Menu Click to open Menus
Home » BUDAYA » Hentikan Pencarian Lamafa Benyamin Blikololong, Ritual Beu(ng) Snili Digelar

Hentikan Pencarian Lamafa Benyamin Blikololong, Ritual Beu(ng) Snili Digelar

(741 Views) May 15, 2018 4:56 pm | Published by | No comment

LEWOLEBA, aksiterkini.com – Setelah tiga hari melakukan pencarian dan tidak menemukan Lamafa Benyamin, pada hari ke empat, Selasa (15/5/2018) pencarian dihentikan. Warga menggelar ritual Beu(ng) Snili, upacara  mengarungkan siput (kerang) di laut beberapa saat sebagai pengganti jasad lalu diambil dan dimasukan dalam peti jenasah dan  dimakamkan sebagaimana layaknya seseorang meninggal dunia.

Kepala Desa Lamalera A, Yosep Dasion yang dihubungi dari Lewoleba, Selasa (15/5) pagi, menuturkan, dua peledang masih melakukan pencarian hingga pukul 12.00 Wita. “Mereka kembali tanpa hasil dan seperti sudah disepakati malam sebelumnya, pukul 14.00 Wita digelar ritual Beu(ng) Snili.”

Dua peledang yaitu Horo Tena membawa snili (kerang) dan peledang satunya lagi mendampingi. Di lautan sekitar  1000 meter dari pantai, siput lalu dilabuhkan beberapa saat oleh tua adat lalu diambil oleh keluarga yang naik di perahu yang satunya. Siput tersebut lalu dibungkus dengan pakaian milik Benyamin dan dibawa kembali.

Di pantai, seluruh warga dari dua desa Lamalera A dan Lamlalera B menunggu dalam hening. Tiba di pantai, siput lalu diletakkan dalam sebuah peti jenasah kecil.

Ritual selanjutnya dilakukan di namang, depan rumah besar suku Bataona. Setiap nelayan di Lamalera memasukan sepotong kain putih dalam peti.

Selanjutnya, peti dibawa ke rumah besar Suku Blikololong dengan menyinggahi rumah tinggal keluarga Benyamin Blikololong beberapa saat. “Esok, dilakukan penguburan. Tanpa upacara liturgi apapun,” ujar Dasion.

Hingga Sabtu (19/5) nanti, laut Lamalera dinyatakan terlarang. Tidak boleh ada aktivitas melaut bahkan mandi laut pun dilarang.

Diberitakan sebelumnya, Lamafa Benyamin Blikololong hilang saat menikam pari, Sabtu (12/5/2018). Ketika itu, menurut pengakuan beberapa saksi, setelah menikam dan hendak naik ke perahu, mendadak tenggelam dan hilang. Diduga kuat, kaki Benyamin terlilit tali saat ikan berontak. Saat tali ditarik lagi, ikan tidak terlihat lagi. Demikian pula dengan lamafa Benyamin. Meski berbagai upaya pencarian dilakukan namun ayah dua anak itu tidak ditemukan.(fince bataona)

No comment for Hentikan Pencarian Lamafa Benyamin Blikololong, Ritual Beu(ng) Snili Digelar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *