Menu Click to open Menus
Home » HUKRIM » Kapolda Perintah Tindak Anggota Polres Yang Melawan

Kapolda Perintah Tindak Anggota Polres Yang Melawan

(1835 Views) April 12, 2016 3:43 pm | Published by | No comment

LARANTUKA, aksiterkini.com—Kapolda NTT Brigjen Pol Drs E Widyo Sunaryo memberi sinyal kepada Kapolres AKBP Ferry Boedhianto, SH.S.Ik untuk menindak anggotanya yang melawan. Ini berkaitan dengan aksi protes anggota polisi kepada Kapolres Flores Timur, Senin (11/4) petang. Aksi itu merupakan bukti perlawanan terhadap pimpinan.

“Saya telah melaporkan kepada pimpinan (Kapolda NTT-Red) kemarin usai aksi mereka itu dan telah mendapat perintah untuk menindak tegas anggota yang melakukan perlawanan kepada pimpinan itu. Ya, kita akan lakukan itu. Inti persoalan tersebut adalah miscomunication antara anggota yang kepadanya diminta untuk meninggalkan kamar asrama karena yang bersangkutan telah sebulan yang lalu telah dimutasikan ke Polsek Adonara Barat. Nah protes Bripka Wayan dan istrinya Polwan Ira mendapat dukungan dari beberapa anggota atas nama solidaritas dan soliditas sehingga terkesan Kapolres didemo,” jelas Kapolres Fery.

Dikatakan, dirinya meminta anggota Polsek berada di tempat tugasnya dan tidak bolak balik demi profesional kerja.

Kapolres Fery menjelaskan bahwa aksi anggotanya dipicu oleh Bripka Wayan dan Polwan Ira untuk meninggalkan asrama yang selama ini mereka tempati. Polwan Ira sedang hamil, sehingga perintah mengosongkan rumah dinilai sebagai bentuk pengusiran dari asrama polisi.

Aksi protes Wayan dan Ira menyulut anggota Polres lainnya untuk bersatu mendamprat Kapolres Ferry. Sorak sorai menyesalkan gaya kepemimpinan Kapolres Ferry yang penuh sentimen bersahutan  membahana.

“Kami harus omong Komandan, peristiwa hari ini bukan soal Wayan saja, tapi kami terpanggil untuk harus menyampaikan apa yang kami pendam selama ini. Komandan melakukan mutasi karena dendam, mendengar informasi tanpa croschek ke kami, langsung mutasikan. Bisa saja setelah ini Komandan memutasikan kami yang berkata-kata ini. Jadi tolonglah, dengarkanlah kami, jauhkan balas dendam itu Komandan,” ujar Stef, anggota Bimas Polres Flotim.

Sementara itu, Iwan bahkan tampil menohok sambil menantang Kapolres Ferry yang didampingi Wakapolres Kompol David. Iwan bahkan meneriaki apa yang mereka pendam selama ini karena masih menghargai seorang Wakapolres.

Terkait perintah pengosongan, Kapolres Ferry menjelaskan pihaknya melalui Kasiwas, Kasat Shabara dan Wakapolres telah membuat pendekatan dengan Bripka Wayan bulan yang lalu untuk mengosokan kamar mereka agar ditempati anggota yang lain. Bripka Wayan bersama Ira, istrinya telah dimutasikan ke Polsek Adonara Barat.

“Sudah berkali-kali permintaan itu kita lakukan bahkan jawaban dari yang bersangkutan usai Semana Santa kemarin. Karena tidak menjalankannya itu makanya saya selaku pimpinan Polres Flotim menunjukan ketegasan sikap,” tandasnya.

“Di saat tindakan itu saya lakukan, munculah aksi solidaritas dan soliditas anggota yang lain. Namun semua sudah clear. Saya langsung laporkan persoalan itu ke Bapak Kapolda NTT kemarin,” ujar Kapolres Ferry.

Dari Kupang, dilaporkan bahwa  Kapolda NTT menilai demo anggota Polres Flotim terhadap Kapolres Flotim terjadi karena adanya komunikasi yang kurang pas antara Kapolres dan bawahannya.

“Kalau semua anggota polri menyadari dan mengingat janji awal saat dilantik menjadi anggota Polri bahwa siap ditempatkan di mana saja sehingga saat kapanpun akan dimutasi, dipindahkan ke tempat lain, harus siap. Mungkin komunikasi yang agak kurang pas antara pimpinan dan bawahannya sehingga menyebabkan suasana yang kurang bagus. Kalau kita ingat ketika kita disumpah, tidak mungkin terjadi seperti ini,” kata Brigjen Pol Drs E Widyo Sunaryo.

Namun, katanya, perlu dikomunikasikan secara baik karena anggota juga punya anak dan istri sehingga ini juga harus menjadi pertimbangan.

“Kalau semua anggota polri menyadari dan mengingat janji awal saat dilantik menjadi anggota Polri bahwa siap ditempatkan di mana saja sehingga saat kapanpun akan dimutasi, dipindahkan ke tempat lain, harus siap. Mungkin komunikasi yang agak kurang pas antara pimpinan dan bawahannya sehingga menyebabkan suasana yang kurang bagus. Kalau kita ingat ketika kita disumpah, tidak mungkin terjadi seperti ini,” kata Brigjen Pol Drs E Widyo Sunaryo.

Namun, katanya, perlu dikomunikasikan secara baik karena anggota juga punya anak dan istri sehingga ini juga harus menjadi pertimbangan (Eman Niron)

No comment for Kapolda Perintah Tindak Anggota Polres Yang Melawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *