Menu Click to open Menus
Home » BUDAYA » Kamar Nomor Tiga Sadarkan Bupati Herin Tentang Ibu dan Anak

Kamar Nomor Tiga Sadarkan Bupati Herin Tentang Ibu dan Anak

(1286 Views) April 28, 2016 5:38 am | Published by | No comment
yosni-res (2)

Bupati Flotim Yosep Lagadoni Herin, S.Sos (kiri)

LARANTUKA, aksiterkini.com – Novel  Wijaya Kusuma berjudul “ Dari Kamar Nomor 3” telah memicu kesadaran Bupati Flores Timur, Yoseph Lagadoni  Herin, S.Sos atau biasa disapa Yosni Herin  tentang pentingnya keselamatan ibu dan anak  sebagai awal sebuah kehidupan baru.  Demikian pengakuan Yosni ketika membuka kegiatan Evaluasi Pekan Keselamatan Ibu Anak  tahun 2015  dan Sosialisasi Pekan Keselamatan Ibu  anak tahun  2016 di aula gedung Orang Muda Katolik (OMK) Keuskupan Larantuka,  Selasa (26/4).

“Saya baru menyadari  bahwa betapa mulia dan mahal  kehidupan itu. Dan ibu adalah awal sebuah kehidupan baru. Karena itu tugas kita untuk menyelamatkan.  Hal itu saya temukan ketika membaca novel  Wijaya Kusuma beberapa tahun lalu.  Dalam novel itu diuraikan dengan jelas betapa pentingnya kesehatan ibu dan anak,” kisah Herin.

Herin bahkan mengajak semua peserta terutama para bidan, perawat dan dokter untuk membaca Novel Wijaya Kusuma agar dapat mengambil hikmah serta pesan dari Novel tersebut. Novel Wijaya Kusuma mengangkat realitas yang terjadi di Kabupaten Ende. Dalam novel tersebut digambarkan pula tentang ego petugas kesehatan dimana salah seorang bidan yang telah berinisiatif baik menolong persalinan seorang ibu. Sayangnya, bidan lain lagi datang dan melakukan protes kepada bidan yang tengah menolong persalinan karena bukan merupakan wilayah kerjanya.

Selain itu digambarkan pula  disatu waktu ada dua pasien. Seorang ibu yang hendak melahirkan dan seorang bapak yang sudah tua menderita batuk.  Disaat ibu menghadapi kelahiran emergensi  mereka harus membutuhkan oksigen. Sayangnya oksigen yang ada terbatas dan hanya satu yang sedang digunakan oleh bapak yang menederita batuk .

Ketika oksigen itu diminta petugas dari kamar bersalin untuk  digunakan oleh ibu yang melahirkan, petugas dari kamar perawatan bapak yang menderita batuk tidak memberikannya. Akibatnya nyawa ibu yang hendak melahirkan tidak  dapat tertolong.

“Dari ceritera ini saya mau katakan bahwa sebagai petugas kesehatan harus membuang ego masing-masing.  Karena ego petugas,  orang lain dikorbankan,” kata Yosni.

Ia menambahkan upaya menyelamatkan ibu dan anak dari kematian saat melahirkan menjadi hal yang penting dan dijadikan salah satu tolok ukur pembangunan sebagaimana termuat dalam Millennium Development Goals (MDGs) yang merupakan kesepakatan negara-negara di dunia. Karena itu, Yosni menghimbau kepada semua peserta yang merupakan utusan dari semua elemen masyarakat di Flores Timur yang hadir dalam kegiatan sosialisasi  untuk bahu membahu dan bekerjasama menyelamatkan ibu dan anak.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesahatan Flores Timur, dr. Yoseph Usen Aman, menjelaskan Flores Timur  merupakan kabupaten di NTT dengan angka kematian ibu/anak terendah. Hal ini tidak terlepas dari  kerja sama semua pihak yang peduli terhadap ibu dan anak melalui program 2H2 center. Program 2H2 Center merupakan program inovasi yang mampu menurunkan kasus kematian ibu dan anak dan telah pula direplikasi di semua kabupaten di NTT bahkan di luar NTT. Karena itu, program ini telah mendapat apresiasi baik nasional maupun internasional termasuk apresiasi dari MDGs tahun 2012 lalu. Dijelaskan  pada tahun 2015 terdapat 2 kasus kematian ibu di Flores Timur dari 4 kasus sebelumnya di tahun 2014. (mans balawala)

Topik:
News:

No comment for Kamar Nomor Tiga Sadarkan Bupati Herin Tentang Ibu dan Anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *