Menu Click to open Menus
Home » OPINI » “Kita  Mesti  Telanjang”

“Kita  Mesti  Telanjang”

(219 Views) August 11, 2018 8:49 am | Published by | No comment

Oleh :  Yurgo  Purab

(Penulis  Buku : Surat  Kepada Pemimpin Terpilih di Lembata)

“kita mesti telanjang dan benar-benar bersih, suci lahir dan di dalam batin

 (Ebit  G. Ade)

Demokritos, seorang filsuf  Yunani  pernah mengatakan untuk menjelajahi diri sendiri kita  membutuhkan waktu bertahun-tahun. Menjelajahi diri adalah sebuah pekerjaan yang terlampau sulit, seperti apa yang dikatakan oleh  filsuf  Yunani  lainnya, Socrates ‘gnoti se auton’ (kenalilah dirimu). Untuk mengenal diri orang harus masuk ke dalam dirinya. Sebuah alasan yang sederhana tetapi sebuah pekerjaan yang memakan waktu yang lama. Orang yang mau mengenal dirinya adalah mereka yang mampu menciptakan ruang kesunyiaan batin serentak membangun kedekatan dengan Sang Sunyi (Allah).

Ebit G. Ade, adalah musikus yang terkenal dengan kelihaiannya dalam membangun refleksi pada deretan syair-syair lagu. “kita mesti telanjang dan benar-benar bersih, suci lahir dan di dalam batin”, syair ini merupakan sebuah ajakan  untuk ‘telanjang’. Telanjang di sini mendapat arti  keterbukaan hati yang total di hadapan Allah. Ketika kita masih bayi, lahir di palungan bunda, kita masih di dekap dalam keadaan telanjang. Seperti itulah gambaran yang mau ditekankan oleh Ebit G. Ade. Bahwa orang mesti menelanjangi batinya, memeriksa batin agar mencapai hidup yang berkenan di hati Allah. Telanjang juga mendapat gambaran hidup yang polos, apa adanya, tanpa topeng dan kemunafikan diri. Ajakan dari Ebit G. Ade untuk hidup benar-benar bersih merupakan ajakan untuk lahir baru, suci dari dalam batin.

Selain itu, dalam syair berikutnya Ebit menulis : “Tengoklah ke dalam sebelum bicara, singkirkan debu yang masih melekat oh,, singkirkan debu yang masih melekat.”Syair ini merupakan sebuah ajakan untuk menengok diri, menyelami kedalaman batin, serentak menyadari segala kekurangan –kekurangan masa lalu. Menengok diri berarti melihat segala keteledoran hidup pribadi sebelum menatap selumbar balok di mata seorang sahabat. Artinya, kita mengkritik diri terlebih dahulu sebelum memberi kritik atas persoalan orang lain. Mengkritik diri berarti mengambil waktu barang sejenak, membiarkan  batin berbicara atas apa yang sudah-sudah.

Memang sulit sekali seseorang mengakui kesalahannya, yang ada ia malah membela diri.   “Anugerah dan bencana adalah kehendak-Nya, kita mesti tabah menjalani. Hanya cambuk kecil agar kita sadar, adalah Dia diatas segalanya.”

Kerap dalam hidup, kita mempertanyakan bencana yang menimpa kita. Sepertinya kita mau menghindar dari sebuah persoalan hidup. Ada banyak pertanyaan yang muncul, mengapa peristiwa seperti ini menimpa hidup  saya?  Ebit G. Ade mau mengajak kita melihat segala persoalan hidup dari kaca mata iman. Bahwa Tuhan tidak pernah meletakan beban di atas pundak kita lebih dari yang bisa kita pikul.  Dalam buku ‘When Bad Things Happen to Good People”, Harold S. Kushner menulis; Tuhan melakukan ujian dan cobaan hanya kepada orang-orang, yang Tuhan  anggap mereka mampu menjalaninya, supaya setelah ujian itu berlalu, orang  dapat melihat begitu teguh iman mereka.

Hal ini mau mengungkapkan kepada kita bahwa kita mesti tabah dan bersabar terhadap rancangan Allah. Mungkin, hanya cambuk kecil yang Tuhan berikan supaya kita menjadi sadar bahwa kita mesti harus banyak berbenah, membangun hidup  yang jujur dan berlaku adil terhadap sesama.

Akhirnya,  saya mengajak kita sekalian untuk menelanjangi hati dan batin kita, yang kerap dipenuhi oleh keegoisan diri serta topeng kemunafikan. Kita diajak hidup jujur di hadapan Allah seraya menyadari kerapuhan dan kelemahan kita. Kita harus ber-metanoia, menjaga mulut dan hati  agar dilayakan untuk menyambut  kedatangan Tuhan. Jika kita hidup bersih, Tuhan masuk dan bersemayam.(*)

(Tulisan ini  pernah dimuat di Flores Pos, 13 Desember 2016. Penulis mengubah beberapa bagian dari tulisan ini untuk diterbitkan kembali.)

Topik: ,
News:

No comment for “Kita  Mesti  Telanjang”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.