Menu Click to open Menus
Home » BUDAYA » Live In KPP Sesado di Baniona: Mereka Lebih Dini Belajar Berpastoral

Live In KPP Sesado di Baniona: Mereka Lebih Dini Belajar Berpastoral

(1295 Views) October 29, 2016 1:48 am | Published by | 1 Comment

Siswa KPP Seminari San Dominggo Hokeng

Kembali ke rumah dan belajar bersama keluarga. Bukan pada keluarga sendiri tetapi keluarga lain di tempat yang baru pula. Mereka menjadi bagian dari keluarga baru tersebut. Sebagaimana seorang anak, mereka ikut terlibat membantu pekerjaan sehari-hari di rumah ‘baru’ dan  mengikuti kebiasaan-kebiasaan keluarga tersebut. Mencari makanan ternak, berkebun, menyapu halaman dan pekerjaan rumah lainnya.

Live In, demikian namanya. Menjadi salah satu bagian dari proses belajar anak-anak seminari. Bukankah sekolah mereka, juga adalah sekolah dasar menumbuhkembangkan benih panggilan menjadi seorang imam?Mereka adalah calon imam yang mesti disiapkan lebih dini mengenal medan pastoral dan belajar berpastoral. Lebih dini.

Pekan kedua Oktober 2016, siswa KPP Seminari San Dominggo Hokeng, Live In di Paroki Baniona, Pulau Adonara. Mereka berjumlah 107 anak dengan 8 orang pendamping  yakni tiga imam, dua frater dan tiga guru. Anak-anak  terbagi dalam kelompok-kelompok. Satu kelompok sebanyak lima siswa. Penyebaran kelompok disesuaikan dengan jumlah KBG di stasi tersebut. Di Stasi Botung  sebanyak delapan KBG (8 kelompok, 2 pendamping),  Stasi Basarani, lima KBG (5 kelompok, 3 pendamping), Stasi  Kewuko, dua KBG (2 kelompok, 1 pendamping) dan Stasi Oyangbareng, lima KBG (5 kelompok, 2 pendamping).

Siswa KPP Sesado ketika misa bersama umat Paroki Baniona

Selain menjadi anggota keluarga baru, siswa seminari juga melakukan kegiatan lainnya selama Live In. Mereka ditugaskan memimpin ibadat rosario di KBG masing-masing. Ada pula pastoral sekolah dimana mereka membuat animasi di sekolah terdekat dalam bentuk permainan dan sharing pengalaman hidup di seminari. Kegiatan olahraga juga dilakukan di Stasi Oyangbareng. Mereka juga menggelar malam hiburan di Stasi Basarani. Dan, di hari minggu, mereka misa bersama umat dan ‘mengambil alih’ liturgi dan koor.

Seperti apakah tanggapan umat  di Paroki Baniona? Mereka menerima kehadiran anak-anak KPP Sesado sebagai anaknya. Ini ditunjukan dengan berpartisipasi dalam setiap kegiatan yang dilakukan anak-anak. Waktu dua hari, kata mereka, terlampau sedikit untuk sebuah kebersamaan dengan anak-anak. Karena itu mereka berharap, anak-anak kembali lagi ke rumah mereka suatu waktu nanti.

Meski Live In sudah usai, kehadiran anak-anak seminari bersama umat Paroki Baniona meninggalkan kesan mendalam di hati umat. Mudah-mudahan dengan kehadiran anak-anak Sesado, semakin banyak anak-anak Paroki Baniona yang mau masuk Sesado.

Dan, anak-anak KPP Sesado tentu saja memiliki pengalaman baru bagaimana berinteraksi, bagaimana beradaptasi dengan lingkungan baru. Bagaimana berpastoral? Mereka belajar lebih dini. (fince bataona)

Topik:
News:

1 Comment for Live In KPP Sesado di Baniona: Mereka Lebih Dini Belajar Berpastoral

  • paul adr says:

    teringat dlu msih di sesado,,,saat itu live in hanya utk yg sdh kelas 3, tanjung bunga, waiklibang. ada teman yg “dipajak” oleh pemuda setempat. minta rokok dan uang…hahsdhahaha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.