Menu Click to open Menus
Home » OPINI » Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VI SDK Waibalun I Tentang Faktor Prima Dengan Metode Diskusi

Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VI SDK Waibalun I Tentang Faktor Prima Dengan Metode Diskusi

(470 Views) June 17, 2017 2:15 pm | Published by | No comment

Oleh: Theresia Muku Tukan, S.Pd

Pengamatan awal dari guru memperlihatkan bahwa masalah di kelas saling berkaitan satu sama lain. Motivasi dan hasil belajar siswa yang rendah disebabkan oleh perhatian siswa terhadap pembelajaran kurang efektif dan efisien. Sehingga ketika guru memberi kesempatan bagi siswa untuk mengajukan pertanyaan, sebagian besar siswa tidak bertanya walaupun materi pembelajaran belum dimengerti. Masalah tersebut berdampak pada hasil belajar siswa.

Pengalaman empirik mengajar matematika di kelas VI SDK Waibalun I tentang faktor prima, menunjukkan hasil belajar siswa yang belum memuaskan. Dari 23 siswa kelas VI SDK Waibalun I, hanya 8 (delapan) siswa yang tuntas. Dimana, satu siswa memperoleh nilai 9, 5 (lima) siswa memperoleh nilai 8 dan 3 (tiga) siswa memperoleh nilai 7. Prosentase ketuntasan secara klasikal adalah 34,78%.

Upaya peningkatan kualitas pembelajaran Matematika membutuhkan keberanian untuk merombak cara atau pendekatan mengajar. Cara mengajar yang tidak memberikan peluang kepada siswa untuk aktif dalam kegiatan pembelajaran hendaknya dirombak ke arah yang menumbuhkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran.

Salah satu cara untuk meningkatkan hasil belajar Matematika adalah menggunakan metode pembelajaran variatif. Antara lain, seperti yang dilakukan dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI SDK Waibalun I adalah menggunakan metode diskusi.

Metode diskusi dapat merangsang siswa berinteraksi untuk saling melengkapi dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi berkaitan dengan tugas yang diberikan guru. Peluang siswa untuk aktif juga lebih tinggi.

Untuk itulah, dilakukan penelitian ini di SDK Waibalun I. Tujuannya adalah meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI SDK Waibalun I dengan menggunakan metode diskusi.

Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat bagi 4 (empat) stakeholhers. Pertama, siswa. Siswa kelas VI SDK Waibalun I akan lebih termotivasi terhadap mata pelajaran matematika tentang faktor prima dan meningkatkan hasil belajarnya pada materi faktor prima.

Kedua, guru. Memberikan umpan balik dan dasar memperbaiki proses pembelajaran dan guru dapat menerapkan metode diskusi dalam pembelajaran matematika tentang faktor prima di kelas VI. Ketiga, sekolah. Sekolah mendapat masukan tentang pelaksanaan perbaikan pembelajaran. Meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Kepala sekolah dapat menghimbau kepada guru kelas dalam kaitannya dengan pembelajaran matematika tentang faktor prima dalam meningkatkan hasil belajar siswa.

Keempat, peneliti. Sebagai bahan masukan bagi peneliti dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Juga, sebagai masukan bagi peneliti selanjutnya dalam mengembangkan penelitian yang lebih baik dengan memperhatikan kelemahan yang ada pada penelitian ini.

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dianalisis secara deskriptif kualitatif. Kegiatan penelitian ini terdiri dari empat tahap. Yaitu, perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.

Penelitian ini dilaksanakan pada semester satu tahun ajaran 2015/2016. Tepatnya pada bulan Agustus 2016. Tempat penelitian adalah SDK Waibalun I, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur.

Subyek penelitian adalah siswa kelas VI  SDK Waibalun I yang berjumlah 23 siswa, yang terdiri dari 10 laki-laki dan 13 perempuan. Kemampuan siswa berbeda-beda.

Pelaksanaan kegiatan terbagi dalam 2 (dua) siklus. Siklus I adalah guru menjelaskan materi pembelajaran. Siswa mendengarkan penjelasan guru. Siswa dibagi dalam empat kelompok. Guru membagikan LKS. Siswa menyelesaikan soal yang diberikan guru dalam LKS. Guru menilai pekerjaan siswa. Guru memberikan tes siklus I.

Sedangkan, kegiatan siklus II adalah guru menjelaskan materi pembelajaran. Siswa mendengarkan penjelasan guru. Siswa dibagi dalam lima kelompok, dan guru memberikan soal kepada siswa. Siswa menyelesaikan soal yang diberikan guru. Siswa melaporkan hasil pekerjaannya di depan kelas. Guru menilai pekerjaan siswa. Guru bersama siswa merangkum materi pembelajaran. Guru memberikan tes siklus II.

Teknik pengumpulan data adalah dengan menggunakan metode tes dan observasi.

Pembahasan

Dalam pembelajaran siklus I, 8 (delapan) siswa yang aktif dalam pembelajaran. Artinya, hanya 34,78% dari 23 siswa yang aktif. Siswa yang kurang aktif sebanyak 12 (dua belas) orang atau 51,17%. Sedangkan siswa yang tidak aktif berjumlah 3 (tiga) orang dengan prosentase sebesar 13,15%.

Sedangkan hasil observasi guru siklus I menunjukkan jumlah nilai yang diperoleh dalam observasi guru siklus I adalah 15,39, dengan rata-rata skor adalah 3,85. Dengan melihat hasil yang diperoleh guru maka guru dikatakan baik dalam melaksanakan pembelajaran siklus I. Jumlah nilai siswa siklus I adalah 154,25, rata-rata kelas 6,71. Prosentase ketuntasan secara klasikal 39,13%.

Dari hasil siklus I, maka peneliti dan guru pengamat melakukan refleksi. Dimana, diketemukan bahwa guru belum meggunakan metode sesuai dengan materi yang diajarkan.

Akibat dari pembelajaran yang tidak menggunakan metode yang sesuai dengan materi pembelajaran, sehingga hasil belajar yang diperoleh siswa dalam pembelajaran siklus I belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Karenanya, perlu diadakan perbaikan pembelajaran pada siklus II.

Pada kegiatan siklus II, guru menjelaskan materi pembelajaran. Siswa mendengarkan penjelasan guru. Siswa dibagi dalam lima kelompok. Guru memberikan soal kepada siswa. Siswa menyelesaikan soal yang diberikan guru. Siswa melaporkan hasil pekerjaannya didepan kelas. Guru menilai pekerjaan siswa. Bersama siswa merangkum materi pembelajaran.

Selanjutnya, guru memberikan tes siklus II. Hasil observasi siswa menunjukkan bahwa siswa yang kurang aktif hanya 2 (dua) orang dengan prosentase 8,70%, sedangkan siswa yang aktif dalam pembelajaran ada 21 orang dengan prosentase 91,30%.

Dan hasil observasi guru menunjukkan bahwa jumlah nilai yang diperoleh dalam observasi guru siklus II adalah 15,90, dengan rata-rata skor adalah 3,97. Melihat hasil yang diperoleh guru maka guru dikatakan baik dalam melaksanakan pembelajaran siklus II.

Pembelajaran siklus II diakhiri dengan pemberian post tes. Hasil post menunjukkan bahwa siswa yang tuntas dalam pembelajaran ada 21 orang dengan prosentase 91,30%. Sedangkan siswa yang tidak tuntas adalah 2 orang dengan prosentase 8,70%. Jumlah nilai siklus II adalah 165,25 dengan rata-rata kelas 7,18.

Berdasarkan hasil observasi siswa, observasi guru serta hasil evaluasi yang diperoleh pada siklus I dan siklus II dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode diskusi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI SDK Waibalun I, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur Tahun Ajaran 2015/2016.

Saran

Berdasarkan hasil yang diperoleh siklus I dan siklus II maka peneliti menyampaikan beberapa saran sebagai berikut: (1) Siswa: Siswa kelas VI lebih termotivasi terhadap mata pelajaran matematika tentang faktor prima dan meningkatkan hasil belajarnya pada materi faktor prima.

(2) Guru : Memberikan umpan balik dan dasar memperbaiki proses pembelajaran dan guru dapat menerapkan metode diskusi dalam pembelajaran matematika tentang faktor prima di kelas VI.

(3) Bagi sekolah. Kepala sekolah dapat menghimbau kepada guru kelas dalam kaitannya dengan pembelajaran matematika tentang faktor prima dalam meningkatkan hasil belajar siswa.

(4) Bagi Peneliti : Sebagai bahan masukan bagi peneliti selanjutnya dalam mengembangkan penelitian yang lebih baik dengan memperhatikan kelemahan yang ada pada penelitian ini.(*)

Topik: ,
News:

No comment for Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VI SDK Waibalun I Tentang Faktor Prima Dengan Metode Diskusi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.