Menu Click to open Menus
Home » PENDIDIKAN » Lomba Baca, Ajang Saling Introspeksi

Lomba Baca, Ajang Saling Introspeksi

(150 Views) March 12, 2018 3:47 pm | Published by | No comment

LEWOLEBA, aksiterkini.com – Memajukan pendidikan di daerah merupakan tanggungjawab semua pihak. Sehingga dibutuhkan kerjasama segenap komponen dalam mengurus dunia pendidikan.

Ya, “Memajukan pendidikan di daerah kita, merupakan pekerjaan dan tanggung jawab bersama. Pendidikan anak merupakan suatu hal yang luas, sehingga butuh kerjasama antar pendidik, orang tua dan komponen yang mengurus dunia pendidikan, serta masyarakat umum,” ungkap Kepala UPTD Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, Mathias Sanga Reko.

Hal itu disampaikan Mathias Sanga Reko ketika membuka kegiatan Lomba kecepatan menulis tiru huruf, angka, dan kata kategori murid TK/PAUD, Lomba membaca naskah IPA sederhana untuk kategori murid kelas 1 SD/MIS, dan lomba membaca serta menuturkan kembali isi naskah bacaan, kategori murid kelas 2 SD/MIS, yang digelar oleh Penerbit Lembata G-Tukan Media, bertempat di pelataran SDK Don Bosco Lewoleba Lembata, Sabtu (10/3/2018).

Lebih lanjut, Mathias Sanga Reko mengemukakan bahwa melalui lomba yang digelar ini, semua komponen saling introspeksi, sudah sejauh mana berperan dalam proses pendidikan anak. “Melalui lomba yang akan digelar dan akan kita saksikan ini, kita sama-sama akan melihat sejauh mana kita telah mengambil peran menolong anak dalam proses pendidikannya sebagai generasi bangsa. Kita juga saling menilai, tetapi tidak saling mempersalahkan. Kita menilai anak, kita menilai dan mengevaluasi peran orang tua, menilai dan mengevaluasi peranan sekolah, dan juga menilai serta mengevaluasi peranan dan dukungan public terhadap keberlangsungan dunia pendidikan kita. Kami yang di pemerintahan yang membantu menangani proses pendidikan di daerah juga patut mendapat penilaian dan dievaluasi oleh komponen yang lain. Kita saling menilai dan mengevaluasi, dan memperbaiki. Ini fondasi dasar pendidikan yang harus kita kerjakan bersama, kita kemas bersama,” kata Mathias di hadapat ratusan orang tua murid dan ratusan murid peserta lomba.

Di hadapa ratusan orang tua murid serta para guru pendamping yang menghantar anak murid peserta lomba, Mathias menjuluki orang tua yang hadir sebagai orang tua murid yang hebat. “Bapak dan mama yang hadir di sini adalah orang tua-orang tua hebat. Sebab, menyadari dan mendukung proses pendidikan anak, dan hadir memberi dukungan bagi anak dalam satu bentuk kegiatan belajar sore ini.Tentu bukan juara yang dituntut untuk harus diraih anak. Tetapi menghantar anak dan menemani serta mendampingi anak dalam melewati satu situasi belajar yang lain, dan ingin menyaksikan keberanian serta kemandirian anak”.

Koordinator Lomba, Gerard Tukan mengemukakan bahwa Lembata cukup agresif terrhadap lomba yang cukup menantang ini. Keagresifan itu tampak melalui banyaknya peserta lomba yang mengikuti lomba dimaksud. Peserta lomba kategori TK/PAUD diikuti oleh 40 murid. Pada ketegori murid SD kelas 1, diikuti oleh 39 orang murid, dan untuk kategori kelas 2 SD, diikuti oleh 28 murid. “Kami sangat berharap, keagresifan itu akan tampak juga di kabupaten Flores Timut, yang akan mengikuti lomba yang sama pada Sabtu 17 Maret 2018 mendatang. Kami juga sedang berjuang mencari sponsor untuk dapat mendukung digelarnya

lomba tingkat propinsi, pada bulan Mei mendatang, dalam rangka peringatan HARDIKNAS. Jika ada sponsor yang mau mendukung, maka juara 1 sampai 3 untuk kategori SD kelas 1 dan kelas 2 dari berbagai kabupaten dalam wilayah NTT tempat kami gelar lomba ini, akan didtangkan untuk lomba final tingkat propinsi di Kupang nanti. Kami sedang berjuang cari sponsor”. (*/fince bataona)

Topik: , ,
News:

No comment for Lomba Baca, Ajang Saling Introspeksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *