Menu Click to open Menus
Home » POLKAM » Mengenal Lebih Dekat KRI Surabaya, KRI Dewa Ruci dan KRI Makasar

Mengenal Lebih Dekat KRI Surabaya, KRI Dewa Ruci dan KRI Makasar

(1272 Views) December 11, 2016 10:19 am | Published by | No comment

KRI Dewa Ruci sandar di Dermaga Lewoleba

LEWOLEBA, aksiterkni.com – Anda sekalian termasuk saya pasti ingin lebih tahu tentang KRI Surabaya, KRI Dewa Ruci dan KRI Makasar, yang sedah hamper sepekan berlabuh indah di pelabuhan laut lewoleba, menyongsong hari Nusantara 16 tahun 2016. Agar kita lebih tahu tentang ketiga kapal tersebut mari kita baca uraian berikut ini.

 

KRI SURABAYA

KRI Surabaya 591 adalah kapal perang jenis Landing Platform Dock (LPD) yang dipoduksi oleh Galangan kapal Daesun Shipbuildings & Engineering Co. Ltd, Korea Selatan. Kapal ini pembangunanya dimulai pada 26 September 2005 dan mulai resmi bertugas dalam jajaran Armada TNI AL pada 28 Maret 2008.

KRI Surabaya 591 merupakan kapal kedua dari tipe Makassar Class yang dibuat di korea selatan, sebelumnya juga pada tahun 2003 pihak Daesun Shipbuildings Engineering (DSE) telah menyerahkan kapal LPD tipe Dalpele Class yang oleh TNI dirubah menjadi KRI Dr Soeharso 990 diikuti dengan perubahan fungsi menjadi Kapal Bantu Rumah Sakit (BRS).

Sama halnya dengan KRI Makassar 590, pengukuhan nama Surabaya pada kapal ini didasarkan atas Surat Keputusan Kepala Staf Angkatan Laut tentang ketentuan pokok pemberian nama Kapal-kapal Perang Republik Indonesia. Dimana pemberian nama kapal perang RI berjenis LPD bersumber dari nama-nama kota maritim yang bersejarah bagi TNI AL.

KRI Surabaya 591 memiliki fungsi sebagai Kapal Komando/Markas juga sebagai kapal bantu angkut personel dan material tempur. Kapal ini memiliki panjang 122 meter dan lebar 22 meter serta berat 7.800 ton, untuk persenjataan Kapal ini dibekali sebuah meriam Boffors 40 mm, 4 pucuk meriam Oerlikon 20 mm serta 2 pucuk senjata anti serangan udara. Sebagai tenaga penggerak KRI Surabaya memiliki dua unit MPK motor utama yang mampu menempuh kecepatan maksimum 17 knot.

Sebagai Kapal perang yang bertanggung jawab dalam hal pergeseran kekuatan dan logistik, KRI Surabaya memiliki kemampuan angkut seperti menampung 722 ton bahan bakar dalam tankinya, membawa 624 ton air tawar, menampung 618 personel (100 orang ABK, 11 tamu, dan 507 pasukan) serta mampu membawa material tempur yang terdiri dari 15 truk, 22 tank, tiga helikopter tipe Mi-2/Bell, 2 unit landing craft utility (LCU).

Spesifikasi KRI Makassar 590, berat : 7.800 ton, panjang : 122 meter, lebar : 22 meter, draft : 4,5 meter, kecepatan maksimal : 17 knot, jarak tempuh : 30 hari (tanpa pasukan), awak kapal : 100 orang, dilengkapi sonar dan radar, Radar Navigasi Tokimec, Persenjataan, Meriam kal 40 mm bofors, Mitraliur 12,7, Rudal mistral simbad, Helikopter, 3 unit Helikopter (2 di geladak heli dan 1 di hanggar).

 

KRI DEWA RUCI

KRI Dewaruci adalah kapal latih bagi taruna/kadet Akademi Angkatan Laut, TNI Angkatan Laut. Kapal ini berbasis di Surabaya dan merupakan kapal layar terbesar yang dimiliki TNI Angkatan Laut. Nama kapal ini diambil dari nama dewa dalam kisah pewayangan Jawa, yaitu Dewa Ruci.

Kapal berukuran 58,5 meter dan lebar 9,5 meter dari kelas Barquentine ini dibangun di H.C. Stulchen & Sohn Hamburg, Jerman dan merupakan satu-satunya kapal layar tiang tinggi produk galangan kapal itu pada 1952 yang masih laik layar dari tiga yang pernah diproduksi. Pembuatan kapal ini dimulai pada tahun 1932, namun terhenti karena saat Perang Dunia II galangan kapal pembuatnya rusak parah. Kapal tersebut akhirnya selesai dibuat pada tahun 1952 dan diresmikan pada tahun 1953.

Dewaruci dibuat pada tahun 1952 oleh H.C. Stulchen & Sohn Hamburg, Jerman Barat, pertama diluncurkan pada tanggal 24 Januari 1953, dan diluncurkan pada tanggal 09 juli 1953 untuk berlayar menuju Indonesia. Pada tanggal 01 oktober 1953 KRI Dewaruci dibawah pimpinan Kapten A.F. Hottendorf Roosenow memasuki Pangkalan TNI AL di Surabaya dan selanjutya oleh Menteri / Panglima Angkatan Laut Laksamana Madya RE. Martadinata ditetapkan masuk jajaran Armada TNI AL dan dijadikan kapal latih Taruna AKABRI Laut dengan nama KRI DEWARUCI.

Kapal ini merupakan salah satu kapal latih TNI AL yang penggerak utamanya adalah layar, sedang penggerak lainya mesin berbaling-baling satu berdaun empat. Selain menggunakan layar, KRI Dewaruci juga menggunakan mesin 986 PK Diesel sebagai alat gerak dengan satu propeler berdaun 4. Kecepatan penuh 10,5 knot dengan mesin, 9 knot dengan layar.

Setiap tahunnya, kadet AAL berlayar dengan Dewa Ruci ke berbagai belahan dunia dengan tujuan utama adalah latihan pelayaran bintang atau disebut Kartika Jala Krida. KRI Dewaruci juga sering mengikuti lomba kapal layar di berbagai tempat di dunia. Kapal ini juga memiliki marching band sendiri, yaitu marching band taruna Akademi Angkatan Laut yang biasa dikenal dengan nama Gita Jala Taruna.

Kapal ini memiliki 3 tiang utama yaitu tiang Bima, Yudhistira dan Arjuna serta memiliki 16 layar.
Type: Barquentin, 16 layar dengan luas total 1091 m2, Tiang depan (35,25 m) memiliki (1) Flying Jib, (2) Outer Jib, (3) Middle Jib, (4) Inner Jib, (5) Royal Sail, (6) Top Gallant sail, (7) Upper top sail, (8) Lower top sail, (9) Fore sail. Tiang Utama (35,87 m) punya (1) Main top gallant sail, (2) Main top mast stay sail, (3) Main stay sail, (4) main top sail, (5) Main sail. Tiang akhir (32,50 m) memiliki (1) Mizzen top sail, dan (2) Mizzen sail.

 

KRI Makassar

KRI Makassar (590) adalah sebuah kapal LPD buatan Daesun Shipbuildings & Engineering CO. Ltd, Korea Selatan. Kapal ini merupakan kapal pertama dari dua kapal yang dibangun di Korsel dan dirancang sebagai kapal LPD (Landing Platform Dock) atau kapal yang mempunyai platform docking dan undocking untuk mengoperasikan LCU.

Selain sebagai kapal tempur yang mempunyai fungsi utama dalam Operasi Amfibi untuk mengangkut Pasukan beserta seluruh perlengkapan dan kendaraannya, kapal yang berteknologi desain semi stealth ini juga dapat difungsikan untuk untuk operasi kemanusiaan serta penanggulangan bencana alam, Kapal Rumah Sakit. Kontrak kapal ini ditandatangani pada Desember 2004, kontrak ini berisi tentang pengadaan satu Kapal Komando (KRI Tanjung Dalpele) dan empat kapal LPD (dua dibuat di Korea dan dua lainnya dibangun di PT PAL Surabaya).

Kapal ini mempunyai panjang 122 meter, lebar 22 meter tinggi keseluruhan 35 m itu dapat mengangkut sekitar 618 personel termasuk awak kapal, 22 ranpur/rantis, 15 Truk dan 3 helikopter. Kapal berdisplacement 7.600 ton itu, juga dilengkapi dengan landasan pendaratan helikopter (helipad).

Kapal ini dirancang khusus untuk mampu dipasang meriam 40 mm bofors, Mitraliur 12,7 mm dan kanon 20 mm , juga rudal anti udara jarak pendek Mistral , juga dilengkapi ruang CIC untuk sistem kendali senjata (fire control system), serta sebagai alat komunikasi dengan kapal-kapal jenis kombatan lain untuk melindungi pendaratan pasukan dan kendaraan tempur serta pengendalian pendaratan helikopter. (Osy/berbagai sumber)

Topik:
News:

No comment for Mengenal Lebih Dekat KRI Surabaya, KRI Dewa Ruci dan KRI Makasar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.