Menu Click to open Menus
Home » DESTINASI » Mencumbui Jingga Dari Puncak Bukit Cinta Lembata

Mencumbui Jingga Dari Puncak Bukit Cinta Lembata

(662 Views) May 10, 2018 10:22 pm | Published by | No comment

Mengapa disebut Bukit Cinta? Sangat boleh jadi karena panorama alam di bukit yang dikelilingi sejumlah bukit  lainnya itu, indah dan sejuk. Meski ditumbuhi rumput savanna dan ilalang dari lereng hingga ke puncak bukit dengan diselingi hutan mini pohon asam dan jenis pohon lainnya menambah magnetik asmara cinta remaja dan wisatawan menghampiri Bukit Cinta itu.

Tiada hari tanpa cinta ketika para wisatawan domestik maupun mancanegara mengunjungi Bukit Cinta. Letaknya tak jauh dari bibir pantai. Persisnya di kawasan Desa Bour, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata.

Pulau Lembata, yang dikenal tempo dulu dengan nama Lomblen, memiliki hamparan bukit dengan rumput ilalang. Karena itu, mudah terbakar jika tersulut api. Sangat logis jika, Lembata sering dipelesetkan sebagai Lembakar, atau Lembata Terbakar. Tetapi ketika, Lembata dipimpin oleh Bupati, Eliaser Yentji Sunur dan didampingi Wakil Bupati, Viktor Mado Watun pada periode 2011-2016, bukit gersang berbatu ditumbuhi padang savana itu menjadi begitu populer.

Didorong oleh komitmen kuat menjadikan pariwisata sebagai Leading Sector, dan jiwa seni sebagai seorang arsitek, Bupati Sunur melakukan gebrakan membenahi bukit itu menjadi lebih indah dan mempesona.

Di puncak bukit yang didominasi rerumputan dan satu dua pohon itu, dibangun sejumlah monumen dengan  tulisan, Love, sebagai tempat kawula muda dan kaum remaja memadu kasih dan berkisah menggapai cinta sejati.

Sementara di depan bukit cinta yang menghadap Selat Solor dan Pulau Adonara dengan Gunung Ile Boleng yang menjulang tinggi itu, terpampang sebuah tulisan : Wolor Pass, berwarna merah. Tulisan itu dapat dibaca ketika orang tengah berlayar dari Pelabuhan Lewoleba menuju Waiwerang-Larantuka pergi pulang. Bahkan di sebelah kiri Bukit Cinta itu, tampak kokoh sebuah monument yang menjulang tinggi dengan tulisan raksasa  : LEMBATA, juga berwarna merah yang ditopang sejumlah tiang beton. Seakan mengikrarkan diri, Aku Lembata, Aku Bukit Cinta, untuk diketahui dunia luar sekaligus diminati dan senantiasa dikunjungi sebagai salah satu destinasi wisata dunia.

Duet kepemimpinan Lembata Baru, pada periode kedua (2017-2022), Bupati Lembata terpilih, Eliaser Yentji Sunur dan Wakil Bupati, Thomas Ola, seiring visi dan misi, tetap menjadikan pariwisata sebagai sektor unggulan.

Karena itu, wajar jika saat ini, Bukit Cinta semakin dicintai untuk  dibenahi menjadi obyek wisata unggulan. Mengapa tidak? Di puncak bukit cinta, wisatawan domestik maupun mancanegara dapat menikmati pemandangan indah dan sejuk. Hembusan angin laut sungguh menyihir untuk tetap betah menikmati alam bukit cinta. Dari puncak bukit, wisatawan dapat memandang sejumlah gugusan bukit mini yang menghampar di tepian pantai dengan deburan ombak memecah keheningan.

Sementara di kaki Bukit Cinta, wisatawan dapat menikmati lambaian nyiur di tepi pantai yang berbuah lebat. Dari kebun kepala inilah, buah kelapa muda dihidangkan di puncak Bukit Cinta, di bawah bangunan resort yang terbuka di depan areal parkir kendaraan. Aneka produk lokal, baik makan dan minuman ringan serta  cinderamata khas Lembata disiapkan untuk memenuhi selera wisatawan sebagai kenang-kenangan.

Yang paling mengesankan, justeru mencumbui bukit cinta di sore hari ketika matahari hendak kembali ke peraduan. Wisatawan dapat menikmati Sunset, matahati jingga kemerahan tenggelam perlahan lahan di bibir laut sembari mendengarkan kicauan burung di hamparan savanna perbukitan itu.

Orang pun semakin betah memadu kasih dan berkisah tentang cinta di pondok-pondok cinta yang membentang di lereng bukit menghadap laut. Boleh berdua-duaan menikmati Bukit Cinta dengan menuruni puluhan tangga yang sengaja dibangun menuju pondok cinta.

Panorama Bukit Cinta memang sungguh indah. Tidak bisa dilukiskan hanya dengan kata-kata. Karena itu, kehadiran wisatawan untuk menikmati Bukit Cinta menjadi pilihan mengunjugi bumi Lembata. (Karolus Kia Burin/Sekretaris Dinas Kominfo Lembata)

No comment for Mencumbui Jingga Dari Puncak Bukit Cinta Lembata

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.