi Bagi Siswa Kelas II SD Inpres Lamagewok

(43 Views) May 20, 2019 11:03 pm | Published by | No comment

Oleh : Lusia Pera, S.Pd.SD

PENDAHULUAN

Pembelajaran sering tidak memenuhi hasil yang optimal disebabkan oleh beberapa masalah. Masalah yang berkaitan dengan guru dan masalah yang berkaitan dengan siswa. Masalah yang berkaitan dengan guru adalah guru yang otoritas menggunakan kekuasaanya sebagai pemilik pengetahuan yang sulit tertandingi  dan susah untuk didiskusikan dengan siswa. Siswa merasa enggan berhadapan dengan guru yang demikian, sehingga siswa sangat takut dengan pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah yang berdampak pada sulitnya menerima pembelajaran sebagai suatu yang menyenangkan dan bertujuan. Masalah lain yang patut ditelaah adalah kurangnya pemahaman yang signifikan terhadap mata pelajaran matematika sehingga berakibat pada kurang berminatnya siswa dalam menggeluti mata pelajaran matematika karena dianggap tidak berguna dalam kehidupan sehari-hari.

Melihat kenyataan di atas yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran matematika adalah bagaimana membuat dan memodifikasi pembelajaran matematika sebagai suatu pembelajaran yang aktif dan menyenangkan.

Hasil pengamatan awal dari guru ternyata masalah tersebut saling berkaitan satu sama lain. Motivasi dan hasil belajar siswa yang rendah disebabkan karena perhatian siswa terhadap pembelajaran kurang efektif dan efisien sehingga pada saat diberikan kesempatan oleh guru untuk mengajukan pertanyaan hampir sebagian besar siswa tidak bertanya padahal materi pembelajaran yang dipelajarinya belum dimengerti. Masalah tersebut berdampak pada hasil belajar yang diperoleh siswa.

Berdasarkan pengalaman mengajar Matematika di kelas II SD Inpres Lamagewok tentang pengerjaan hitung campuran, hasil belajar yang diperoleh siswa belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Jumlah siswa kelas II SD Inpres Lamagewok adalah 18 siswa. Siswa yang tuntas dalam pembelajaran ada 13 orang dengan rincian siswa yang memperoleh nilai 9 ada 4 orang, siswa yang memperoleh nilai 8 ada 5 orang dan siswa yang memperoleh nilai 7 ada 4 orang. Prosentase ketuntasan secara klasikal adalah 34,78%.

Upaya peningkatan kualitas pembelajaran matematika, membutuhkan keberanian untuk merombak cara atau pendekatan mengajar yang tidak memberikan peluang kepada siswa untuk aktif dalam kegiatan pembelajaran ke arah yang melibatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Salah satu cara untuk meningkatkan hasil belajar matematika yang harus dilakukan guru adalah menggunakan media pembelajaran. Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas II SD Inpres Lamagewok adalah menggunakan media pembelajaran lokal yaitu lidi pada materi penjumlahan dan pengurangan bilangan. Media pembelajaran lidi digunakan untuk membantu siswa dalam pembelajaran matematika tentang penjumlahan dan pengurangan bilangan sehingga hasil belajar yang diperoleh siswa dapat meningkat.

Berdasarkan uraian diatas maka peneliti melakukan perbaikan pembelajaran dengan judul “Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Tentang Operasi Hitung Campuran Penjumlahan Dan Pengurangan Menggunakan Media Lidi Bagi Siswa Kelas II SD Inpres Lamagewok.” Yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana penggunaan media lokal lidi dapat meningkatkan hasil belajar operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan siswa kelas II  SD Inpres Lamagewok?”Dalam pemecahan masalah perlu dilakukan beberapa tahap untuk mengetahui tingkat keberhasilan dari peneliti yang meliputi empat tahapan yaitu : perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.

Yang menjadi tujuan penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar siswa kelas II SD Inpres Lamagewok pada operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan dengan menggunakan media pembelajaran lidi. Perbaikan pembelajaran yang dilaksanakan diharapkan memberi manfaat yang sebesar- besarnya bagi: (1) Siswa ; Siswa kelas II lebih termotivasi terhadap mata pelajaran matematika tentang operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan. Siswa kelas II lebih meningkatkan hasil belajarnya pada materi operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan. (2) Guru ; Memberikan umpan balik dan dasar memperbaiki proses pembelajaran. Guru dapat menerapkan media pembelajaran dalam pembelajaran matematika tentang operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan di kelas II. (3) Sekolah; Meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah tersebut. Kepala sekolah dapat menghimbau kepada guru kelas dalam kaitannya dengan pembelajaran matematika tentang operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan dalam meningkatkan hasil belajar siswa. (4) Peneliti ; Sebagai bahan masukan bagi peneliti dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Sebagai bahan masukan bagi peneliti selanjutnya dalam mengembangkan penelitian yang lebih baik dengan memperhatikan kelemahan yang ada pada penelitian ini.

METODE PENELITIAN

Jenis Penelitian

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dianalisis secara deskriptif kualitatif yang terdiri dari empat tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi dan dilakukan secara bersiklus.

Waktu dan Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2018 di kelas II SD Inpres Lamagewok.

Subyek Penelitian

Subyek penelitian adalah  siswa kelas II  SD Inpres Lamagewok yang berjumlah 18 orang siswa yang terdiri dari  12 siswa laki-laki dan 6 siswa perempuan dengan kemampuan yang berbeda.

Prosedur Penelitian

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan bersiklus. Tiap-tiap siklus dilaksanakan dalam empat tahapan yang diuraikan sebagai berikut :

Siklus I

  1. Tahapan perencanaan
    1. Menentukan jadwal penelitian
    2. Melakukan konsultasi dengan pembimbing perencanaan pembelajaran pada siklus I.
    3. Guru menyiapkan perangkat pembelajaran RPP dan silabus.
    4. Guru menyiapkan Lembar Kerja Siswa (LKS)
    5. Guru menyiapkan lembaran pengamatan dan soal evaluasi
    6. Menyiapkan skenario pembelajaran.
  2. Tahapan pelaksanaan

Pada tahapan ini peneliti melaksanakan pembelajaran materi operasi hitung campuran dengan langkah-langkah sebagai berikut :

  1. Guru menjelaskan materi pembelajaran
  2. Siswa mendengarkan penjelasan guru
  3. Siswa dibagi dalam empat kelompok
  4. Guru membagikan LKS
  5. Siswa menyelesaikan soal yang diberikan guru dalam LKS
  6. Guru menilai pekerjaan siswa
  7. Guru memberikan tes siklus I
  1. Tahapan observasi

Kegiatan yang dilakukan dalam observasi adalah :

  1. Guru peneliti melakukan pengamatan terhadap kegiatan pembelajaran dengan menggunkan lembaran observasi.
  2. Yang menjadi observer adalah pembimbing
  3. Yang menjadi observasi adalah pembimbing dan siswa.
  4. Guru peneliti menganalisis hasil evaluasi siswa
    1. Tahapan refleksi
      1. Peneliti bersama observer mendiskusikan hasil pengamatan atau observasi terhadap keaktifan siswa dan penampilan guru.
      2. Guru merancang perbaikan pembelajaran untuk meyempurnakan tindakan pada siklus berikutnya.

Siklus II

Pelaksanaan rencana tindakan kedua merujuk pada data siklus I dan sesuai dengan hasil refleksi dengan strategi sebagai berikut :

  1. Perencanaan

Melihat kekurangan yang muncul pada siklus I dan menentukan solusinya.

  1. Guru menyiapkan rencana perbaikan pembelajaran.
  2. Guru menyiapkan LKS.
  3. Guru menyiapkan lembaran evaluasi.
  4. Guru peneliti meminta bantuan kepada pembimbing untuk mengamati proses pembelajaran.
  1. Pelaksanaan

Kegiatan yang dilakukan dalam pelaksanaan siklus II adalah :

  1. Guru memanfaatkan media lidi dalam menjelaskan materi pembelajaran.
  2. Siswa mendengarkan penjelasan guru.
  3. Siswa dibagi dalam empat kelompok
  4. Guru memberikan soal kepada siswa
  5. Siswa menyelesaikan soal yang diberikan guru
  6. Siswa melaporkan hasil pekerjaannya didepan kelas
  7. Guru menilai pekerjaan siswa
  8. Bersama siswa merangkum materi pembelajaran
  9. Guru memberikan tes siklus II
    1. Observasi
  10. Guru pengamat melakukan pengamatan kepada siswa selama proses pembelajaran berlangsung.
  11. Guru pengamat melakukan pengamatan kepada guru peneliti selama proses pembelajaran berlangsung.
  12. Guru peneliti menganalisis hasil evaluasi siswa.
  13. Refleksi

Bersama pembimbing berdiskusi tentang hasil yang diperoleh pada siklus ke dua.

Teknik Pengumpulan Data

Karena tujuan penelitian tindakan ini untuk mengetahui penggunaan media lidi, dan seberapa jauh penggunaan media lidi dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Maka peneliti memilih metode pengumpulan data sebagai berikut:

  1. Teknik Observasi

Metode observasi digunakan untuk memperoleh data  tentang aktivitas siswa dengan guru selama melakukan kegiatan penelitian tindakan, dengan menggunakan media lidi. Observasi ini dilakukan oleh peneliti untuk meneliti apa aktivitas yang dilakukan guru dan siswa selama kegiatan berlangsung. Kemudian setelah data terkumpul data dikategorikan menurut kategori yang ditetapkan.

  1. Teknik Tes

Dalam penelitian tindakan ini terdapat dua tahap yaitu:

Tahap I. Pretes dan Tahap ke II Postes

Pretes : digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa sebelum  menggunakan media lidi.

Postes : digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa sesudah  menggunakan media lidi.

  1. Teknik Dokumentasi

Dokumentasi diperlukan untuk mendukung hasil penelitian dengan cara mengambil foto-foto terhadap pelaksanaan kegiatan pembelajaran serta hasil pekerjaan siswa berupa portofolio.

Teknik Analisa Data

Untuk mengetahui hasil dari rata-rata kelas dan ketuntasan nilai secara klasikal dapat diketahui  dengan rumus dibawah ini.

Nilai rata-rata kelas diperoleh dari :

Keterangan:

M = Rata – rata kelas

N   = Jumlah siswa

Nilai ketuntasan dapat diperoleh dari :

Keterangan :

P    = Prosentasi ketuntasan belajar

N   =  Jumlah siswa (Arikuntao, 2002)

 

Kriteria Keberhasilan

Data hasil tes belajar dianalisis dengan menggunakan acuan tingkat pemahaman atau penguasaan siswa. Tingkat pemahaman siswa ditentukan dengan menggunakan kriteria penilaian sebagai berikut:

  • 80 – 100 = Amat baik (A)
  • 70 – 79 = Baik (B)
  • 60 – 69   =  Cukup (C)
  • 50 – 59    = Kurang (C)

( Nurkancana dan  Sunartanan, ( John Yunus, dkk.2003)

Seorang siswa dikatakan telah tuntas belajar apabila telah memiliki daya serap 60 % ke atas. Sedangkan ketuntasan klasikal tercapai apabila paling sedikit 85 % siswa di kelas tersebut telah tuntas belajar.

PEMBAHASAN

Kegiatan siklus I dibagi atas tiga bagian yaitu kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir. Kegiatan awal meliputi apresepsi/ motivasi, mengisi daftar kelas, berdoa, mempersiapkan materi ajar, model, alat peraga, memperingatkan cara duduk yang baik ketika menulis, membaca dan mengumpulkan tugas/ PR.

Kegiatan inti meliputi eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi. Dalam kegiatan eksplorasi, siswa dapat membaca simbol +, – , dan = dalam pengerjaan hitung bilangan. Melalui penjelasan guru tentang penjumlahan Guru menjelaskan tentang penjumlahan sehingga siswa mampu menghitung penjumlahan pada bilangan tanpa teknik menyimpan. Melalui peragaan / contoh dari guru siswa mampu membacakan teks dengan bersuara lantang dan benar serta menyampaikan pesan yang didengar pada orang lain.

Kegiatan elaborasi, meliputi mendengarkan cerita guru,  siswa menjawab pertanyaan dan menceritakan peristiwa kepada teman. Memfasilitasi siswa melalui pemberian tugas, diskusi untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis. Guru  menjelaskan tentang cara melengkapi kalimat sehingga siswa menyusun kalimat menjadi cerita yang benar. Guru menjelaskan tentang karangan pendek, siswa menulis karangan pendek dengan membubuhi tanda titik. Dengan mendengarkan teks yang dibacakan guru, siswa menjawab pertanyaan yang diajukan kemudian menceritakan dan meringkas isi bacaan. Guru menjelaskan tentang penulisan kalimat, siswa menyusun kata menjadi kalimat dengan benar. Siswa menyalin kalimat dengan menggunakan huruf sambung. Guru menjelaskan tentang  penulisan kalimat sedehana  yang didiktekan guru, siswa menuliskan kalimat yang didiktekan guru dengan menggunakan huruf sambung dan memperjhatikan huruf kapital dan tanda titik.

Guru menjelaskan dan mendemontrasikan tentang penjumlahan melalui soal cerita, siswa menyelesaikan soal cerita yang berhubungan dengan penjumlahan bilangan. Melalui pemberian contoh dan penjelasan guru yang berhubungan dengan penjumlahan dan pengurangan siswa menyelesaikan soal cerita yang berhubungan dengan penjumlahan dengan satu kali teknik menyimpan. Guru menjelaskan dan pemberian contoh pengerjaan soal pengurangan tanpa teknik meminjam dan siswa menyelesaikan soal pengurangan tanpa teknik meminjam. Melalui pemberian contoh dan penjelasan guru, yang berhubungan dengan pengurangan, siswa menyelesaikan soal pengurangan tanpa teknik meminjam dengan cara bersusun pendek. Melalui penjelasan guru  dan pemberian contoh, tentang pengurangan, siswa mampu menghitung pengurangan dengan teknik satu kali meminjam dengan bersusun panjang. Dengan pemberian contoh dan penjelasan guru tentang penjelasan dan pengurangan, siswa menghitung/ menyelesaikan soal hitung campuran. Melalui peragaan dan penjelasan guru tentang penjumlahan dan pengurangan, siswa menyelesaikan soal hitung campuran dalam bentuk cerita.

Dalam kegiatan konfirmasi, guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa dan guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan.

Kegiatan akhir meliputi, membuat kesimpulan dari tiap materi yang disampaikan. Mengerjakan post tes dan pemberian PR / tugas

Dalam pembelajaran siklus I jumlah siswa yang aktif dalam pembelajaran ada 14 orang dengan prosentase keaktifan sebesar 77,78%, siswa yang kurang aktif ada 3 orang dengan prosentase sebesar 516,67% dan siswa yang tidak aktif ada 1 orang dengan prosentase sebesar 5,55%.

Sedangkan hasil observasi guru siklus I menunjukkan jumlah nilai yang diperoleh dalam observasi guru siklus I adalah 15,39, dengan rata-rata skor adalah 3,85. Dengan melihat hasil yang diperoleh guru maka guru dikatakan baik dalam melaksanakan pembelajaran siklus I. Jumlah nilai siswa siklus I adalah 132, rata-rata kelas 7,33. Prosentase ketuntasan secara klasikal 77,78%.

Melihat hasil yang ada pada siklus I maka peneliti dan guru pengamat melakukan refleksi. Hasil yang diperoleh dari refleksi adalah guru belum meggunakan metode sesuai dengan materi yang diajarkan. Akibat dari pembelajaran yang tidak menggunakan metode yang sesuai dengan materi  pembelajaran sehingga hasil belajar yang diperoleh siswa dalam pembelajaran siklus I belum menunjukkan hasil yang memuaskan dan perlu diadakan perbaikan pembelajaran pada siklus II.

Kegiatan siklus  II mencakup, kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir. Kegiatan awal meliputi, Apresepsi/ Motivasi , Mengisi daftar kelas , berdoa, mempersiapkan materi ajar, model, alat peraga. Memperingatkan cara duduk yang baik ketika menulis, membaca. Mengumpulkan tugas/ PR.

Kegiatan inti dibagi atas tiga tahapan yaitu eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi. Kegiatan eksplorasi meliputi eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi. Dalam kegiatan eksplorasi, siswa dapat membaca simbol +, – , dan = dalam pengerjaan hitung bilangan. Melalui penjelasan guru tentang penjumlahan siswa mampu menghitung penjumlahan dengan satu kali teknik menyimpan. Guru menjelaskan tentang penjumlahan sehingga siswa mampu menghitung penjumlahan pada bilangan tanpa teknik menyimpan. Melalui peragaan / contoh dari guru siswa mampu membacakan teks dengan bersuara lantang dan benar serta menyampaikan pesan yang didengar pada orang lain.

Kegiatan elaborasi diuaraikan sebagai berikut dengan mendengarkan cerita guru,  siswa menjawab pertanyaan dan menceritakan peristiwa kepada teman. Guru memfasilitasi siswa melalui pemberian tugas, diskusi untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis. Guru menjelaskan tentang cara melengkapi kalimat sehingga siswa  mampu menyusun kalimat menjadi cerita yang benar. Guru menjelaskan karangan pendek, siswa menuliskan karangan pendek dengan membubuhi tanda titik. Siswa mendengarkan teks yang dibacakan guru, siswa menjawab pertanyaan yang diajukan kemudian  menceritakan  dan meringkas isi bacaan. Guru menjelaskan tentang penulisan kalimat, siswa menyusun kata menjadi kalimat dengan benar.Siswa menyalin kalimat dengan menggunakan huruf sambung. Guru menjelasakan tentang  penulisan kalimat sedehana  yang didiktekan guru, siswa mampu menuliskan kalimat yang didiktekan guru dengan menggunakan huruf sambung dan memperjhatikan huruf kapital dan tanda titik.

Guru menggunakan media lidi dalam menjelaskan dan mendemontrasikan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan. Guru menjelasakan dan mendemontrasikan tentang penjumlahan melalui soal cerita, siswa menyelesaikan soal cerita yang berhubungan dengan penjumlahan bilangan dengan menggunakan media lidi. Melalui pemberian  contoh dan penjelasan guru yang berhubungan dengan penjumlahan dan pengurangan dengan menggunakan media lidi dan siswa menyelesaikan sosl cerita yang berhubungan dengan penjumlahan dengan satu kali teknik menyimpan dengan menggunakan media lidi. Siswa Dengan penjelasan dan pemberian contoh dari guru, siswa menyelesaikan soal pengurangan tanpa teknik meminjam dengan menggunakan mendia lidi. Melalui pemberian contoh dan penjelasan guru, yang berhubungan dengan pengurangan, siswa menyelesaikan soal pengurangan tanpa teknik meminjam dengan cara bersusun pendek dengan menggunakan media lidi. Melalui penjelasan guru  dan pemberian contoh tentang pengurangan, siswa menghitung pengurangan dengan teknik satu kali meminjam dengan bersusun panjang dengan menggunakan media lidi. Dengan pemberian contoh dan penjelasan guru tentang penjelasan dan pengurangan, siswa menghitung/ menyelesaikan soal hitung campuran dengan menggunakan media lidi. Melalui peragaan dan penjelasan guru tentang penjumlahan dan pengurangan , siswa dapat menyelesaikan soal hitung campuran dalam bentuk cerita dengan menggunakan media lidi.

Dalam kegiatan konfirmasi, guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa. Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan.

Kegiatan akhir, mencakup membuat kesimpulan dari tiap materi yang disampaikan. Mengerjakan post tes dan pemberian PR / tugas.

Hasil observasi siswa menunjukkan bahwa semua siswa aktif  dalam pembelajaran dengan prosentase 100%.  Dan hasil observasi guru menunjukkan bahwa jumlah nilai yang diperoleh dalam observasi guru siklus II adalah 15,90, dengan rata-rata skor adalah 3,97. Dengan melihat hasil yang diperoleh guru maka guru dikatakan baik dalam melaksanakan pembelajaran siklus II.

SIMPULAN

Hasil observasi dan hasil tes yang diperoleh siklus I yaitu jumlah siswa yang aktif dalam pembelajaran ada 14 orang dengan prosentase keaktifan sebesar 77,78%, siswa yang kurang aktif ada 3 orang dengan prosentase sebesar 16,62% dan siswa yang tidak aktif ada 1 orang dengan prosentase sebesar 5,55%. Sedangkan hasil observasi guru siklus I menunjukkan jumlah nilai yang diperoleh dalam observasi guru siklus I adalah 15,39, dengan rata-rata skor adalah 3,85. Jumlah nilai siswa siklus I adalah 132, rata-rata kelas 7,33. Prosentase ketuntasan secara klasikal 77,78%.

Sedangkan hasil pembelajaran siklus II menunjukkan bahwa semua siswa aktif dalam pembelajaran dengan prosentase 100%.  Dan hasil observasi guru menunjukkan bahwa jumlah nilai yang diperoleh dalam observasi guru siklus II adalah 15,90, dengan rata-rata skor adalah 3,97. Hasil post menunjukkan bahwa semua siswa tuntas dalam pembelajaran dengan prosentase 100%.  Jumlah nilai siklus II adalah 150 dengan rata-rata kelas 8,33.

Berdasarkan hasil yang diperoleh siswa siklus I dan siklus II menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan maka disimpulkan bahwa penggunaan media lidi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas II SD Inpres Lamagewok pada materi operasi hitung penjumlahan dan pengurangan.

Saran

Berdasarkan hasil pembahasan dan simpulan, beberapa saran dapat diuraikan sebagai berikut :

  1. Kelebihan dari media lidi adalah media lidi mudah diperoleh di lingkungan sekitar sekolah dan dapat dipergunakan sebagai media yang dapat mengakifkan siswa dalam pembelajaran matematika tentang operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan di kelas II SD.
  2. Bagi siswa yang sulit memahami permainan media lidi diharapkan media lidi dapat memberi umpan balik dalam pembelajaran matematika tentang operasi hitung penjumlahan dan pengurangan di kelas II SD.
  3. Sebagai bahan masukan bagi peneliti selanjutnya dalam mengembangkan penelitian yang lebih baik dengan memperhatikan kelemahan yang ada pada penelitian ini. (*)

No comment for Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Tentang Operasi Hitung Campuran Penjumlahan Dan Pengurangan Menggunakan Media Lidi Bagi Siswa Kelas II SD Inpres Lamagewok

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.