Menu Click to open Menus
Home » POLKAM » KAHMI Lembata: Terorisme Ritual Setan, Terorisme Bukan Islam

KAHMI Lembata: Terorisme Ritual Setan, Terorisme Bukan Islam

(282 Views) May 16, 2018 5:27 am | Published by | No comment

Roland Abdullah

LEWOLEBA, aksiterkini.com – Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Lembata mengutuk dan mengecam keras aksi terorisme yang terjadi di Surabaya, Jawa Timur. Terorisme dan Radikalisme bukanlah ajaran suatu agama langit –Islam, Kristen, dan Yahudi– melainkan ajaran yang termotivasi oleh kekuatan setan.

“Karena kenyataan bahwa terorisme sama sekali tidak memiliki nilai-nilai kemanusiaan dan tidak mengakui aturan manapun. Orang-orang yang memilih terorisme itu tidak mempunyai cinta, perhatian, belas kasih dan tenggang rasa, dan hanya diperintah oleh perasaan benci, marah, dan dendam, tanpa memikirkan lagi akibat dari perbuatan mereka. Ini karena nurani orang yang menganggap terorisme sebagai pemecahan sudah tersumbat. Demikian pula akalnya, pertimbangannya, dan pengertiannya, dan ini adalah sifat-sifat setan,” tandas Roland Abdullah, Ketua Bidang Politik dan Pertahanan KAHMI Lembata, kepada aksiterkini.com, Rabu (16/5).

“Akhlak al-Quran adalah memberi manfaat pada perdamaian dan keamanan. Tujuannya agar dapat hidup bersama dalam keamanan,” jelas alumnus HMI Ujungpandang, Sulawesi Selatan ini.

Dalam al-Quran dijelaskan: “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya, rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik” (al-A’raaf (7):56).

Karena itu, jelas dia, menurut akhlak al-Quran, tidak ada ruang bagi amarah. “Allah telah mengungkapkan bahwa selama manusia bertindak atas perasaan sendiri, seperti kemarahan, akan ada penyelewengan dan kekacauan di dunia. Dengan demikian, Allah telah memerintahkan kita untuk sepanjang waktu bersikap tenggang rasa, damai, dan penuh semangat persaudaraan.”

Dia mengingatkan bahwa umat manusia tidak boleh lupa bahwa pada semua akar pergerakan terorisme terdapat kenyataan bahwa orang-orang seperti itu telah berpaling dari akhlak agama dan telah dibesarkan tanpa pengetahuan yang benar tentang agama. “Akhlak yang umum pada agama Islam, Kristen, dan Yahudi amat bertentangan dengan terorisme yang dibangun di atas kekerasan dan kebiadaban. Dalam akar agama terdapat cinta, perhatian, dan belas kasih. Allah SWT telah memerintahkan kita untuk memperlakukan sesama dengan adil, tenggang rasa, pengertian, belas kasih, dan rasa hormat.”

Lebih jauh lagi, sambung Roland Abdullah, manusia diwajibkan bersikap seperti itu tanpa memandang agama, bahasa, ras, atau jenis kelamin dari orang yang dihadapinya. “Karena itulah, mustahil terdapat kekerasan didalam masyarakat tempat akhlak agama berlaku. Akhlak agama merupakan satu-satunya sistem yang dapat membimbing manusia ke arah kedamaian dan keamanan,” ungkap aktivis yang baru saja melepas masa lajang ini.

Allah telah memperingatkan untuk tidak mengikuti mereka yang berpaling ke arah fanatisme buta dan membiarkan diri mereka diperintah oleh perasaan hawa nafsu. “Seperti firman-Nya yang berbunyi: …dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas (al-Kahfi (18):28),” tandasnya.

Dia mengharapkan segenap warga Lembata terus memupuk persaudaraan. Ya, “Mari kita semua menjaga erat persaudaraan. Jangan mudah terprovokasi oleh keadaan. Bersama kita melawan tindakan terorisme dan radikalisme yang melanda NKRI tercinta ini, terkhususnya di Lembata,” tandasnya.(fre)

No comment for KAHMI Lembata: Terorisme Ritual Setan, Terorisme Bukan Islam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.