Menu Click to open Menus
Home » BUDAYA » Kepala Perpustakaan Nasional Harap Masyarakat Ikut Pola Literasi Desa Hadakewa

Kepala Perpustakaan Nasional Harap Masyarakat Ikut Pola Literasi Desa Hadakewa

(144 Views) September 17, 2018 5:40 pm | Published by | No comment

LEWOLEBA, aksiterkini.com – Kepala Perpustakaan Nasional, Muhammad Syarif Bando secara resmi membuka ‘Festival Literasi Saya Baca’ Kabupaten Lembata di pelabuhan Jeti Lewoleba yang ditandai dengan pemukulan gong sebanyak 5 kali. Dia berharap masyarakat Lembata dapat mengikuti pola literasi Desa Hadakewa.

Didampingi Bupati Eliaser Yentji Sunur dan Wakil Bupati Thomas Ola, Kapolres Lembata, Kepala Perpustakaan NTT, dan Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lembata, Jumad (14/9/2018) malam, Muhammad Syarif Bando membuka secara resmi Festival Literasi Saya Baca.

Dia menyampaikan bahwa apa yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Lembata ini bukan hanya untuk melaksanakan amanat undang-undang, tetapi menjadi misioner seorang pemimpin daerah di tingkat kabupaten untuk menghantarnya maju 15 tahun kedepan.

“Jika dasar literasi sudah diletakan dalam diri anak-anak maka kedepan dia akan mengelola potensi Lembata dengan baik, dan dapat bersaing dengan daerah lain di Indonesia,” kata Syarif Bando.

Dia berharap agar masyarakat Lembata dapat mengikuti pola literasi dari desa Hadakewa yang baru diresmikan.

Mengakhiri sambutannya, Muhammad Syarif Bando pun memberikan bantuan mobil secara simbolis berupa satu (1) buah kunci kepada Bupati Yentji Sunur dalam rangka menunjang perkembangan perpustakaan di Kabupaten Lembata.

Longginus Lega, ketua panitia yang juga Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lembata dalam laporan menyampaikan bahwa prasyarat kecakapan hidup di abad ke-21 ini adalah dengan mengintegrasikan pendidikan literasi yang dimulai dari keluarga, sekolah sampai masyarakat.

“Masyarakat harus menguasai 6 (enam) literasi yaitu literasi baca-tulis, numerensi, digital, finansial, serta budaya dan kewargaan untuk membangun karakter anak bangsa,” kata Longginus Lega.

Dia juga menyampaikan bahwa momen ini merupakan bagian dari pesona literasi sehingga sangat penting untuk meningkatkan potensi negeri. Menurutnya, ada beberapa konten kegiatan dalam mendukung festival ini, yakni karnaval literasi, perlombaan bernuansa literasi dan wisata literasi.

Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur dalam sambutannya menyampaikan, festival literasi yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Lembata merupakan kelanjutan dari rangkaian acara tahun 2017, ketika Duta Baca diundang ke Lembata sekaligus pendeklarasian Lembata menjadi Kabupaten Literasi.

Menurutnya, kegiatan festival ini harus dilakukan secara kontinyu sehingga masyarakat Lembata benar-benar merasa dan memiliki literasi bagi kehidupan anak-anak generasi muda, juga membuka cakrawala berpikir dalam memajukan daerah ini.

“Saya harap kita semua berpartisipasi dalam pengembangan literasi anak mulai dari SD, SMP, dan SMA,” kata Sunur.

Dia juga menyampaikan terima kasih kepada Kepala Perpustakaan Nasional, Muhammad Syarif Bando, Kepala Perpustakaan NTT, Forkompindo, para Kepala OPD dan semua masyarakat Lembata yang hadir dan mendukung kegiatan literasi di Kabupaten Lembata.

Festival literasi ini diawali dengan karnaval yang diikuti oleh berbagai sekolah, mulai dari TK, SD, SMP dan SMA, Komunitas dan juga OPD di Kabupaten Lembata sekitar pukul 14.00 Wita. Ribuan orang ikut dalam karnaval ini. Mereka didominasi oleh anak sekolah dan gaun yang dikenakan ini adalah pakaian daerah masing-masing.

Ada dua (2) titik awal karnaval yakni di jalan pertigaan Wangatoa dan pertigaan Rumah Sakit Bukit Lewoleba.

Para peserta karnaval ini melakukan perjalanan hingga mencapai titik  temu di perempatan Olimpik lama, setelah itu mereka melanjutkan perjalanan ke tempat pusat kegiatan di pelabuhan jeti Lewoleba.

Selama perjalanan, penonton dihibur dengan berbagai atraksi dari peserta karnaval. Ada pertunjukan drum band, nyanyian dan tarian, juga goyang dangdut dari komunitas Jawa.

Mereka tak henti-henti mengajak masyarakat Lembata untuk giat membaca, ini tampak dalam slogan-slogan yang dibawa oleh para peserta karnaval.(sius leumolong)

No comment for Kepala Perpustakaan Nasional Harap Masyarakat Ikut Pola Literasi Desa Hadakewa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.