Menu Click to open Menus
Home » POLKAM » Lanjutan Pleno KPU Ricuh Gara-Gara DPT Nagawutun

Lanjutan Pleno KPU Ricuh Gara-Gara DPT Nagawutun

(1927 Views) February 23, 2017 5:20 am | Published by | 1 Comment

Saksi paket TITEN dan VIKTORI berang terhadap pernyataan Komisioner KPU, Bernabas Marak soal DPT Nagawutun.

LEWOLEBA, aksiterkini.com Lagi, soal perbedaan angka DPT dalam catatan PPK dan KPU, pleno rekapitulasi hasil penghitungan tingkat kabupaten dari PPK Nagawutun ricuh. Pleno yang berlangsung di kantor KPU Lembata, kawasan batas kota, Kelurahan Lewoleba Timur, Nubatukan, Lewoleba, itu memanas saat ditemukan adanya perbedaan data jumlah DPT Nagawutun.

Ricuh berawal ketika anggota KPUD, Charles Kia mengatakan tidak bisa mempersoalkan hal menurut persepsi sendiri.

Pernyataan Charles langsung ditanggapi saksi paket Titen dan Viktori dengan bangun dari kursi memukul meja. Saksi Sebastianus Muri lalu menendang meja hingga berkas-berkas dan botol air mineral berhamburan.

“Kami tidak asal omong. Ini fakta yang ditemukan dalam rapat pleno. Segera tarik kau punya pernyataan. Kau tidak mampu memimpin,” ujar Sebastianus Muri, saksi Viktori dengan nada marah.

Sementara saksi Titen Bernadus Sesa Manuk dengan nada marah mengatakan ketahuan benar kalau KPU benar-benar berpihak pada paket tertentu. “Kami dapat informasi bahwa ada yang dijanjikan menjadi anggota DPRD provinsi. Atau, saya bongkar soal perempuan?” ujar Manuk.

Panwaslih lalu merekomendasikan soal ini menjadi catatan khusus. Sementara saksi Titen, Silvester Wutun dan saksi Viktori, Servas Ladoangin mengatakan Pilkada 2017 penuh dengan kecurangan. “Mengapa kami tidak mengikuti pleno PPK karena kami menemukan fakta yang mengindikasikan adanya kecurangan secara masif yang mencederai demokrasi dan hak-hak masyarakat Lembata,” tandasnya.

Perbedaan angka di DPT KPU sebanyak 2306 (L) dan 2988 (P), sedangkan di PPK Nagawutun tercatat 2303 (L) dan 2991 (P). (fince bataona)

Topik:
News:

1 Comment for Lanjutan Pleno KPU Ricuh Gara-Gara DPT Nagawutun

  • Alfred anak Milanisti says:

    Ada baiknya persoalan ini diselesaikan secara baik-baik…
    Pilkada ada hajatan politik sedangkan kekeluargaan adalah Abadi…
    Jgn rusakan nuansa kekeluargaan kita hanya karena politik…
    Kalau semua pake urat, kapan ada penyelesaiaannya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *