Menu Click to open Menus
Home » POLKAM » KPU Lembata Gelar Simulasi Pilgub untuk Difabel; Mudapue: TPS Harus Ramah Difabel

KPU Lembata Gelar Simulasi Pilgub untuk Difabel; Mudapue: TPS Harus Ramah Difabel

(213 Views) June 10, 2018 1:39 pm | Published by | No comment

Suasana simulasi di kantor KPU Lembata. (Foto: Andris Atagoran)

LEWOLEBA, aksiterkini.com – Sebanyak 40 orang difable mengikuti sosialisasi dan simulasi pemungutan suara Pemilihan Gubernur (Pilgub) NTT 2018, di Kantor KPU Kabupaten Lembata, Sabtu (9/6/2018). Kaum difabel tampak antusias mengikuti sosialisasi ini. Diharapkan, TPS nanti ramah difabel.

Ketua Forum Peduli Kesejahteraan Difabel dan Keluarga (FPKDK) Kabupaten Lembata, Katarina Veronika Mudapue alias Nona Mudapue mengatakan, sosialisasi ini merupakan ruang yang diberikan KPU Kabupaten Lembata kepada kaum difable yang selama ini disepelehkan dan hak-hak mereka kurang diperhatikan.

“Semoga langkah awal KPU Kabupaten Lembata dalam pemilihan kali ini dapat digunakan sebaik-baiknya oleh kaum difable terutama kaum difabel pemilih pemula agar dapat memberikan hak suaranya sesuai dengan hati nurani tanpa ada paksaan,” ujar Mudapue.

Dia juga berharap tempat pemungutan suara (TPS) nanti dapat didesain untuk mengakomodir kebutuhan kaum difabel. “Semoga mereka dapat diperhatikan saat hari pemungutan suara nanti khususnya TPS yang ramah difabel,” kata Mudapue.

Lebih jauh, Mudapue menjelaskan bahwa FPKDK menggunakan istilah difabel untuk menggantikan kata disabilitas. “Difabel itu istilah yang lebih berbela rasa dibanding kata (penyandang) disabilitas. Mereka itu orang-orang yang memiliki kemampuan berbeda, bukan orang-orang yang memiliki kekurangan. Masyarakat dan penyelenggara negara, termasuk KPU harusnya peduli pada mereka. Fasilitas yang disediakan bagi mereka, bukan memaksa mereka menyesuaikan dengan fasilitas yang ada,” tandasnya.

Data FPKDK menyebutkan bahwa di Kabupaten Lembata sekurang-kurangnya terdapat 1.444 orang difabel. Data ini termasuk anak-anak yang belum punya hak pilih.

Data KPU Kabupaten Lembata menunjukan difabel pemilih di Kabupaten Lembata saat ini berjumlah 515 pemilih yang terdiri dari pemilih laki-laki sebanyak  245 dan pemilih perempuan 270 orang.

Ketua KPU Lembata, Piter Payong mengatakan pihaknya saat ini lebih banyak melakukan simulasi pemungutan suara untuk kaum difabel. Sebelumnya KPU juga melakukan kegiatan yang sama pada tanggal 11 Desember 2017) lalu.

“Sosialisasi ini akan kita teruskan ke struktur paling bawah KPU yaitu kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS),” kata Piter.

Piter menambahkan undang-undang tentang penyelenggaraan pemilu memberi ruang kepada warga difabel untuk mempunyai hak yang sama, yaitu memilih dan dipilih seperti warga masyarakat lainnya.

“Oleh karena itu, akses di TPS termasuk pintu masuk, kotak suasara dan bilik suara harus bisa memudahkan dan mengakomodir teman-teman difabel dalam melakukan pemungutan suara,” kata Piter. (andris/fre)

 

No comment for KPU Lembata Gelar Simulasi Pilgub untuk Difabel; Mudapue: TPS Harus Ramah Difabel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.