Menu Click to open Menus
Home » GELIAT DESA » “Kami Dinas tidak Bodoh Pak”, Jhon Fernandez Tanggapi Konsultan AusAid Soal Megaproyek Air Bersih

“Kami Dinas tidak Bodoh Pak”, Jhon Fernandez Tanggapi Konsultan AusAid Soal Megaproyek Air Bersih

(1208 Views) June 16, 2016 7:23 am | Published by | No comment

Rapat Gabungan Komisi DPRD Flotim bersama Kadis PU Tamben dan PDAM, Konsultan AusAid, Billy sedang memaparkan hasil surveynya.

LARANTUKA, aksiterkini.com – Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Pertambangan dan Energi (PU Tamben) Kabupaten Flores Timur, Ir. Jhon Fernandez kesal minta ampun dengan “ulah” Direktur PDAM, Petrus Peren Lamanepa dan konsultan AusAid, Billy. “Kami dinas tidak bodoh pak,” ketus Fernandez menanggapi penjelasan Billy terkait sumber mata air di Desa Sinarhadigala yang rencananya akan digunakan untuk memasok air ke Kota Larantuka.

Hal itu disampaikan Fernandez dalam rapat Gabungan Komisi DPRD Flores Timur, Selasa (14/6). Rapat yang dipimpin langsung Ketua DPRD Yosep Sani Betan, ST menghadirkan Kadis PU Tamben Flotim, Direktur PDAM, Petrus Peren Lamanepa dan konsultan AusAid, Billy. Rencananya, menghadirkan pula konsultan perencana, PT Bina Sarana Ekatama dari Bandung. Menurut Kadis Fernandez, pihak konsultan perencana tidak bisa hadir karena harus mengurus beberapa hal penting.

Dalam forum sidang Dewan itu, Billy memaparkan hasil surveinya pada titik mata air Waiwirang. Baginya, ada tiga hal penting yang membuatnya berkesimpulan bahwa megaproyek tersebut bakal mubazir dan PDAM Flotim tetap akan menjadi obyek penderita pasca penyerahan hasil pekerjaan tersebut.

“Kualitas airnya putih, keruh. Jarak di atas 30 km menuju reservoar Sarotari (Larantuka) dengan kecepatan aliran air 5 liter/detik. Faktor ketinggian dan beberapa hal alamiah yang memunculkan pekerjaan tambahan baru. Itu hanya akan menguras anggaran. Lebih baiknya kita maksimalkan mata air Waidoko dengan formula teknis baru yang lebih efektif dan efisien,” ungkap Billy seraya menyebut, air tersebut hanya sanggup dialirkan sampai daerah Waiwana.

Sebelum rapat gabungan komisi ini, Direktur PDAM dan Billy sempat pula menyampaikan hasil surveinya kepada Bupati Flotim, Yoseph Lagadoni Herin di rumah jabatan bupati. Dalam pertemuan di rujab bupati itu, hadir pula pimpinan dan beberapa anggota Dewan. Juga, hadir Sekda Anton Tonce Matutina. Namun Dinas PU Tamben dan konsultan perencana tidak diundang untuk hadir.

Sesungguhnya, pemerintah desa Sinarhadigala, Kecamatan Tanjung Bunga sudah mempersoalkan “manuver” Lamanepa dan Billy. Sebab, mereka berdua belum pernah menjejakkan kakinya di sumber mata air yang dijadikan lokasi proyek. Ya, “Orang PDAM dua kali datang ke desa kami untuk melihat mata air yang mau dikerjakan untuk pemasangan pipa air ke Larantuka. Yang terakhir mereka datang dengan orang dari Jakarta, dan diantar oleh staf saya, kepala dusun IV, tapi mereka tidak sampai di mata air,” jelas Kepala Desa Sinarhadigala, Siprianus Keladu Kelen, ketika dihubungi aksiterkini.com melalui handphone tadi pagi, Kamis (2/6).

Hal senada disampaikan Sekretaris Desa Sinarhadigala, Wilhelmus Talu Welan. Dikatakan, staf PDAM bersama seorang temannya dari Jakarta hanya mengukur debit air pada salah satu jalur aliran air. “Orang itu bilang debitnya sangat besar, sekitar 80-an liter per detik. Mereka ukur pake alat yang mereka bawa, kami tidak tahu namanya alat itu. Tapi, yang diukur hanya pada salah satu jalur sungai, padahal ada beberapa jalur sungai,” jelas Talu Welan.

Talu Welan maupun Keladu Kelen menegaskan bahwa sungai yang diukur, airnya lebih kecil daripada mata air yang mau dipakai untuk pemasangan pipa ke Larantuka. “Tapi, letak mata air itu di atas tinggi, sehingga mereka bilang tidak usah ke atas lagi. Sehingga mereka tidak sampai di mata air itu,” ujar Talu Welan, yang diamini Keladu Kelen.

Bupati Yosni Herin sendiri sudah meminta agar instansi teknis serius mengurus air ke Kota Larantuka, tidak asal ada proyek. Sehingga dana belasan miliar rupiah yang sudah teranggarkan tahun anggaran 2016 ini dari sumber Dana Alokasi Khusus (DAK) dapat terserap dan bermanfaat bagi masyarakat Kota Larantuka dan sekitarnya.

Kadis PU Tamben Flotim, Jhon Fernandez menyebut, Billy sudah salah alamat dalam memberikan informasi kepada Dewan. “Soal titik survey saja kita berbeda. Ketinggian? Ketinggian yang mana? Yang dimaksudkan air putih, keruh itu, Pak Billy lakukan survey pada Kalibetuk, bukan pada titik Kaliway. Sementara kita lakukan survey pada titik Wawirang 1 dan Kaliway. Kami dinas tidak bodoh Pak,” tandas Fernandez.

Dia menegaskan dirinya pun sempat bertanya kepada konsultan dari Bandung tentang akurasi data yang diambil di lapangan. Ya, “Saya sendiri bahkan dalam pertemuan yang dihadiri berbagai stakeholder Flotim dan Konsultan dari Bandung, bertanya, ‘beto ka ne surveymu itu?’ Artinya, komitmen kita sama untuk segera mengatasi kemelut air bagi warga Kota Larantuka ini,” tandas John Fernandez.

Anggota Dewan sendiri tampak “terbelah” dua. Ada yang percaya pada paparan Billy, dan satu lagi lebih percaya pada Dinas PU Tamben, dan mempertanyakan Billy dan PDAM yang sama sekali tak mampu mengatasi kemelut air bersih dalam Kota Larantuka, dua tahun terakhir. Mereka heran, mengapa setelah ada dana DAK belasan miliar rupiah baru PDAM dan konsultannya ribut, seolah-olah ingin menguasai pengelolaan dana tersebut.

Anggota DPRD Flotim, Ignas Uran menyatakan dirinya tetap percaya pada penjelasan Billy. Sebab, kata dia, dirinya melihat kenyataan pelaksanaan program tak sebanding dengan mental aparat pemerintah.

Informasi yang diperoleh aksiterkini.com, tim konsultan perencana PT Bina Sarana Ekatama sudah tiba di Larantuka dari Bandung, hari ini, Kamis (16/6). Rencananya,  Jumat (17/6) besok, mereka akan menyampaikan presentase hasil surveinya di hadapan Dinas PU Tamben dan DPRD Flores Timur. (iro/fre)

Topik:
News:

No comment for “Kami Dinas tidak Bodoh Pak”, Jhon Fernandez Tanggapi Konsultan AusAid Soal Megaproyek Air Bersih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *