Menu Click to open Menus
Home » BUDAYA » Kopdit Ankara Terbelah Jadi Dua Kubu; Kontra GM Baru Terus Galang Dukungan Anggota

Kopdit Ankara Terbelah Jadi Dua Kubu; Kontra GM Baru Terus Galang Dukungan Anggota

(955 Views) April 6, 2017 3:40 am | Published by | 3 Comments

LEWOLEBA, aksiterkini.com – Koperasi Kredit (Kopdit) Ankara yang berkantor pusat di Lewoleba, Lembata, kini terbelah jadi dua. Ini terjadi gara-gara Dewan Pengurus melakukan pengangkatan General Manejer (GM) yang dinilai tidak prosedural dan mengangkangi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

Masa jabatan GM Kopdit Ankara, Fransiskus Nurani, SHut yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 menyerahkan kembali tampuk pimpinan kepada Dewan Pimpinan (DP) Kopdit Ankara, karena belum ada GM yang baru.

Dewan Pimpinan yang diketuai Karolus Tue Ledjab menerbitkan Surat Keputusan No. 09/DP/KOP.ANK/IX/2016 tentang Mekanisme Pengangkatan dan Pemberhentian General Manajer KSP Kopdit Ankara. Sayangnya, proses pengangkatan Benediktus Seran sebagai GM yang baru, dinilai tidak prosedural dan bertentangan dengan aturan di Kopdit Ankara. Bahkan, hanya empat orang dalam DP yang melakukan proses penetapan GM, tanpa melibatkan tiga orang anggota DP lainnya.

Tiga orang anggota DP yang tidak dilibatkan itu adalah Pius Suban Raya (bendahara 2), Albertus Boro (sekretaris 2) dan Sarlota Ota Wahon (bendahara 1). Sedangkan, empat orang yang memproses itu adalah Karolus Tue Ledjab, S.Pd (ketua), Gaspar Dile Nifak,S.Fil (Wakil Ketua), Bernad Ado Asan, S.Fil (sekretaris) dan Stanislaus Kebesa, S.Sos, MAP (Anggota).

Kontan saja, 16 Maret 2017, ketiga orang pimpinan Ankara bersama puluhan staf dan perwakilan dari wilayah layanan Kopdit Ankara, baik di kecamatan maupun dari Adonara dan Larantuka melancarkan mosi tidak percaya kepada empat orang Dewan Pimpinan. Dalam mosi tidak terpecaya itu mereka menguraikan berbagai kecurangan yang dilakukan Dewan Pimpinan untuk menggolkan Benediktus Seran sebagai GM yang baru.

Buntutnya, kubu kontra GM yang baru menggelar Rapat Anggota Khusus KSP Kopdit Ankara tanggal 27 Februari 2017 di aula Kopdit Ankara, Lewoleba. Rapat Anggota Khusus ini dihadiri oleh perwakilan Ankara dari seluruh cabang. “Di koperasi, kedaulatan tertinggi ada di tangan anggota. Karena itu, semua pihak harus menghormati keputusan Rapat Anggota Khusus itu,” ujar mantan GM Ankara, Fransiskus Nurani, kepada aksiterkini.com, Kamis (6/4/2017), di Lewoleba.

Rapat Anggota Khusus yang dipimpin Simplisius MD Lewerang didampingi sekretaris 1 Aloysius Murin dan Sekretaris 2, Benediktus Bedil menghasil beberapa keputusan. Antara lain, Pertama, Forum Rapat Anggota Khusus menolak tindakan yang dilakukan oleh  ke-4 (empat) Pengurus KSP Kopdit Ankara sejak Penetapan Mekanisme Perekrutan GM, hingga Rapat Anggota Khusus ini dilakukan karena melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KSP Kopdit Ankara yang uraiannya  terlampir dalam Keputusan ini; Kedua, karena tindakan ke-4 (empat) Pengurus tersebut telah meresahkan anggota,  mengancam eksistensi dan survivenya Lembaga KSP Kopdit Ankara maka Forum Rapat Anggota Khusus memutuskan untuk memberhentikan Karolus Tue Ledjab, S.Pd (Ketua), Gaspar Dile Nifak, S.Fil ( Wakil Ketua ), Bernard Ado Asan, S.Fil  ( Sekretaris I ), Stanislaus Kebesa, S.Sos,MAP ( Anggota ).

Ketiga, segala biaya yang ditimbulkan oleh ke-4 ( empat ) Pengurus di atas tidak dibebankan kepada Lembaga KSP Kopdit Ankara; keempat, Forum Rapat  Anggota Khusus  memutuskan untuk mengangkat  4 (empat) orang Pengurus Antar Waktu antara lain 2 (dua) orang pengurus yang memiliki suara terbanyak pada acara pemilihan pengurus yang terakhir dalam Rapat Anggota Tahunan, dan 2 (dua) orang dipilih secara langsung pada Rapat Anggota Khusus; Kelima, Forum Rapat Anggota Khusus memutuskan agar semua Berita Acara dan  Keputusan ini, mendapat pengesahan dari Notaris.

Rapat juga menetapkan Pengurus Antar Waktu untuk menyelengarakan RAT Tahun Buku 2016. Komposisi Susunan Pengurus Antar Waktu KSP Kopdit Ankara adalah

Pius Suban Raya,SM (ketua), Simon Sogan Erap (wakil ketua), Albertus Boro (sekretaris 1), Vinsensius Lewu, Amd (sekretaris 2), Sarlota Wahon, S.Ag (Bendahara 1), Saverapall Korvandus Sakeng (bendahara 2) dan Yasinta Dewi Kartini (anggota).

Sayangnya, Karolus Tue Ledjab dan kawan-kawannya tetap bertahan. Sehingga Ankara praktis terbelah dua. Kubu Pius Suban Raya terus melakukan konsolidasi ke cabang-cabang dan anggota. Ini dilakukan untuk memberikan pemahaman terhadap anggota dan pengurus cabang mengenai latar belakang yang menyulut mereka bersikap tegas.

Kubu Karolus Tue Ledjab belum berhasil dihubungi untuk konfirmasi.(fre)

Topik: ,
News: ,

3 Comments for Kopdit Ankara Terbelah Jadi Dua Kubu; Kontra GM Baru Terus Galang Dukungan Anggota

  • Fransiskus Nurani says:

    Kepentingan tersembunyi dengan merekayasa dan melanggar aturan yg mereka sendiri turunkan. Hal tersebut membuat tiga orang pengurus dan Tim manajemen melakukan protes. Zaman skrg orang masih mempunyai pikiran kotor seperti itu.

  • Anggita says:

    Terkesan ada pemaksaan kehendak dari kubu karel tur dkk… kenapa mrka berjuang matimatian utk tunjuk langsgm baru an bene seran??? Coba smua dilakukan sesuai mekanisme dan tat asas trhdp ad/art maka kisruh ini tdk mungkin terjadi. Sangat disayangkan ke 4 org pengurus yg kami pilih lbh mementingkan diri sndiri daripada kontingen anggota dan keberlangsungn kopditankara. Kami heran bo karel yg adalah pendirikopdit ankara bisa serendah itu mnghancurkn lembaga yg jugaia dirikan bersama bbrapa tmn yg lainnya. Kami salut dgn perjuangan bp pius suban raya yg juga adalhsalah satupendiri kopdit ankara juga. Tksh bp engkau tetap sayang lembaga. Gbu

  • Ada notulen rapat tertanggal 20 Feb 2017, dlm rapat pengurus tsb hadir semua pengurus yg terdiri dari 7 org. Yg keputusanx untuk melangkahi prosedur uji kepatusan dan kelayakan calon dan tahap turun ke cabang2 untuk lakukan rekam jejak dgn pertimbagan waktu sangat kasip untk menghadapi RAT, disamping alasan tsb pengurus jg mempertimbangkan bobot penilaian dan menunjuk Ben Seran sbg GM yg kebetulan pd saat penilaian mendapat poin tertinggi dan hanya satu2x calon yaitu Ben Seran yg tdk ikut tandatangan penolakan semua mekanisme pengangkatan GM seprti calon2 yg lain sehingga para pengurus sepakat mengangkat Benediktus Seran sebagai General Manager. Lalu muncul penolakan dari kubu Pa Pius Cs, penolakan tsb tdk disampaikan dalm forum rapat tgl 20 feb tapi pada hari beikutx, yg tentux melanggar semangat kolektif kologial dalam pengambilan keputusan. Ceritrax akan beda kalau penolakan Pa Pius Cs pada forum rapat dan Pa karel Cs tdk mau mendengarkan kehendak dari Pa Pius Cs sehingga pa Pius cs WO dari ruang rapat dan tidak hasilkan kesepakatan pasti tdk ada kisruh kan bos?. Lalu muncul rapat rekonsiliasi dgn melibatkan Pengurus, penasehat dan pengawas dan managemen dan hasilkan SK pencabutan SK pengangkatan Ben Seran.
    Pertanyaanx bukankah AD/ART iyaratkan bahwa pengangkatan GM adalah Wewenag pengurus? Bukankah 7 org pengurus sdh sepakat pada tgl 20 Feb untk langkahi tahapan mengingat waktu makin kasip?
    Bukankah smua org jg tau klu rekonsiliasi adalah upaya damai untuk menyatukan pikiran dan pendapat untk mengakhiri perpecahan dalam tubuh KSP kopdit Ankara tapi malah membuat keputusan yg melampaui wewenag pengurus dan melahirkan konflik yg lebih lebar? Apakah semudah itu hak konstitusi pengurus diintervensi sama rapat rekonsiliasi yg libatkan elemen tsb diatas? Saran saya mari kita satukan semangat, pikiran dan tenaga untuk membangun kopdit Ankara. Ini cuma letupan2 kecil yg manadakan bhwa KSP Ankara akan semakin besar dgn semua potensi SDM yg kian profesional. Buang jauh2 pikiran untuk hancurkan lembaga yg sdh bayak hantar anak2 marginal duduk dibangku sekolah, jgn dulu memvonis Pa Karel sebagai pendiri sekaligus Penghancur KSP kopdit yg dari orok hingga dewasa tdk lepas dari polesan tangan dingin beliau. Perbedaan pendapat itu lumrah dan itu adalah kekayaan yg lembaga ini miliki, tinggal mau dibawa kemana potensi itu digunakan. Salam hormat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *