Menu Click to open Menus
Home » EKBIS » Masa Tanggap Darurat Diperpanjang, Pengungsi Dipulangkan Kecuali Lamagute Dan Waimatan

Masa Tanggap Darurat Diperpanjang, Pengungsi Dipulangkan Kecuali Lamagute Dan Waimatan

(539 Views) October 17, 2017 2:39 am | Published by | No comment

LEWOLEBA, aksiterkini.com – Pemerintah Kabupaten Lembata, NTT memperpanjang masa tanggap darurat gempa. Perpanjangan masa tanggap darurat itu dilakukan hingga 25 Oktober mendatang. Sementara Dinas Sosial PMD dan BPBD ditugaskan untuk mencari tempat untuk merelokasi warga Dua Desa terdampak gempa bumi.

“Masa tanggap darurat diperpanjang 14 hari lagi, sambil menanti situasi pulih kembali. Tetapi, pemerintah hanya memperbolehkan pulang bagi warga desa selain Desa Lamagute dan Desa Waimatan. Warga di dua desa ini masih harus bertahan di pengungsian karena sudah ada hasil kajian BPVMBG bahwa dua desa itu tidak bisa dijadikan lokasi pemukiman,” ujar Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Lembata, Markus Labi Waleng.

Disebutkan, pemulangan pengungsi yang berasal dari 8 desa di Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur, direncanakan akan dilakukan Selasa (17/10), namun tidak untuk warga Desa Lamagute dan desa Waimatan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan dan Olahraga Kabupaten Lembata, Zakarias Paun menjelaskan, 292 siswa SD dan SLTP yang hingga kini masih mengungsi masih harus menjalani program psikotrauma.

Direncanakan, sebelum memasuki sekolah formal, para siswa itu menjalani program pra sekolah formal. Dijawalkan, sekolah formal bagi siswa korban gempa akan dilaksanakan tanggal 25 Oktober.

“Masa penanganan Psikotrauma anak sampai dengan tanggal 19 Oktober, Tanggal 20, 21, 23 dan 24 oktober, Sekolah Pra Formal di masing-masing tempat pengungsian yakni Rujab, Lamahora dan Waipukang. Rapat bersama tim operasi tanggap darurat sekaligus menginventarisir guru-guru dan anak sekolah yang ada dimasing-masing tempat pengungsian. Guru-guru ditempat pengungsian menangani Sekolah Pra Formal di tempat pengungsian,” ujar Kadis PKO, Zakarias Paun.

Hingga hari ini, 2.172 pengungsi yang berasal dari 10 Desa di Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur masih bertahan di pengungsian. Sementara bantuan kemanusiaan terus mengalir.

PT PLN Persero, Senin (16/10) menggelontorkan 125 juta rupiah untuk membantu korban gempa Lembata. Bantuan berupa bahan makanan dan kebutuhan bayi itu diserahkan GM PT PLN Persero NTT, Christyono, bersama Manajer PT PLN Lembata, Tarsisius Homo, kepada Pemkab Lembata untuk diserahkan kepada pengungsi gempa bumi Lembata.

Sebelumnya,  bantuan dengan nilai berbeda diberikan oleh menajer KSP Kopdit Obor Mas, Mukhlis Akbar.(Hosea)

No comment for Masa Tanggap Darurat Diperpanjang, Pengungsi Dipulangkan Kecuali Lamagute Dan Waimatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.