Menu Click to open Menus
Home » HUKRIM » Ketua FP2L Kembali Diperiksa; Bumi: Penyidik Harus Profesional

Ketua FP2L Kembali Diperiksa; Bumi: Penyidik Harus Profesional

(1407 Views) May 30, 2016 7:55 pm | Published by | 1 Comment

KUPANG, aksiterkini.com – Ketua Forum Penyelamat Lewotana Lembata (FP2L), Alex Murin kembali diperiksa oleh penyidik Polda NTT, terkait laporannya atas dugaan penggunaan ijazah (sarjana) tidak sah oleh Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur, ST.

“Ya.. saya sudah diperiksa oleh penyidik polda NTT, di ruangan Kasubdit II Ditreskrimum Polda NTT, oleh Bripka Patry M.A Selan, Amd, Jumad, (27/5/2016), dari jam 10.00-12.45 Wita” jelas Alex Murin, kepada aksiterkini.com, Senin (30/5).

Dia menangkap kesan adanya pengalihan dari hal yang sebenarnya menjadi pokok persoalan yang harus diselidiki kebenarannya menurut hukum. Ya, “Saya merasa ada hal yang kurang beres dalam pemeriksaan saya tersebut, yakni menanyakan klarifikasi nama saya, kenapa Alex Murin saja, bukan Alexander Murin sesuai dengan KTP, dapat dokumen ijazah dari mana? penyidik juga bertanya tentang keabsahan forum, siapa yang dirugikan, dan kenapa sehingga surat dari Dikti dan Kopertis itu tidak menyatakan palsu tapi tidak terdapat dalam pangkalan data Dikti, tapi anda bilang dugaan penggunaan ijazah palsu,” tegas Alex.

Terhadap pertanyaan-pertanyaan tersebut Alex mengaku menjawab semuanya. Terkait dengan siapa yang dirugikan, Alex mejelaskan bahwa masyarakat Lembata yang dirugikan. “Saya masyarakat Lembata, yang jelas masyarakat Lembatalah yang dirugikan, karena dia menggunakan ijazah yang tidak diakui negara atau palsu, lebih lagi karena Yentji Sunur merupakan Bupati Lembata, pemimpin yang memimpin kita semua masyarakat Lembata dan kenapa dibilang diduga memiliki ijazah palsu atau yang tidak diaklui negara, karena jelas dalam surat terebut dijelaskan, dan kami berasumsi bahwa Yentji Sunur memiliki ijazah yang tidak diakui negara alias palsu,” tandas Alex.

Dia mengharapkan agar penyidik Polda NTT bisa bekerja dengan profesional dalam menangani kasus ini. “Jangan sampai hukumnya tajam ke bawah dan tumpul ke atas karena uang yang menghalalkan segalanya. Saya berharap  prosesnya cepat selesai agar ada kepastian hukum,” kata dia.

Kuasa hukum FP2L, Akhmad Bumi, SH, ketika dimintai komentar terkait hasil pemeriksaan terhadap ketua FP2L, menjelaskan bahwa setiap orang yang mengetahui dugaan tindak pidana dapat melaporkan ke penegak hukum yang berwenang.

“Terkait dengan laporan Alex Murin, Koordinator FP2L tentang dugaan ijazah palsu oleh Bupati Lembata Eliazer Yentji Sunur, sudah pada tahapan penyidikan. Oleh karena itu, publik berharap, ada kepastian hukum agar tidak menimbulkan kegaduhan atau polemik. Minimal jika dugaan itu cukup bukti, penyidik segera menetapkan dan mengumumkan siapa tersangkanya,” jelas Bumi.

Karena laporan Alex Murin/FP2L, lanjut Bumi, terkait penggunaan ijazah palsu maka locus di Lembata. Sehingga Polda NTT berwenang menyidik. Dengan harapan penyidik fokus pada penggunaan ijazah palsu. Jika terkait terkait dimana Alex mendapatkan ijazah tersebut, di sini Alex cukup membantu penegak hukum dalam membongkar kejahatan jenis ini. Karena kejahatan itu merusak dan mengancam eksistensi masyarakat, maka semua pihak punya tanggung jawab untuk memerangi dan memperkarakannya termasuk FP2L.

Dalam kondisi tertentu, lanjut Bumi, seharusnya pelapor itu dirahasiakan atau dijamin keselamatannya, bukan sebaliknya dijadikan korban. Dalam kasus ijazah palsu ini, Alex Murin (FP2L) berhadapan dengan kekuasaan/Bupati, yang tentu punya akses dan uang. “Kita berharap penegak hukum tidak berdamai dengan kejahatan dan tentu hal itu tidak dilakukan oleh penegak hukum kita. Karena marwah institusi kepolisian mesti dijaga dengan baik dan itu komitmen dari Kapolda kita ini,” harapnya.

Akhmad Bumi meminta agar kasus ini diproses sesuai hukum yang berlaku, biar ada kepastian hukum bagi semua pihak. Dan tidak ada pengalihan dari penyidikan. (osy)

 

Topik:
News:

1 Comment for Ketua FP2L Kembali Diperiksa; Bumi: Penyidik Harus Profesional

  • kalis tulada says:

    Tentng kasus ini karna sdh d tangni olh pihk yg berwenanh mk hrpn kmi ank Lembta hrus ada kejlsan tntng kasus ini artinya pross sesuai dgn hukum yg yg berlku setlh itu hrus scr trnsprn menyampaikn kpd publk sipkh yg salah dlm ksus ini secptnya kgn brhnti setlh pilkada bru d lanjtkn…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.