Menu Click to open Menus
Home » POLKAM » Lebu Raya: Jadi Gubernur Tidak Harus Dengan Cara Bagi-Bagi Uang

Lebu Raya: Jadi Gubernur Tidak Harus Dengan Cara Bagi-Bagi Uang

(514 Views) January 13, 2018 7:56 am | Published by | No comment

Frans Lebu Raya menyerahkan sebilah parang kepada Marianus Sae sebagai simbol dukungan keluarga Lamaholot kepada paket MS EMI. (Foto: Chris Parera/Sergap.id)

KUPANG, aksiterkini.com – Sesepuh komunitas Lamaholot di Kupang, Drs. Frans Lebu Raya menegaskan bahwa untuk jadi Gubernur NTT tidak harus dengan bagi-bagi uang. Ia mengaku pernah memenangkan pertarungan kendati rivalnya dirumorkan telah beli suara dengan bandrol menjadi Rp 300 juta per suara.

Frans Lebu Raya, yang juga Gubernur NTT dua periode, menegaskan bahwa Bupati Ngada, Marianus Sae (MS) merupakan Calon Gubernur (Cagub) yang paling layak untuk dipilih. Selain memiliki pengalaman yang terukur, Marianus juga telah menghasilkan prestasi yang membanggakan.

Begitu juga, kata dia, Emelia Julia Nomleni (Emi). Ketua Kawasan Industri Bolok (KIB) dan mantan Anggota DPRD NTT ini juga memiliki pengalaman yang mumpuni untuk mendamping MS sebagai Calon Wakil Gubernur (Cawagub).

Frans Lebu Raya selaku sesepuh Lamaholot di Kupang menerima secara adat kedatangan Marianus Sae – Emilia J. Nomleni dengan tagline MS EMI bersama keluarga besar Ngada, Nagekeo dan Timor di kediaman pribadinya di jalan Thamrin Oepoi Kupang, Jumat (12/1/18) sore.

“Dua orang ini harus kita menangkan jadi Gubernur dan Wakil Gubernur. Pak Marianus telah komit untuk melanjutkan program kerja yang ada. Ya, karena kita sama-sama punya komitmen untuk bangun ini NTT,” tandas Lebu Raya.

Frans mengingatkan MS dan Emi tidak takut menghadapi isu bahwa ada lawan sedang menggunakan uang agar bisa menang Pilgub 2018. “Untuk jadi gubernur, tidak harus dengan cara bagi-bagi uang. Karena uang bukan segala-galanya. Sebab di atas uang masih ada doa. Yakinlah bahwa kita akan menang. Karena Tuhan dan leluhur kita akan selalu bersama kita,” ucap Lebu Raya disambut tempuk tangan dan jel-yel massa pendukung MS – EMI yang berbunyi: Bergerak, Maju, Menang!

Frans bercerita, tahun 2003 lalu, ketika dirinya maju bersama almarhum Piet A. Tallo sebagai cagub – cawagub, persoalan yang sama pernah ia hadapi. Toh, kemudian hasilnya ia dan Piet A. Tallo mampu memenangkan pertarungan dengan skor 28 – 27.

“Padahal waktu itu ada orang yang bagi-bagi uang ke anggota DPRD (NTT) per orang Rp300 juta. Sementara saat itu, kami tidak punya uang, toh akhirnya kami menang satu suara. Itu karena kekuatan doa,” paparnya.

Menurut Frans, sekarang ini, dirinya tak punya uang, begitu juga dengan MS – Emi. Yang ada hanyalah kerja keras dan doa untuk memenangkan Pilgub demi kesejahteraan masyarakat NTT.

Frans Lebu Raya dan istrinya, Lucia Dua Nurak mengenakan sarung adat Lamaholot kepada Marianus Sae dan Emi Nomleni. (Foto: Chris Parera/Sergap.id)

“(Program) Anggur Merah bukan bagi-bagi uang. Ini pola pemberdayaan. Dan, hasil penelitian Brawijaya mengatakan bahwa pola ini adalah pola pemberdayaan terbaik yang patut diteruskan. Karena itu, sebagai Gubernur saya harus memastikan bahwa orang yang mau ganti saya memiliki komitmen yang sama dengan saya untuk bangun NTT ini. Dan, orang itu adalah pak Marianus Sae bersama ibu Emi Nomleni,” ucapnya.

Minta Restu dan Dukungan

Kedatangan MS – Emi ke rumah pribadi Frans Lebu Raya untuk meminta restu dan dukungan Frans Lebu Raya bersama keluarga besar Lamaholot guna memenangkan Pilgub 2018.

MS – Emi diterima secara adat Lamaholot dan diberi parang Adonara oleh Frans Lebu Raya sebagai simbol perjuangan.

“Gunakan parang ini sebaik-baiknya. Gunakan untuk kepentingan positif. Tetapi dengan parang ini pula, siapa pun dapat membela diri jika mendapat serangan,” kata Lebu Raya disambut tepuk tangan meriah dari ratusan warga Ngada, Nagekeo dan Lamaholot yang hadir.

Usai diterima, MS mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar Lamaholot karena telah bersedia menerima dan mendukungnya untuk bertempur di Pilgub 2018.

“Sekali lagi terima kasih kepada pak Frans dan keluarga besar Lamaholot. Sebagai adik saya datang untuk meminta dukungan. Sebagai adik pula saya meminta kesediaan pak Frans dan keluarga Lamaholot untuk terus membimbing saya. Jika ada kesalahan yang saya buat, nasehati saya. Mari kita bersama-sama membangun NTT ini,” pinta MS. (fre)

No comment for Lebu Raya: Jadi Gubernur Tidak Harus Dengan Cara Bagi-Bagi Uang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *