Menu Click to open Menus
Home » HUKRIM » Mayday,  176 Buruh TKBM Lembata Gelar Misa

Mayday,  176 Buruh TKBM Lembata Gelar Misa

(171 Views) May 1, 2018 10:37 pm | Published by | No comment

KUPANG, aksiterkini.com – 176 Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) unit pelabuhan laut Lewoleba beserta keluarga memperingati hari Buruh Sedunia di Lembata, NTT, Selasa (1/5). Peringatan May Day itu ditandai kurban misa (perayaan ekaristi) yang dipimpin Romo Kristo Soge, Pr. 

Para Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) unit pelabuhan Laut Lewoleba, bersyukur sebab telah menjaga suasana aman dan damai serta ramah dalam melayani aktivitas  bongkar muat di pelabuhan laut Lewoleba. Meski tidak menggelar aksi demonstrasi,  namun para buruh pelabuhan meminta Bupati mengeluarkan Peraturan untuk menaikan upah sesuai standar UMP NTT, yang sudah diusulkan sejak dua tahun silam.

Romo Kristo dalam kotbahnya,  menegaskan,  semangat persaudaraan yang ditimba dalam ekaristi kudus, dapat diwujudkan dalam kerja kita setiap hari. Ia berharap,  buah dari perayaan May Day dalam kurban misa  ini, yakni para tenaga kerja bingkar muat di pelabuhan dapat menciptakan keamanan dan kedamaian.

Ketua TKBM Unit Pelabuhan Laut Lewoleba, sekaligus Ketua Setikat Pekerja Seluruh Indonesia Cabang Lembata, Hendrikus Buran kepada Media Indonesia,  Selasa (1/5) mengatakan,  pihaknya memilih tema “Dengan semangat May Day,  Kita Wujudkan Rasa Solidaritas sebagai perekat membangun Lembata yang Aman dan Damai”.

“Kalau di tempat lain,  banyak buruh memilih demonstrasi sebagai cara menyuarakan tuntutan menaikan upah, kita di Lembata lebih memilih jalan damai,  bicara baik-baik saja. Pa Bupati tolong tetapkan perda atau Perbup kenaikan tarif bongkar muat dari dan ke Kapal di pelabuhan laut Lewoleba sesuai UMP NTT sebesar 1.660.000,00 per bulan,” ujar ketua SPSI Lembata, Hendrikus Buran.

Hendrikus mengatakan, draf usulan kenaikan tarif Bongkar muat dari dan ke kapal itu sudah disampaikan SPSI kepada Bupati dua tahun silam. Tetapi sampai 2018 ini usulan itu tidak terealisasi.

“Jika pemerintah dan pengusaha belum sepakati tarif bongkar muat sesuai Upah Minimum Propinsi, minimal mendekati UMP. Kami juga bagian tidak terpisahkan dari daerah ini. Kami juga menjaga gerbang masuk Lembata,  sehingga kesan aman dan damai di Pelabuhan dapat  dijaga,”ujar Ketua SPSI Lembata,  HendrikusBuran.

Sementara itu,  Bupati Lembata,  Eliazer Yenti Sunur dalam sambutannya yang dibacakan staf ahli bidang Kesra,  Rafael Betekeneng,  menegaskan,  Sebagai kabupaten satu pulau,  aktivitas bongakar muat di pelabuhan laut Lewoleba sangat tinggi. Perpindahan  barang dan manusia bertumpuh pada aktivitas di pelabuhan Lewoleba. 

“Sebagai TKBM,  saudara berperan aktif,  membantu kelancaran proses bongkar muat,  kualitas pelayanan bongkar muat bersentuhan langsung dengan dunia luar. Pelabunan laut puntu masuk ke daerah ini, keramahtamahan,  sopan santun, kejujuran, kunci suksesnya pelayanan masyarakat,” ujar Bupati Sunur.

Dalam sambutannya,  Bupati Sunur tidak menyinggung upaya pemerintah dalam menaikan tarif bongkar muat di pelabuhan. Padahal draf usulan kenaikan tarif bongkar muat sesuai UMP NTT telah disampaikan dua tahun silam.(San Taum)

No comment for Mayday,  176 Buruh TKBM Lembata Gelar Misa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.