Menu Click to open Menus
Home » GELIAT DESA » Kemendes Sosialisi Pengurangan Resiko Bencana Di Desa Lerahinga, Warga Keluhkan Ulah Kontraktor

Kemendes Sosialisi Pengurangan Resiko Bencana Di Desa Lerahinga, Warga Keluhkan Ulah Kontraktor

(192 Views) June 6, 2018 4:14 am | Published by | No comment

Warga Desa Lerahinga tampak serius mendengarkan penjelasan. (Foto: Sius Leumolong)

LERAHINGA, aksiterkini.com – Tim Kementerian Desa dan Plan Internasional bersama Pemerintah Kabupaten Lembaga melakukan kunjungan kerja ke Desa Lerahingga dalam rangka sosialisasi Pengurangan Resiko Bencana (PBR) dan Adaptasi Perubahan Iklim (API), Senin (4/6/2018).

Kunjungan kerja ini dipimpin Wakil Bupati Lembata, Drs. Thomas Ola, SE, MSi. Hadir dalam kegiatan ini, Kemendes Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi dari Direktorat Penanganan Daerah Rawan Bencana, Ditjen Pengembangan Daerah Tertentu, Risnawati,SE, M.Si, Direktur Eksekutif YPII, Dini Widiastuti, BNPB Hadi Sutrisno, para staf ahli bupati, Kepala Dinas Penanggulangan Bencana, jajaran pemerintahan kabupaten, camat Lebatukan dan kepala desa Lerahinga beserta seluruh lapisan masyarakat Lehingga.

Dalam sambutannya, Risnawati dari Kemendes Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi Dari Direktorat Penanganan Daerah Rawan Bencana, Ditjen Pengembangan Daerah Tertentu, berharap agar semua elemen masyarakat mulai dari pemerintah kabupaten sampai desa harus sama-sama bersinergi dalam membangun sebuah sistem yang baik agar manfaatnya dapat dirasakan bersama. “Pemerintah Daerah harus bisa menangkap peluang yang ada di pusat terkait dengan penganggulangan bencana. Karena dana di pusat itu besar dan kita siap untuk bantu,” ungkap Risnawati.

Ia juga melanjutkan, terkait dengan bencana, konflik, rawan pangan, perbatasan, dan pulau kecil terluar, jika terjadi masalah maka perlu segera dilakukan komunikasi yang baik dengan pusat agar dapat segera ditanggulangi secepatnya.

Direktur Eksekutif YPII, Dini Widiastuti menyampaikan apresiasi pada pemerintah daerah kabupaten Lembata yang telah mendukung Plan dalam berbagai kegiatan. Kegiatan PRB-API ini mendapat dukungan dari sekitar 23 desa dengan menganggarkan dana desanya. “Ini merupakan suatu hal yang luar biasa dan semoga menjadi contoh untuk desa lain di seluruh indonesia,” tuturnya ketika menyampaikan sambutan.

Pimpinan Plan, Wabup Lembata dan Pejabat Kemendes. (Foto: Sius Leumolong)

Dia juga menyampaikan bahwa Plan komit untuk membantu mayarakat Lembata, dan berharap agar pihak swasta perlu dilibatkan dalam pembangunan.

Wakil Bupati Thomas Ola berharap agar masyarakat bisa melihat peluang terutama OPD-OPD yang ada untuk membangun relasi dengan pusat dalam pembangunan daerah terutama kegiatan yang berhubungan dengan PRB-API. “Jika ada persoalan di desa, kecamatan, atau tingkat kabupaten sebaiknya disampaikan ke pusat melalui proposal, tentunya dengan tata cara yang baik, dan harus bangun relasi dan komunikasikan dengan baik,” harap Thomas.

Thomas melanjutkan, tujuan pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah adalah untuk mensejahterahkan rakyat dan bukan menyengsarahkan rakyat. Karena itu, sebelum melakukan kegiatan harus dipastikan bahwa wilayah atau tempat kegiatan tidak bermasalah. Jika tidak maka pemerintah akan sulit dalam melakukan bantuan karena kurang mendapat dukungan dari masyarakat.

Pada sesi dialog, Mama Elisabet Ema menyampaikan kekecewaanya terhadap pemerintah karena justru dengan adanya pembangunan jalan di wilayah ini, menyebabkan banjir, ini akibat ulah kontraktor yang tidak memperhatikan draenase.

“Saya rela kemiri ditebang untuk bangun jalan tapi kalau musim hujan, banjir dari jalan masuk ke rumah saya. Saya sangat kecewa,” keluh mama Elis.

Menanggapi keluhan masyarakat ini, Thomas Ola sangat berang dengan ulah para oknum yang tidak bertanggungjawab. Ia berharapa semua OPD dapat menjalankan program dengan baik berdasarkan fungsinya masing-masing.

Kepada Dinas PU, kata Thomas Ola, agar bisa memberi teguran bagi para kontraktor yang mengerjakan semua proyek yang ada dengan mengutamakan kualitas bukan hanya mengejar keuntungan dengan mengorbankan banyak orang.

Selain itu, Wabup juga berharap kepada masyarakat agar dalam membuka lahan perkebunan harus memperhatikan juga dengan keseimbangan alam agar tidak terjadi banjir dan longsor yang dapat menyengsarakan rakyat. (Sius Leumolong)

No comment for Kemendes Sosialisi Pengurangan Resiko Bencana Di Desa Lerahinga, Warga Keluhkan Ulah Kontraktor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.