Menu Click to open Menus
Home » EKBIS » Kenaikan Upah Buruh di Lembata Terbentur Kepentingan Pengusaha

Kenaikan Upah Buruh di Lembata Terbentur Kepentingan Pengusaha

(456 Views) May 5, 2017 3:10 pm | Published by | No comment

LEWOLEBA, aksiterkini.com – Upaya menaikan standar upah buruh di Lembata, NTT masih menemui hambatan. Pengusaha setempat masih bertahan membayar upah buruh dibawah standar Upah Minimum Propinsi (UMP). Kini upah buruh di Lembata justru dituding sebagai biang kenaikan harga barang. Sementara pembicaraan antara pemerintah, serikat pekerja dan pengusaha tentang kenaikan upah buruh masih menemui jalan buntu.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Cabang Lembata, Hendrikus Buran kepada Media Indonesia, Jumad (5/5) menjelaskan, hingga saat ini, upah buruh di Lembata masih sangat rendah.

“Para tenaga kerja bongkar muat di pelabuhan laut (TKBM) misalnya, sampai saat ini dibayar diluar keputusan menteri perhubungan Nomor 35 tahun 2007, tentang tarif bongkar muat di plabuhan dan kapal. Mereka juga dibayar dibawah ketentuan Upah minimum propinsi NTT yang ditetapkan sebesar Rp.1.525.000,” ujar Hendrikus.

Disebutkan, sudah ada upaya memepertemukan pihak Pengusaha dengan pekerja yang dimediasi pemerintah untuk menaikan upah buruh, namun hingga saat ini masih menemui jalan buntu.

“Pengusaha ingin bayar upah semurah-murahnya untuk mendapat keuntungan sebesar-besarnya. Kalau pembayaran upah diluar ketentuan apakah bisa disebut pungli? Kami masih berharap niat baik pengusaha dan pemerintah untuk menaikan upah buruh minimal sesuai Standar Upah Minimum Propinsi (UMP). Jika langkah ini tidak berhasil, kami akan membawa persoalan ini ke pengadilan industrial,” ujar Henrikus, Ketua KSPSI Lembata itu. (san taum)

Topik: ,
News:

No comment for Kenaikan Upah Buruh di Lembata Terbentur Kepentingan Pengusaha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *