Menu Click to open Menus
Home » PENDIDIKAN » Menggunakan Media Gambar Untuk Tingkatkan Hasil Belajar Siswa Tentang Alat Pernapasan Manusia

Menggunakan Media Gambar Untuk Tingkatkan Hasil Belajar Siswa Tentang Alat Pernapasan Manusia

(106 Views) September 11, 2018 4:01 am | Published by | No comment

Ilustrasi

Pada Mata Pelajaran IPA Bagi Siswa Kelas V SDI Basarani, Kecamatan Wotan Ulumado, Kabupaten Flores Timur

Oleh: Yohanes Ibrahim, S.Pd

Pendahuluan

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya. Pendidikan mempunyai tujuan untuk mengembangkan sumber daya manusia yang dilakukan secara sistematis, praktis dan berjenjang. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, guru memiliki peranan yang sangat besar demi tercapainya proses pembelajaran yang baik. Sehubungan dengan peranan ini, seorang guru dituntut harus mempunyai kompetensi yang memadai dalam hal mengajar di sekolah. Kurangnya kompetensi guru menyebabkan pelaksanaan mengajar menjadi kurang lancer, yang berimplikasi pada siswa tidak senang pelajaran. Akibatnya, siswa mengalami kesulitan dalam belajar, dan prestasi dalam belajarnya menurun.

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SD merupakan salah satu kajian yang selalu menarik untuk dikemukakan karena adanya perbedaan karakteristik khususnya antara hakikat Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Untuk itu, perlu adanya jembatan yang dapat menganalisis perbedaan atau pertentangan tersebut.

Perkembangan berpikir usia SD belum formal dan cenderung masih konkrit ditambah bagi perkembangan intelegensinya, serta jumlah populasi siswa SD yang besar dengan progam belajar wajib 12 tahun ini menyebabkan faktor-faktor di atas perlu diperhatikan agar proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SD dapat berhasil.

Tujuan dari pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SD sendiri adalah siswa memahami konsep-konsep Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) secara sederhana dan mampu menggunakan media gambar dalam proses pembelajaran. Agar tujuan tersebut dapat tercapai, maka Ilmu Pengetahuan Alam perlu diajarkan dengan cara yang tepat dan dapat melibatkan siswa secara aktif yaitu melelui pendekatan penggunaan media ajar.

Dalam proses kegiatan belajar mengajar siswa di kelas Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SD merupakan salah satu kajian yang selalu menarik untuk dikemukakan karena adanya perbedaan karakteristik khususnya antara hakikat Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Untuk itu perlu adanya jembatan yang dapat menganalisis perbedaan atau pertentangan tersebut. Perkembangan berfikir usia SD belum formal dan cenderung masih kongrit ditambah bagi perkembangan intelegensinya, serta jumlah populasi siswa SD yang besar dengan progam belajar wajib 12 tahun ini menyebabkan faktor-faktor diatas perlu diperhatikan agar proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SD dapat berhasil.

Sebagai guru yang melakukan kegiatan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam mesti timbul rasa kurang puas asal hasil yang diperoleh siswanya tidak memenuhi kriteria keberhasilan/ketuntasan belajar. Guru tersebut pasti menyadari tujuan dari pembelajaran yang baru disampaikan kurang berhasil. Beberapa pertanyaan mungkin timbul dari pemasalahan diatas, salah satunya yang mendasar adalah mengapa masih banyak siswa SD itu tidak berhasil atau tidak tuntas dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)nya?

Dalam proses kegiatan belajar mengajar siswa di kelas V SDI Basarani, Kecamatan Wotan Ulumado, Kabupaten Flores Timur  hasil pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) tentang alat pernapasan menunjukkan rendahnya tingkat penguasaan siswa terhadap materi  pelajaran. Dari jumlah murid 16 siswa, yang tuntas hanya 5 siswa sedangkan 11  siswa dinyatakan tidak tuntas karena nilai yang diperoleh di bawah standar KKM.

Untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penggunaan media gambar diharapkan dapat mendapatkan aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar sehingga dalam proses mengajar itu aktivitasnya tidak hanya didominasi oleh guru, dengan demikian siswa akan terlibat secara fisik, emosional dan intelektual yang pada gilirannya diharapkan konsep  energi alternatif yang diajarkan oleh guru dapat difahami oleh siswa. Berdasarkan uraian dari latar belakang tersebut diatas maka dalam penelitian ini memilih judul “Menggunakan Media Gambar Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Tentang Alat Pernapasan Manusia Pada Mata Pelajaran IPA Bagi Siswa Kelas V SDI Basarani, Kecamatan Wotan Ulumado, Kabupaten Flores Timur”.

Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana penggunaan media gambar untuk meningkatkan hasil belajar tentang alat pernapasan manusia bagi siswa kelas V SDI Basarani dapat meningkat?”

Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan pemahaman siswa kelas V SDI Basarani Kecamatan Wotan Ulumado Kabupaten Flores Timur tentang alat pernapasan manusia dengan menggunakan media gambar.

Adapun manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut : (1) Meningkatkan proses hasil belajar siswa. (2) Dapat meningkatkan pemahaman siswa khususnya pada materi alat pernapasan manusia. (3) Membantu guru dalam memperbaiki proses pembelajaran. (4) Meningkatkan percaya diri. (5) Membantu guru aktif dalam mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan. (6) Hasil penelitian ini akan memberikan sumbangan yang baik pada sekolah karena dapat memacu tumbuhnya semangat kolaborasi antara komponen pendidik.

Metode Penelitian

Penelitian perbaikan pembelajaran ini adalah siswa kelas V SDI Basarani, Kecamatan Wotan Ulumado, kabupaten Flores Timur dengan jumlah siswa 21 orang, laki-laki 10 orang dan perempuan 11 orang. Tempat penelitian ini dilaksanakan di SD Inpres Basarani, Kecamatan Wotan Ulumado, Kabupaten Flores Timur.

Penelitian dilaksanakan dari awal bulan Februari sampai dengan awal bulan April 2018.

Desain Prosedur Perbaikan. (a) Siklus I; Perencanaan : yang dilaksanakan adalah menyiapkan RPP. Membuat instrument yang digunakan dalam siklus 1 serta alat bantu yang dibutuhkan. Menyusun skenario pembelajaran. Menentukan strategi pembelajaran. Menyiapkan butir soal dan evaluasi. Menyiapkan bahan ajar dengan materi yang telah dipilih. Menyusun LKM – 1. Membuat rencana pembelajaran dan lembaran observasi.

Pelaksanaan; kegiatan yang dilaksanakan adalah Membagi peserta didik dalam 2 kelompok. Masing-masing kelompok berjumlah 8 orang.  Melaksanakan kegiatan inti yang ada dalam RPP. Membagikan LKS yang disiapkan kepada setiap kelompok. Guru memberikan penjelasan tentang pengisian LKS. Peserta didik mulai aktif bekerja dalam kelompok. Pelaporan hasil kegiatan kelompok. Guru memberikan rangkuman. Membuat tes akhir siklus I. Menganalisa hasil belajar siswa.

Observasi / Pengamatan proses pembelajaran secara kolaborator dengan menggunakan lembaran observasi. Menilai hasil kerja peserta didik.

Refleksi ; Metode pembelajaran belum optimal karena jumlah kelompok sedikit dengan anggotanya banyak sehingga kelompok akan diperbanyak pada kegiatan berikutnya. Waktu belum memadai. Memperbaiki pembelajaran pada kegiatan berikutnya.

(b) Siklus II ; Perencanaan kegiatan yang dilaksanakan adalah menyusun RPP-2. Melihat masalah apa saja yang muncul pada Siklus I dan mulai merancangkan model pembelajarannya. Menyusun skenario pembelajaran. Merencanakan pembagian kelompok. Membagi LKS yang telah disiapkan. Menyusun butir-butir soal sebagai bahan evaluasi. Mengadakan konsultasi dengan Kepala Sekolah. Mengembangkan program tindakan dalam proses pembelajaran pada Siklus II.

Pelaksanaan meliputi peneliti menggunakan media gambar sebagai media pembelajaranMembuka pertemuan dengan kegiatan awal. Menyampaikan materi yang akan dibahas. Melaksanakan kegiatan inti. Membagi siswa dalam  kelompok diskusi dengan tiap kelompok 4 orang. Membagi LKS yang telah disiapkan. Membimbing kelompok diskusi yang mengalami kesulitan. Mempresentasekan hasil diskusi di depan kelas. Memberi evaluasi akhir setelah pertemuan.

Observasi; kegiatan yang dilaksanakan adalah mengamati perilaku peserta didik selama proses pelaksanaan tindakan berlangsung dengan menggunakan lembaran observasi, di mana peserta didik sudah bebas menyampaikan pendapatnya antar teman kelompok. Memeriksa dan menilai LKS baik kelompok maupun perorangan dalam lembaran observasi. Refleksi; Peneliti menyadari bahwa pembelajaran dapat berhasil baik karena menggunakan media dalam pembelajaran.

Dalam penelitian ini teknik pengumpulan datanya antara lain : Observasi dilakukan untuk mengetahui proses pembelajaran dengan menggunakan media gambar. Tes digunakan untuk mengetahui sejauhmana pemahaman peserta didik terhadap materi yang dipelajarainya.

Analisis Data; Data yang dianalisis adalah data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif adalah data observasi dan evaluasi. Sedangkan data kuantitatif adalah dokumen siswa.

Kriteria Keberhasilan; Adapun indikator kerja untuk mengukur prestasi atau keberhasilan belajar siswa adalah:  Hasil belajar siswa dalam pembelajaran membuat denah dan peta lingkungan dinyatakan berhasil bila 85% dari jumlah siswa tuntas belajar. Siswa dinyatakan tuntas belajar bila hasil belajar siswa dalam pembelajaran mencapai 85% atau lebih siswa memperoleh nilai minimal 65 (enam puluh lima).

Pembahasan

Pada pembelajaran siklus I Guru menjelaskan materi pembelajaran. Guru membagi LKS kepada siswa. Siswa mengerjakan tugas dalam LKS. Guru mendampingi siswa dalam mengerjakan tugas sesuai dengan LKS yang dibagi. Guru merangkum materi pembelajaran dan melaksanakan post test.

Jumlah siswa yang aktif dalam pembelajaran ada 8 orang dengan prosentase keaktifan sebesar 38,09%, siswa yang kurang aktif ada 10 orang dengan prosentase sebesar 47,62% dan siswa yang tidak aktif ada 2 orang dengan prosentase sebesar 14,28%. Sedangkan Jumlah nilai yang diperoleh dalam observasi guru siklus I adalah 15,39, dengan rata-rata skor adalah 3,85. Dengan melihat hasil yang diperoleh guru maka guru dikatakan baik dalam melaksanakan pembelajaran siklus I. Pembelajaran siklus I diakhiri dengan pemberian post tes. Jumlah nilai siswa siklus I adalah 122, rata-rata kelas 5,81. Prosentase ketuntasan secara klasikal 57,14%.

Melihat hasil yang ada pada siklus I maka peneliti dan guru pengamat melakukan refleksi. Hasil yang diperoleh dari refleksi adalah guru belum menyediakan media pembelajaran sehingga siswa kurang mengerti tentang materi yang disampaikan dalam pembelajaran. Akibat dari pembelajaran yang tidak menggunakan media pembelajaran, siswa kurang aktif dalam pembalajaran. Hasil yang diperoleh siswa dalam pembelajaran siklus I belum menunjukkan hasil yang memuaskan sehingga perlu diadakan perbaikan pembelajaran pada siklus II.

Pada pertemuan siklus II guru pengamat melakukan pengamatan kepada siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Guru pengamat melakukan pengamatan kepada guru peneliti selama proses pembelajaran berlangsung. Guru peneliti menganalisis hasil evaluasi siswa.

Hasil observasi siswa menunjukkan siswa yang kurang aktif ada 2 orang dengan prosentase 10%, sedangkan siswa yang aktif dalam pembelajaran ada 18 orang dengan prosentase 90%. Dan hasil observasi guru menunjukkan bahwa Jumlah nilai yang diperoleh dalam observasi guru siklus II adalah 15,90, dengan rata-rata skor adalah 3,98. Dengan melihat hasil yang diperoleh guru maka guru dikatakan baik dalam melaksanakan pembelajaran siklus II.

Pembelajaran siklus II diakhiri dengan pemberian post tes. Hasil post menunjukkan bahwa siswa yang tuntas dalam pembelajaran ada 18 orang dengan prosentase 85,71%. Sedangkan siswa yang tidak tuntas adalah 3 orang dengan prosentase 10%. Jumlah nilai siklus II adalah 159 dengan rata-rata kelas 7,57.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil observasi siswa, observasi guru serta hasil evaluasi yang diperoleh pada siklus I dan siklus II  dikatakan bahwa penggunaan media gambar dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Inpres Basarani Kecamatan Wotan Ulumado Kabupaten Flores Timur tahun ajaran 2017/2018.

Saran

Berdasarkan hasil yang diperoleh siklus I dan siklus II maka peneliti menyampaikan beberapa saran sebagai berikut : Sebaiknya guru menggunakan media gambar dalam pembelajaran IPA tentang alat pernapasan manusia. Penggunaan media pembelajaran sangat membantu siswa dalam melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran.(*)

No comment for Menggunakan Media Gambar Untuk Tingkatkan Hasil Belajar Siswa Tentang Alat Pernapasan Manusia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.