Menu Click to open Menus
Home » HUKRIM » Kasus Khotbah Pastor Vande Dilaporkan ke Polisi, Ini Alasan Gereja Lokal Belum Buka Mulut

Kasus Khotbah Pastor Vande Dilaporkan ke Polisi, Ini Alasan Gereja Lokal Belum Buka Mulut

(5255 Views) July 24, 2016 3:21 pm | Published by | No comment
Sinyo da Gomes

Romo Sinyo da Gomes, Deken Lembata

LEWOLEBA, aksiterkini.com Meski seorang imamnya sedang menghadapi gugatan hukum atas tuduhan melakukan pencemaran nama baik Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur, namun Uskup Larantuka Mgr. Fransikus Kopong Kung, Pr maupun Pemimpin Umat Katolik Dekenat Lembata Rm. Sinyo Da Gomes, Pr, masih bungkam. Sikap diam dua simbol gereja lokal itu menimbulkan tanda tanya Umat Katolik Lembata.

Sebagaimana terungkap dalam diskusi publik dengan tema Curah Pendapat 17 Tahun Otonomi Kabupaten Lembata yang berlangsung di aula kantor Camat Nubatukan, Sabtu (23/7), Elias Kaluli Making salah satu peserta diskusi mempertanyakan hal ini.

Sebagai gambaran, diskusi publik yang diselenggarakan oleh Aktivitas Pendalaman Iman (API) Reinha Rosari Mahasiswa Katolik Dioses Larantuka – Kupang itu menghadirkan Pakar Hukum Tata Negara Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Dr. Jhon Kotan, SH, MHum, Wakil Bupati Lembata, Viktor Mado Wathun, SH, mantan penjabat Bupati Lembata, Drs. Petrus Boliona Keraf dan Pastor Deken Lembata, Romo Sinyo Da Gomes, Pr.

Elias dalam diskusi itu mengatakan, demokrasi di Lembata sudah sampai pada tahapan yang sangat memprihatinkan. Hak kontrol masyarakat dikebiri, kritik selalu dianggap menghina, kebebasan berbicara tersumbat, bahkan seorang imam pun melalui mimbar gereja tak lagi bebas mengungkap fakta riil kehidupan duniawi. Apalagi fakta riil itu bersinggungan langsung dengan nama seorang pemimpin. Kasus Pastor Vande Raring yang dituduh mencemarkan nama baik Bupati Sunur menjadi salah satu contoh tersumbatnya ruang demokrasi.

“Belum ada pernyataan apapun dari Uskup Larantuka, apalagi orang di bawahnya. Padahal, umat sedang menanti tanggapan simbol gereja terhadap kasus hukum yang dihadapi Pater Vande,” katanya.

Elias yang juga dikenal sebagai Sekretaris Aliansi Keadilan dan Kebenaran Anti Kekerasan (Aldiras) itu, pun  tak sungkan mengkritik Romo Sinyo. Dia mengatakan, kondisi Lembata boleh dikatakan sedang sekarat namun tak sekalipun pemimpin umat katolik Lembata buka mulut.

Menjawab Elias, Romo Sinyo Da Gomes mengklarifikasi. Dia mengatakan, ada tiga tugas utama yang tak bisa dilepaspisahkan dari  dalam diri seorang pastor, yakni, sebagai Imam, sebagai Nabi juga sebagai Raja. Sebagai Imam seorang Pastor hadir untuk menguduskan, sebagai Nabi berarti pastor bertugas untuk mengkritik, mengingatkan juga menegur, sementara hadir sebagai raja untuk memerintah.

Kendati demikian, sebagai pastor Vande harusnya menghargai hirarki gereja. Romo Sinyo mengatakan, dirinya tak pernah diberitahu bahwa Pater Vande sedang berada di Lembata, dan memimpin perayaan ekaristi.

“Saya tidak dalam posisi mengklarifikasi kenapa Bapak Uskup belum membuat pernyataan terkait kasus itu, tetapi saya mau katakan bahwa kemanapun seorang pastor pergi, dalam dirinya tetap melekat imamat. Imamat itu melekat pada gereja, namun harus diketahui kalau Gereja itu ada hirarki. Karena itu, dia (Pater Vande) harus lapor kalau dia ada di Lembata. Tidak semua imam datang ke Lembata sampaikan bahwa saya ada di Lembata. Khotbah itu sebenarnya bertujuan untuk mengingatkan, boleh mengkritik, tetapi lebih baik hambur umum saja, nanti orang yang akan merasa, oh…ternyata itu ditujukan kepada saya. Jangan sampai dalam berkhotbah kita menuding seseorang,” jelasnya.

Lebih jauh, Romo Sinyo mengakui jika semangat “Taan Tou” (persatuan-Lamaholot-Red) sebagai dasar berdirinya Kabupaten Lembata kian terkikis.

Menyikapi kondisi lembata yang terus dirundung masalah itu, dirinya lebih memilih cara persuasif dengan mendatangi pemimpin dan berdiskusi ketimbang melakukan sesuatu secara terbuka. “Apa yang saya lakukan tidak perlu semua orang tahu, lebih baik saya datang bertemu pemimpin dan saya sampaikan secara baik-baik,” ujarnya.(osy)

Topik:
News:

No comment for Kasus Khotbah Pastor Vande Dilaporkan ke Polisi, Ini Alasan Gereja Lokal Belum Buka Mulut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *