Menu Click to open Menus
Home » POLKAM » Khawatir Diintervensi Pejabat, FORMASI Pilkada Flotim Temui Bawaslu NTT

Khawatir Diintervensi Pejabat, FORMASI Pilkada Flotim Temui Bawaslu NTT

(1640 Views) June 7, 2016 12:57 am | Published by | No comment
Nelce Bawaslu NTT

Nelce Ringu

KUPANG, aksiterkini.com – Kalangan mahasiswa menaruh perhatian serius terhadap proses rekruitmen Panitia Pengawas Pemilihan Kepala Daerah (Panwaskada) di Kabupaten Flores Timur. Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Peduli (FORMASI) Pilkada Flores Timur, Senin (6/6/2016) mendatangi Bawaslu NTT. Mereka khawatir Bawaslu diintervensi para elit pemerintahan propinsi maupun Kabupaten Flores Timur dalam menetapkan anggota Panitia Pengawa Pilkada (Panwaspilkada).

Saat tiba di sekretariat Bawaslu NTT, hanya terlihat dua anggota Bawaslu, Jemris Fointuna dan Yoppy Benu. Namun ketika ketua Bawaslu NTT, Nelce Ringu tiba, Jemris Fointuna malah kabur, entah kemana. Sehingga, hanya Nelce dan Yoppy yang melakukan audience dengan Formasi Pilkada Flotim.

Kepada aksiterkini.com di Kupang, Koordinator Umum Formasi Pilkada Flotim, Oktovianus Kewohon didampingi Sekretaris Jenderalnya,  Beatus Ado Kedang, menjelaskan bahwa mereka menemui Bawaslu NTT karena khawatir Pilkada Flotim lima tahun silam terulang lagi lantaran penyelenggara Pilkada dirundung masalah. Apalagi, tiga pejabat teras Flotim, masing-masing, Sekda Anton Tonce Matutina, Inpektur Daerah Akhmad Betan dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Fidelis Laratukan sempat mendatangi Banwaslu NTT. Mereka khawatir Bawaslu NTT tertekan dan mengambil keputusan sesuai ‘pesan’ ketiga pejabat Flotim itu.

Asal tahu saja, tahun 2010 silam, tiga anggota KPU Flotim dipecat. Satu orang anggota KPU mengundurkan diri. Sehingga proses Pilkada Flotim tidak berjalan mulus. Sehingga, sangat diharapkan agar Bawaslu NTT bersikap netral dan tidak terjebak dalam “mainan” elit birokrasi Flotim.

“Berangkat dari 2 (dua) persoalan itu, kami datang audience dengan Bawaslu, memberikan tekanan kepada Bawaslu NTT, bahwa Bawaslu harus menjaga indepedensi lembaga sebagai lembaga pengawas pemilu dan tidak terkontaminasi dengan kepentingan politik. Atas independensi Bawaslu ini maka Bawaslu harus selektif dan profesional dalam mengambil keputusan dalam menetapkan Panwalu Flotim. Dan, FORMASI tetap mengawal proses ini, dan apabila proses ini berjalan di luar independensi Bawaslu, maka forum akan tindaklanjutinya ke Dewan Kehormatan Pengawas Pemilu (DKKP),” tegas Kewohon didampingi Beatus Ado Kedang.

Menanggapi tuntutan Formasi Pilkada Flotim ini, Ketua Bawaslu Nelce Ringgu menjegaskan bahwa Bawaslu independen dan tidak ada intervensi dari pihak manapun. “Kita Bawaslu independen, dan tak ada yang intervensi kami. Terkait surat, itu urusan rumah tangga Flotim, bukan kami. Dan, urusan surat tersebut berada dalam domainnya panitia seleksi. Olehnya Bawaslu tetap profesional mengambil keputusan sesuai dengan rekomendasi panitia seleksi,” tandas Nelce.

Informasi yang dihimpun akiterkini.com di lingkup Bawaslu NTT menyebutkan, ketua dan anggota Bawaslu Yoppy Benu dan Jemris Fointuna akan membicarakan secara serius masukan Formasi.(osy)

Topik:
News:

No comment for Khawatir Diintervensi Pejabat, FORMASI Pilkada Flotim Temui Bawaslu NTT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *