Menu Click to open Menus
Home » PENDIDIKAN » Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Tentang Operasi Hitung Bilangan Bulat Dengan Menggunakan Media Garis Bilangan Di Kelas IV SD Inpres Ratulodong

Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Tentang Operasi Hitung Bilangan Bulat Dengan Menggunakan Media Garis Bilangan Di Kelas IV SD Inpres Ratulodong

(122 Views) December 11, 2017 7:16 am | Published by | No comment

Oleh: Paulus Suban Tana, S.Pd

Pembelajaran akan bermakna bagi siswa apabila guru mengetahui tentang objek yang akan diajarkannya sehingga dapat mengajarkan materi tersebut dengan penuh dinamika dan inovasi dalam proses pembelajarannya. Demikian halnya dengan pembelajaran matematika di Sekolah Dasar, seorang guru harus mempunyai daya kreasi dan imajinasi agar seseorang yang mendengar, melihat dan melakukan kegiatan matematika menjadi paham dan mengerti. Agar pembelajaran matematika dapat diminati dan disenangi oleh siswa maka kita sebagai guru dapat menciptakan suasana belajar yang kondusif dan menyenangkan.

Berdasarkan pengalaman peneliti mengajar matematika di SD Inpres Ratulodong tentang operasi hitung bilangan bulat belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Jumlah siswa SD Inpres Ratulodong ada 20 orang. Siswa yang tuntas dalam pembelajaran ada 8 orang. Rincian perolehan nilai adalah siswa yang memperoleh nilai 6 ada 4 orang, siswa yang memperoleh nilai 7 ada 3 orang, dan siswa yang memperoleh nilai 8 ada 1 orang. Prosentase ketuntasan secara klasikal adalah 40%. Sedangkan siswa yang tidak tuntas dalam pembelajaran ada 12 orang. Rincian perolehan nilai adalah siswa yang memperoleh nilai 5 ada 4 orang, siswa yang memperoleh nilai 4 ada 4 orang, siswa yang memperoleh nilai 3 ada 2 orang dan siswa yang memperoleh nilai 2 ada 2 orang. Prosentase ketidaktuntasan secara klasikal adalah 60%.

Menurut Piaget yang dikutip oleh Pitadjeng (2006), umumnya anak Sekolah Dasar (SD) berumur 6/7 – 12 tahun berada pada periode operasi konkret. Periode ini disebut operasi konkret sebab berpikir logiknya didasarkan pada manipulasi fisik objek-objek konkret. Anak yang masih berada pada periode ini untuk berpikir abstrak masih membutuhkan bantuan memanipulasi objek-objek konkret atau pengalaman-pengalaman yang dialaminya. Rendahnya hasil belajar yang diperoleh siswa kelas IV SD Inpres Ratulodong karena guru belum menggunakan media pembelajaran untuk membangkitkan minat siswa terhadap mata pelajaran matematika.

Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SD Inpres Ratulodong. Salah satu upaya yang digunakan dalam pembelajaran matematika di kelas IV SD Inpres Ratulodong adalah menggunakan media garis bilangan. Media garis bilangan digunakan untuk membantu siswa dalam menemukan jawaban yang diberikan. Siswa berupaya menemukan sendiri jawaban terhadap pertanyaan melalui media garis bilangan.

Dengan latar belakang diatas maka peneliti akan merumuskan sebuah judul ”Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Tentang Operasi Hitung Bilangan Bulat Dengan Menggunakan Media Garis Bilangan Di Kelas IV SD Inpres Ratulodong.”

Yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana upaya meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SD Inpres Ratulodong pada mata pelajaran matematika melalui penggunaan media garis bilangan?” Pemecahan masalah dalam penelitian ini melalui empat tahapan yaitu : perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Tujuan penelitian adalah:  mendeskripsikan efektifitas penggunaan media garis bilangan pada mata pelajaran matematika di kelas IV SD Inpres Ratulodong dan mendeskripsikan tentang kendala yang dihadapi guru dalam penggunaan media garis bilangan serta pemecahan masalahnya. Adapun manfaat dari penelitian ini adalah :(1) Bagi Siswa; Manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini bagi siswa adalah meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika tentang operasi hitung bilangan bulat dan memperoleh alternatif pembelajaran yang mengaktifkan dan menyenangkan siswa dengan menggunakan media garis bilangan. (2) Bagi Guru; Manfaat yang diharapkan bagi guru adalah sebagai referensi bagi guru dalam penggunaan media garis bilangan dalam pembelajaran metematika tentang operasi hitung bilangan bulat dan menambah wawasan tentang pembuatan media pembelajaran garis bilangan dan pengembangannya. (3) Bagi Sekolah ; Penelitian ini diharapkan mampu memberikan masukan bagi sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan pada umumnya dan kualitas pembelajaran matematika pada khususnya dalam menggunakan media pembelajaran. (4) Bagi Peneliti; Penelitian ini akan memberikan manfaat berupa pengalaman praktis dalam bidang penelitan.

Metode Penelitian

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dianalisis secara deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada semester dua, tahun ajaran 2015/2016 tepatnya pada bulan Maret – Juni 2016. Tempat penelitian pada SD Inpres Ratulodong Kecamatan Tanjung Bunga   Kabupaten Flores Timur. Subyek penelitian adalah  siswa kelas IV  SD Inpres Ratulodong yang berjumlah 20 orang siswa yang terdiri dari  9 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan dengan kemampuan yang berbeda.

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus. Tiap-tiap siklus dilaksanakan dalam empat tahapan yang diuraikan sebagai berikut: Siklus I; (a) Perencanaan, kegiatan yang dilaksanakan adalah  melakukan konsultasi dengan pembimbing perencanaan pembelajaran pada siklus I. Guru menyiapkan rencana pembelajaran siklus I. Guru menyiapkan Lembar Kerja Siswa (LKS), guru menyiapkan lembaran pengamatan dan soal evaluasi dan melakukan konsultasi dengan supervisor II tentang RPP siklus I. (b) Pelaksanaan; Guru menjelaskan materi pembelajaran. Siswa mendengarkan penjelasan guru. Siswa dibagi dalam empat kelompok. Guru membagikan LKS. Siswa menyelesaikan soal yang diberikan guru dalam LKS. Guru menilai pekerjaan siswa dan guru memberikan tes siklus I. (c) Observasi; Kegiatan yang dilakukan dalam observasi adalah :guru peneliti melakukan pengamatan terhadap siswa. Pembimbing melakukan pengamatan kepada guru peneliti selama proses pembelajaran berlangsung dengan menggunakan format yang tersedia. Guru peneliti menganalisis hasil evaluasi siswa. (d) Refleksi ; Setelah peneliti melihat hasil yang diperoleh dari supervisor II, supervisor II dan guru peneliti berdiskusi membahas kekurangan dan melakukan perbaikan pembelajaran pada siklus II. Guru merancang perbaikan pembelajaran untuk meyempurnakan tindakan pada siklus dua.

Siklus II; Pelaksanaan rencana tindakan kedua merujuk pada data siklus I dan sesuai dengan hasil refleksi dengan tahapan sebagai berikut : (a) Perencanaan; kegiatan yang dilaksanakan adalah guru menyiapkan rencana perbaikan pembelajaran. Guru menyiapkan LKS. Guru menyiapkan lembaran evaluasi. Guru peneliti meminta bantuan kepada supervisor II untuk mengamati proses pembelajaran.(b) Pelaksanaan; Kegiatan yang dilakukan dalam pelaksanaan siklus II adalah : Guru menjelaskan materi pembelajaran. Siswa mendengarkan penjelasan guru. Siswa dibagi dalam lima kelompok Guru memberikan latihan soal dan menyelesaikan soal yang diberikan guru dengan menggunakan media garis bilangan. Guru memberikan soal kepada siswa. Siswa menyelesaikan soal yang diberikan guru dengan menggunakan media garis bilangan. Siswa melaporkan hasil pekerjaannya didepan kelas. Guru menilai pekerjaan siswa. Bersama siswa merangkum materi pembelajara. Guru memberikan  tes siklus II. (c) Observasi ; kegiatan yang dilakukan adalah guru pengamat melakukan pengamatan kepada siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Guru pengamat melakukan pengamatan kepada guru peneliti selama proses pembelajaran berlangsung. Guru peneliti menganalisis hasil evaluasi siswa. (d) Refleksi; Bersama pembimbing berdiskusi tentang hasil yang diperoleh pada siklus ke dua. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik Tes dan observasi. Untuk mengetahui hasil dari rata-rata kelas dan ketuntasan nilai secara klasikal dapat diketahui  dengan rumus dibawah ini.

Nilai rata-rata kelas diperoleh dari :

Keterangan:

M = Rata – rata kelas

N   = Jumlah siswa

Nilai ketuntasan dapat diperoleh dari :

Keterangan :

P    = Prosentasi ketuntasan belajar klasikal

N   =  Jumlah siswa (Arikunto, 2002)

Data hasil tes belajar dianalisis dengan menggunakan acuan tingkat pemahaman atau penguasaan siswa. Tingkat pemahaman siswa ditentukan dengan menggunakan kriteria penilaian sebagai berikut:

  • 80 – 100  = Amat baik (A)
  • 70 – 79    = Baik (B)
  • 60 –  69   =  Cukup (C)
  • 50  – 59   = Kurang (K)

Pembahasan

Pada pembelajaran siklus I guru menjelaskan materi pembelajaran, siswa mendengarkan penjelasan guru, siswa dibagi dalam empat kelompok, guru membagikan LKS, siswa menyelesaikan soal yang diberikan guru dalam LKS, guru menilai pekerjaan siswa dan guru melaksanakan tes siklus I. Dalam pembelajaran siklus I jumlah siswa yang aktif dalam pembelajaran ada 10 orang dengan prosentase keaktifan sebesar 50%, siswa yang kurang aktif ada 8 orang dengan prosentase sebesar 40% dan siswa yang tidak aktif ada 2 orang dengan prosentase sebesar 10%. Sedangkan hasil observasi guru siklus I menunjukkan jumlah nilai yang diperoleh dalam observasi guru siklus I adalah 15,39, dengan rata-rata skor adalah 3,85. Dengan melihat hasil yang diperoleh guru maka guru dikatakan baik dalam melaksanakan pembelajaran siklus I. Jumlah nilai siswa siklus I adalah 115, rata-rata kelas 5, 75. jumlah siswa yang tuntas dalam pembelajaran ada 11 orang dengan prosentase ketuntasan secara klasikal 55%. Sedangkan siswa yang tidak tuntas ada 9 orang dengan prosentase ketidaktuntasan sebesar 45%.

Melihat hasil yang ada pada siklus I maka peneliti dan guru pengamat melakukan refleksi. Hasil yang diperoleh dari refleksi adalah guru belum meggunakan metode sesuai dengan materi yang diajarkan. Guru belum menyediakan media pembelajaran sehingga siswa kurang mengerti tentang materi yang disampaikan dalam pembelajaran. Akibat dari pembelajaran yang tidak menggunakan media pembelajaran siswa kurang aktif dalam pembalajaran. Hasil yang diperoleh siswa dalam pembelajaran siklus I belum menunjukkan hasil yang memuaskan sehingga perlu diadakan perbaikan pembelajaran pada siklus II.

Pada pertemuan siklus II guru menjelaskan materi pembelajaran, siswa mendengarkan penjelasan guru, siswa dibagi dalam lima kelompok. Guru memberikan latihan soal dan menyelesaikan soal yang diberikan guru dengan menggunakan media garis bilangan. Guru memberikan soal kepada siswa. Siswa menyelesaikan soal yang diberikan guru dengan menggunakan media garis bilangan. Siswa melaporkan hasil pekerjaannya didepan kelas. Guru menilai pekerjaan siswa. Guru bersama siswa merangkum materi pembelajaran. Guru memberikan  tes siklus II. Hasil observasi siswa menunjukkan bahwa siswa yang kurang aktif ada 2 orang dengan prosentase 10%, sedangkan siswa yang aktif dalam pembelajaran ada 18 orang dengan prosentase 90%.  Dan hasil observasi guru menunjukkan bahwa jumlah nilai yang diperoleh dalam observasi guru siklus II adalah 15,90, dengan rata-rata skor adalah 3,97. Dengan melihat hasil yang diperoleh guru maka guru dikatakan baik dalam melaksanakan pembelajaran siklus II.

Pembelajaran siklus II diakhiri dengan pemberian post tes. Hasil post menunjukkan bahwa siswa yang tuntas dalam pembelajaran ada 18 orang dengan prosentase 90%. Sedangkan siswa yang tidak tuntas adalah 2 orang dengan prosentase 10%. Jumlah nilai siklus II 154 dengan rata-rata kelas 7,7.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil yang diperoleh siswa siklus I dan siklus II menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan maka disimpulkan bahwa penggunaan media garis bilangan dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SD Inpres Ratulodong.

Saran

Berdasarkan hasil yang diperoleh siklus I dan siklus II maka peneliti menyampaikan saran kepada : (1) Siswa; sebaiknya siswa melibatkan diri secara langsung dalam menggunakan media garis bilangan dalam pembelajaran matematikan tentang operasi hitung bilanagan bulat untuk meningkatkan hasil belajarnya. (2) Guru; Sebaiknya guru menggunakan media garis bilangan dalam pembelajaran matematika tentang operasi hitung bilangan bulat. (3) Sekolah; merekomodasikan bahwa media garis bilangan sebagai media yang mampu mengoptimalkan pembelajaran di sekolah dasar pada mata pelajaran matematika tentang operasi hitung bilangan bulat. (4) Peneliti; Penelitian ini akan memberikan manfaat berupa pengalaman praktis dalam bidang penelitan.(*)

No comment for Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Tentang Operasi Hitung Bilangan Bulat Dengan Menggunakan Media Garis Bilangan Di Kelas IV SD Inpres Ratulodong

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *