Menu Click to open Menus
Home » HUKRIM » “Khotbah itu Sakral, Jangan Dikriminalisasi”, SIMPEL Minta Uskup Tidak Diam Atas Kasus Vande Raring

“Khotbah itu Sakral, Jangan Dikriminalisasi”, SIMPEL Minta Uskup Tidak Diam Atas Kasus Vande Raring

(4629 Views) June 17, 2016 10:25 am | Published by | 2 Comments

Pater Vande Raring, SVD

KUPANG, aksiterkini.com – Solidaritas Mahasiswa Peduli Lembata (SIMPEL) mengingatkan agar kepolisian resort (Polres) Lembata tidak mengkriminalisasi khotbah pastor/imam di mimbar gereja. Sebab, khotbah dalam upacara perayaan misa adalah sakral. Sehingga mereka meminta Uskup Larantuka, Mgr. Frans Kopong Kun, Pr tidak berdiam diri atas masalah yang sedang dialami Pater Vande Raring, SVD yang dilaporkan Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur, ST ke Polres Lembata.

“Tindakan bupati Lembata yang melaporkan Pater Vande Raring, SVD ke polisi merupakan pelecehan terhadap umat Katolik. Khotbah imam atau pastor dalam perayaan ekaristi adalah sesuatu yang sakral. Sehingga ketika pastor dilaporkan gara-gara khotbah, bagi kami, bupati sudah keterlaluan dan bentuk pelecehan. Bupati jangan menciptakan konflik dalam masyarakat,” tandas Koordinator  SIMPEL, Igo Halimaking, ketika menghubungi aksiterkini.com dari Kupang, tadi siang, Jumat (17/6).

SIMPEL justeru meminta para pihak yang berkompeten untuk menindak ketua dewan stasi Tapolangu dan Kepala Desa Tapolangu, yang telah melaporkan Khotbah Pater Vande. “Mereka adalah provokator dalam masyarakat. Kades dan ketua dewan stasi kan umat Katolik. Jadi imannya dipertanyakan. Polisi jangan tergesa-gesa memproses kasus ini karena kekhawatiran kami tragedi Larantuka akan terulang di Lembata. Apalagi keperacayaan publik terhadap kinerja kepolisian Lembata sangat buruk,” tandas aktivis PMKRI Kupang ini.

Menurut Halimaking, aparat Poles Lembata tidak lagi bertindak sebagai pengayom masyarakat tetapi menampakan diri sebagai penguasa. “Kita bisa lihat kasus yang dilaporkan masyarakat terkait dugaan tindakan kejahatan yang melibatkan bupati tidak pernah ditangani. Tetapi ketika bupati yang melapor, dalam  hitungan detik, pasti diproses. Ini kan edan namanya,” tegasnya.

Presidium Pendidikan dan Kaderisasi PMKRI Cabang Kupang ini menyesalkan sikap aparat Polres Lembata. “Jelas-jelas kelihatan di Lembata, hukum tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Selain itu, gereja seharusnya jangan bisu dalam hal ini pihak Keuskupan Larantuka, masak pastor dilaporkan karena khotbah di Gereja Uskup hanya diam?” tandas mantan ketua Angkatan Muda Mahasiswa Pemuda Pelajar asal Ile Ape (AMAPPAI) ini.

Asal tahu saja, Pater Vande Raring, SVD sudah menjalani pemeriksaan di Polres Lembata, Selasa (14/6/2016) siang lalu. Vende menjalani pemeriksaan pertama di Polres Lembata, dalam kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur.

Vende Raring dilaporkan ke polisi, setelah Bupati Sunur menerima surat dari Dewan Stasi St. Darius Tapolangu, Desa Tapolangu, Kecamatan Lebatukan, Paroki Santu Laurensius Hadakewa, yang menyebutkan, bahwa ketika Pater Vande Raring memimpin perayaan ekaristi di gereja setempat.

Pater Vande Raring diperiksa polisi sekitar pukul 09.00 Wita dan berakhir sekitar pukul 12.00 Wita. Dalam pemeriksaan itu, Pater Vande Raring masih dalam kapasitas sebagai saksi. Yang bersangkutan diperiksa polisi, setelah penyidik Polres Lembata memeriksa 12 saksi terkait kasus dugaan pencemaran nama baik Bupati Sunur.(fre)

Topik:
News:

2 Comments for “Khotbah itu Sakral, Jangan Dikriminalisasi”, SIMPEL Minta Uskup Tidak Diam Atas Kasus Vande Raring

  • ade bapa says:

    Sudah saatnya Lembata berubah lebih humanis ketimbang hedonis. People poweradalah kunci perubahan itu sendiri.

  • berto says:

    Saya tidak mendengar langsung khotbahnya pater vande,,tapi kalo dalm khotbah menuding atau bahkan menuduh seseorang itu harus masuk dalam ranah hukum, sebab jangan sampai gereja menjadi ruang utk mengutuk aktor politik tertentu demi kepentingan politik tertentu pula dan atas nama agama menjadi imun terhadap hukum positif yag kita anut di negeri ini….apapun itu modelnya harus bisa dipertanggungjawabkan secara real dan rasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.