Menu Click to open Menus
Home » PENDIDIKAN » Menggunakan Media Gambar Dalam Meningkatkan Kemampuan Menulis Karangan Bagi Siswa III SDK Larantuka III

Menggunakan Media Gambar Dalam Meningkatkan Kemampuan Menulis Karangan Bagi Siswa III SDK Larantuka III

(87 Views) November 18, 2017 1:09 am | Published by | No comment

Oleh: Falentina Dau, S.Ag

PENDAHULUAN

Pembelajaran bahasa Indonesia pada aspek menulis, siswa dilatih untuk menggunakan kosa kata yang dimilikinya dan mampu menuangkannya dalam bentuk sebuah karangan singkat atau tulisan. Menulis merupakan suatu cara untuk menyampaikan ide atau gagasan kita kepada orang lain agar orang lain dapat memahaminya. Menulis merupakan suatu representasi bagian dari kesatuan bahasa.

Pengalaman peneliti mengajar bahasa Indonesia di kelas III SDK Larantuka III pada aspek menulis, kemampuan siswa belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Jumlah siswa kelas III SDK Larantuka III adalah 24 orang. Siswa yang tuntas dalam pembelajaran bahasa Indonesia aspek menulis adalah 10 orang dengan rincian, siswa yang memperoleh nilai 9 ada 2 orang, siswa yang memperoleh nilai 8 ada 3 orang dan siswa yang memperoleh nilai 7 ada 5 orang. KKM bahasa Indonesia adalah 70. Prosentase ketuntasan secara klasikal adalah 41,67%. Sedangkan siswa yang tidak tuntas ada 14 orang dengan rincian siswa yang memperoleh nilai 6 ada 6 orang, siswa yang memperoleh nilai 5 ada 7 orang dan siswa yang memperoleh nilai 4 ada 1 orang. Prosentase ketidaktuntasan secara klasikal ada 58,33%.

Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggunakan media pembelajaran gambar. Gambar digunakan guru dalam media pembelajaran untuk membantu siswa melihat dan mengekspresikan gambar tersebut dalam sebuah tulisan. Gambar yang ditampilkan lebih pada kegiatan sehari-hari murid. Upaya ini dimaksudkan juga untuk menggali kosa kata siswa yang ditemukan dalam lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.

Berdasarkan uraian diatas maka peneliti melakukan perbaikan pembelajaran dengan judul “Menggunakan Media Gambar Dalam Meningkatkan Kemampuan Menulis Karangan Bagi Siswa Kelas III SDK Larantuka III.”

Yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana upaya  meningkatkan kemampuan menulis karangan siswa kelas III SDK Larantuka III melalui penggunaan media gambar?”Dalam pemecahan masalah perlu dilakukan beberapa tahap untuk mengetahui tingkat keberhasilan dari peneliti yang meliputi empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan menulis karangan kelas III SDK Larantuka III. Penelitian ini memberi manfaat yang sebesar- besarnya bagi (1) Siswa; Meningkatkan kemampuan menulis siswa kelas III pada tingkat satuan pendidikan sekolah dasar.(2) Guru; Memberikan masukan kepada guru mata pelajaran bahasa Indonesia dalam pembelajaran.(3) Bagi sekolah; memberikan masukan kepada sekolah dalam pembelajaran bahasa Indonesia untuk menggunakan media gambar dalam meningkatkan kemampuan menulis siswa kelas III pada tingkat pendidikan Sekolah Dasar.(4) Bagi Peneliti ; Sebagai bahan masukan bagi peneliti dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dianalisis secara deskriptif kualitatif yang terdiri dari empat tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan pada semester dua, tahun ajaran 2016/2017 tepatnya pada bulan April sampai dengan bulan Mei 2017. Tempat penelitian pada SDK Larantuka III Kecamatan Larantuka   Kabupaten Flores Timur. Subyek penelitian adalah  murid kelas III  SDK Larantuka III yang berjumlah 24 orang siswa yang terdiri dari  14 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan dengan kemampuan yang berbeda. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus. Tiap-tiap siklus dilaksanakan dalam empat tahapan yang diuraikan sebagai berikut : Deskripsi Siklus I; Tahapan Perencanaan ; Melakukan konsultasi dengan pembimbing untuk merencanakan pembelajaran pada siklus I. Guru menyiapkan rencana pembelajaran siklus I. Guru membagi siswa dalam 4 kelompok. Guru menyiapkan Lembar Kerja Siswa (LKS). Guru menyiapkan lembaran pengamatan dan soal evaluasi. Melakukan konsultasi dengan pembimbingI tentang RPP siklus I. Tahapan Pelaksanaan; Guru menjelaskan tentang materi pembelajaran. Siswa mendengarkan penjelasan yang disampaikan oleh guru. Guru membagi LKS (Lembaran Kerja Siswa). Siswa menulis karangan singkat berdasarkan penjelasan guru. Siswa membacakan tulisannya didepan kelas. Guru melaksanakan tes siklus I. Tahapan Observasi ; Guru peneliti melakukan pengamatan terhadap siswa. Guru pembimbing melakukan pengamatan kepada guru peneliti selama proses pembelajaran berlangsung dengan menggunakan format yang tersedia. Guru peneliti menganalisis hasil evaluasi siswa. Tahapan Refleksi; Setelah peneliti melihat hasil yang diperoleh dari pelaksanaan pembelajaran siklus I maka guru peneliti berdiskusi dengan pembimbing untuk membahas kekurangan dan melakukan perbaikan pembelajaran pada siklus II.  Guru merancang perbaikan pembelajaran untuk meyempurnakan tindakan pada siklus dua.

Deskripsi Siklus II; Tahapan Perencanaan; Guru menyiapkan rencana perbaikan pembelajaran. Guru menyiapkan media gambar seri. Guru membagi siswa dalam delapan kelompok. Guru menyiapkan LKS. Guru menyiapkan lembaran evaluasi. Guru peneliti meminta bantuan kepada pembimbing untuk mengamati proses pembelajaran. Tahapan Pelaksanaan; Guru menjelaskan tentang materi pembelajaran. Siswa mendengarkan penjelasan yang disampaikan oleh guru. Guru menjelaskan tentang teknik menulis karangan singkat. Guru menjelaskan materi pembelajaran dengan menggunakan media gambar. Guru membagi LKS kepada siswa beserta gambar. Siswa menulis karangan singkat berdasarkan penjelasan guru melalui penggunaan media gambar. Siswa menulis karangan singkat dalam kelompok. Guru membimbing siswa dalam menulis karangan singkat dengan menggunakan media gambar. Siswa membacakan karangannya di depan kelas. Guru melaksanakan tes siklus II. Tahapan Observasi; Guru pengamat melakukan pengamatan kepada siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Guru pengamat melakukan pengamatan kepada guru peneliti selama proses pembelajaran berlangsung. Guru peneliti menganalisis hasil evaluasi siswa. Tahapan Refleksi; Bersama pembimbing berdiskusi tentang hasil yang diperoleh pada siklus ke dua. Instrumen yang yang digunakan dalam penelitian ini adalah :tes dan observasi. Teknik analisa data; Untuk mengetahui hasil dari rata-rata kelas dan ketuntasan nilai secara klasikal dapat diketahui  dengan rumus dibawah ini.

Nilai rata-rata kelas diperoleh dari : 

Keterangan:

M = Rata – rata kelas

Ex =jumlah nilai yang diperoleh siswa

N   = Jumlah siswa

Nilai ketuntasan dapat diperoleh dari :  

Keterangan :

P    = Prosentasi ketuntasan belajar

En = Jumlah siswa yang memperoleh ketuntasan

N   =  Jumlah siswa (Arikuntao, 2002).

Indikator Keberhasilan, data hasil tes belajar dianalisis dengan menggunakan acuan tingkat pemahaman atau penguasaan siswa. Tingkat pemahaman siswa ditentukan dengan menggunakan kriteria penilaian sebagai berikut: 80 – 100 = Amat baik (A), 70–79 = Baik (B), 60 – 69 = Cukup (C), 50 – 59  = Kurang (C).

Seorang siswa dikatakan telah tuntas belajar apabila telah memiliki daya serap 60 % ke atas. Sedangkan ketuntasan klasikal tercapai apabila paling sedikit 85 %  siswa di kelas tersebut telah tuntas belajar.

PEMBAHASAN

Pelaksanaan kegiatan siklus I mencakup eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi. Kegiatan  Eksplorasi, siswa menyimak materi penggolongan hewan, siswa diminta menjelaskan cara penegeloimpokkan hewan yaitu berdasarkan persamaan ciri misalnya jumlah kaki, cara bergerak, penutup tubuh, jenis makanannya, dan tempat hidupnya. Siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok, setiap kelompok diminta mengamati ciri-ciri berbagai hewan disekitar mereka. Hasil pengamatan dimasukkan ke dalam tabel. Guru membacakan petunjuk cara menjaga kebersihan kelas. Siswa diminta menyampaikan penjelasan cara menjaga kebersihan kelas. Guru menyuruh siswa menjawab pertanyaan yang diajukan.Guru menyuruh siswa mengungkapkan pendapatnya tentang isi teks drama yang didengarkan. Guru menyuruh siswa melengkapi kalimat yang ditulis di papan tulis Guru menyuruh siswa untuk membuat kalimat sesuai dengan penjelasan guru. Kemudian siswa menyusun karangan berdasarkan penjelasan guru.

Kegiatan Elaborasi meliputi, membiasakan siswa membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna; Memfasilitasi siswa melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis; Memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut; Memfasilitasi siswa dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif; Memfasilitasi siswa berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar dan memfasilitasi siswa membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok. Dalam pembelajaran siklus jumlah siswa yang aktif dalam pembelajaran ada 12 orang dengan prosentase keaktifan sebesar 50%, siswa yang kurang aktif ada 9 orang dengan prosentase sebesar 37,50% dan siswa yang tidak aktif ada 3 orang dengan prosentase sebesar 12,50%.

Sedangkan hasil observasi guru siklus I menunjukkan jumlah nilai yang diperoleh dalam observasi guru siklus I adalah 14,39, dengan rata-rata skor adalah 3,59. Dengan melihat hasil yang diperoleh guru maka guru dikatakan baik dalam melaksanakan pembelajaran siklus I. Pembelajaran siklus I diakhiri dengan pemberian post tes. Jumlah nilai siswa siklus I adalah 1610, rata-rata kelas 67,08. Prosentase ketuntasan secara klasikal 50%. .

Melihat hasil yang ada pada siklus I maka peneliti dan guru pengamat melakukan refleksi. Hasil yang diperoleh dari refleksi adalah guru belum media yang sesuai dengan materi pembelajaran sehingga siswa kurang mengerti tentang materi yang disampaikan dalam pembelajaran. Akibat dari pembelajaran yang tidak menggunakan media yang sesuai dengan materi pembelajaran maka hasil yang diperoleh siswa dalam pembelajaran siklus I belum menunjukkan hasil yang memuaskan sehingga perlu diadakan perbaikan pembelajaran pada siklus II.

Pelaksanaan kegiatan siklus II mencakup eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi. Kegiatan  Eksplorasi, siswa menyimak materi penggolongan hewan, siswa diminta menjelaskan cara penegeloimpokkan hewan yaitu berdasarkan persamaan ciri misalnya jumlah kaki, cara bergerak, penutup tubuh, jenis makanannya, dan tempat hidupnya. Siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok, setiap kelompok diminta mengamati ciri-ciri berbagai hewan disekitar mereka. Hasil pengamatan dimasukkan ke dalam tabel. Guru membacakan petunjuk cara menjaga kebersihan kelas. Siswa diminta menyampaikan penjelasan cara menjaga kebersihan kelas. Guru menyuruh siswa menjawab pertanyaan yang diajukan.Guru menyuruh siswa mengungkapkan pendapatnya tentang isi teks drama yang didengarkan. Guru memberikan dua buah gambar : 1. lingkungan kotor 2. lingkungan sehat. Guru menyuruh siswa melengkapi kalimat sesuai dengan gambar. Guru menyuruh siswa untuk memberikan saran terhadap kedua gambar tersebut. Guru menyuruh siswa untuk membuat kalimat sesuai dengan gambar. Siswa mengurutkan tiga buah gambar seri menjadi sebuah paragraph.

Kemudian siswa menyusun karangan berdasarkan gambar. Kegiatan Elaborasi meliputi, membiasakan siswa membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna. Memfasilitasi siswa melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis; Memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut; Memfasilitasi siswa dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif; Memfasilitasi siswa berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar dan memfasilitasi siswa membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;

Sedangkan kegiatan Konfirmasi mencakup guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa dan guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan.

Hasil observasi siswa menunjukkan menunjukkan bahwa semua siswa aktif dalam pembelajaran dengan prosentase 100%. Dan hasil observasi guru menunjukkan bahwa jumlah nilai yang diperoleh dalam observasi guru siklus II adalah 15,90, dengan rata-rata skor adalah 3,97. Dengan melihat hasil yang diperoleh guru maka guru dikatakan baik dalam melaksanakan pembelajaran siklus II.

Pembelajaran siklus II diakhiri dengan pemberian post tes. Hasil post menunjukkan bahwa bahwa semua siswa tuntas dalam pembelajaran dengan prosentase 100%. Jumlah nilai siklus II adalah 1840 dengan rata-rata kelas 76,67.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil yang diperoleh siswa siklus I dan siklus II menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan maka disimpulkan bahwa penggunaan media gambar seri dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas III SDK Larantuka III tentang menulis karangan singkat.

SARAN

Berdasarkan hasil yang diperoleh siklus I dan siklus II maka peneliti menyampaikan beberapa saran kepada : Siswa; Sebaiknya siswa selalu menggunakan media gambar dalam melatih keterampilan menulis sehingga dapat meningkatkan hasil belajar yang lebih memuaskan. Guru; Sebaiknya guru menggunakan media gambar dalam pembelajaran bahasa Indonesia tentang menulis karangan singkat. Sekolah; Merekomendasikan bahwa media gambar sebagai media yang mampu mengoptimalkan pembelajaran di sekolah dasar pada mata pelajaran bahasa Indonesia tentang menulis karangan singkat. Peneliti; Penelitian ini akan memberikan manfaat berupa pengalaman praktis dalam bidang penelitan.(*)

Topik: ,
News:

No comment for Menggunakan Media Gambar Dalam Meningkatkan Kemampuan Menulis Karangan Bagi Siswa III SDK Larantuka III

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *