Menu Click to open Menus
Home » GELIAT DESA » Kepdes Tagawiti Nekad Bangun Jaringan Air Tanpa Sumber Air

Kepdes Tagawiti Nekad Bangun Jaringan Air Tanpa Sumber Air

(68 Views) March 23, 2019 4:57 am | Published by | No comment

TAGAWITI, aksiterkini.com – Bersama Program Pansimas, Kepala Desa Tagawiti bersama masyarakatnya pada tahun anggaran 2018 mengambil langkah berani membangun infrastruktur jaringan air  tanpa terkoneksi dengan sumber air. Di desa Tagawiti jaringan air minum dibangun sampai pemasangan kran dan meteran di rumah-rumah warga. Pembangunan Jaringan air minum tersebut kini telah rampung dan akan mulai dinikmati masyarakat yang seremonial pengresmiannya ditandai dengan pemutaran kran air di samping kantor desa Tagawiti oleh Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola dalam kunjungan kerjanya bersama pimpinan OPD ke desa tersebut, Kamis (28/2/2019).

Kepala Desa Tagawiti, Ismail Unu menyatakan, apapun yang terjadi kebutuhan dasar masyarakat berupa air bersih harus terpenuhi. Saya terinspirasi bersama Program Pansimas dan pandimpingan dari petugasnya. “Kami kuat  dengan alokasi dana Rp 350 Juta dari APBDII, kami sepakati untuk berswadaya murni senilai Rp 20 juta dari masyarakat lalu swadaya dari aspek tenaga kerja senilai Rp 80 juta hingga total biaya mencapai Rp 550 Juta,” tuturnya.

“Kami harus beli mobil tengkinya untuk mengambil air setiap hari, mengisi bak penampung lalu kami alirkan ke keluarga secara bergilir setiap hari. Dengan adanya meteran pada setiap kran, tiap kepala kelurga akan berkontribusi sesuai volume pemakaian air dan hasilnya mudah-mudahan bisa terus berjalan agar pelayanan pada masyarakat terus ada,” harapnya.

Anggota DPRD Lembata Hasan Baha,SE di Tagawiti menyatakan ini adalah kenekadan kepala desa dan jajarannya mengambil langka berani untuk membangun jaringan air minum  tanpa terkoneksi dengan jaringan sumber mata air.  Menurutnya, upaya ini merupakan langka maju dalam pemerintahan desa mendukung kebijakan daerah mengatasi kesulitan sumber air bersih di 5 desa di Kecamatan Ile Ape. Ia merincikan pada tahun 2018 bersama pemerintah Kabupaten Lembata telah disepakati  dana dari APBD II senilai Rp 350.juta untuk membangun jaringan air  minum di desa Tagawiti. Telah disepakati juga untuk menyambung jaringan pipa air dari sumber di Kecamatan  Atadei, senilai Rp 3 miliar di tahun 2018,  dan saat ini telah disepakati penambahan dana dana dari APBN senilai Rp 3,9 miliar  pada tahun 2019 dan  akan ditambah Rp 3 miliar lagi  yang diperkirakan sudah sampai  di desa Petuntawa.

Ia mengharapkan dalam kemitraan dan sinergitas antara Pemerintah dan Lembaga DPRD akan dialokasikan dana lagi untuk membangun jaringan sampai di Tagawiti dan  5 desa di tanjung.

Wakil Bupati Lembata Thomas Ola dalam arahannya menegaskan masalah kesulitan air minum bagi masyarakat bukan saja jauh tapi memang dari dulu sumber air itu tidak ada. Sejak kami ada,  kami selalu mengkonsumsi air asin dan ini berdampak buruk terhadap gigi kami yang berkarat,katanya.  Menurut Wabup Ola,  keberanian untuk memulai membangun bak penampung dan saluran air menuju rumah warga walaupun tanpa ada jaringan sumber air ke sini  adalah sebuah inovasi dan keberanian untuk keluar dari masalah.  “Airnya dekat namun sumbernya masih jauh, di Waimuda, di Lite dan Kalikasa,” ungkapnya.

Yang terpenting kedepan, menurut Wabup Ola, adalah bagaimana merawat jaringan. Dicontohkannya, kadang pipa itu patah butuh biaya Rp. 100.000  saja terkadang tidak diperhatikan sehingga akibatnya tidak berfungsi lagi seluruh jaringan  yang bernilai Rp 1 miliar.  Manajemen harus berjalan, ada sejumlah biaya operasional harus terus keluar agar air terus terisi supaya dialirkan. Dengan demikian mari kita berkontribusi dengan iuran setiap bulan agar jaringan bisa terawat, ajaknya.  (m.molan Kominfo Lbt/pariwara)

No comment for Kepdes Tagawiti Nekad Bangun Jaringan Air Tanpa Sumber Air

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.