Menu Click to open Menus
Home » EKBIS » Gunakan Dana Desa Bangun Infrastruktur

Gunakan Dana Desa Bangun Infrastruktur

(17 Views) April 11, 2019 4:45 am | Published by | No comment

LEWOLEBA, aksiterkini.com – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas RI, Prof. Bambang Brojonegoro untuk pertama kali mengunjungi Kabupaten Lembata. Dihadapan para Kepala Desa, Prof. Bambang mengatakan, aliran dana desa tiap tahun kian meningkat. Alokasi Dana Desa (ADD) miliaran rupiah tersebut dapat digunakan untuk membangun jalan desa, sarana dan prasarana pertanian, berupa embung dan sarana lainnya. Masalah kesehatan juga harus jadi perhatian. Misalnya, pembangunan jaringan air minum bersih di desa, mengatasi stanting dan pengembangan posyandu.

Rombongan Menteri PPN/Kepala Bappenas Prof. Bambang Brojonegoro, SE,M.UP.Ph.D melakukan Kunjungan Kerja di Kabupaten Lembata Provinsi NusaTenggara Timur, belum lama  ini.  Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Ir. Benediktus Polo Maing, yang juga merupakan putera daerah Lembata mendampingi Prof. Bambang. Dalam kunjungan kerja yang dilakkan oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas merupakan salah satu tugas penyelengaraan pemerintah Republik indonesia dalam bidang perencanaan pembangunan naisional. Bersamaan dengan ini Menteri diperkenankan bertemu dan menyapa masyarakat melalui rapat terbuka Bersama para kepala desa se-Kabupaten Lembata di rumah jabatan Kuma Resort Desa waijarang, Kecamatan Nubatukan.

Dalam rapat terbuka ini Menteri PPN/Kepala Bappenas RI, Prof. Bambang didampingi oleh Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur, Wakil Bupati Lembata Thomas Ola, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lembata Yohanes de Rosari, Anggota komisi II DPRD Lembata Petrus Gero. Dalam sambutan Bpati Lembata Eliaser Yentji Sunur, memaparkan secara singkat RPJMD dan letak geografis kabupaten Lembata dalam rapat terbuka bersama para kepala desa sekabupaten Lembata di hadapan manteri PPN/Kepala Bappenas.

Menteri PPN/Bappenas Prof. Bambang Brojonegoro, SE,M.UP.Ph.D dalam arahan singkatnya, mengatakan walupun tidak secara menyeluruh saya melihat kabupaten ini, akan tetpi saya dapat mengambarkan sedikit masalah yang sedang dihadapi oleh kabupaten ini. Untuk itu Prof. Bambang red, menekankan pada beberapa poin penting yang perlu kita bersama perhatikan dan kita jalankan. Pertama yang menjadi diproritas masalah di Kabupaten Lembata adalah kemiskinan, kedua masalah kesehatan, ketiga potensi wisata.

Untuk masalah kemiskinan ini banyak sekali pengaruhnya dalam pembangunan di kabupaten ini, kita harus mampu keluar dan mengurangi angka kemiskinan diatas 25-20% saja kita sudah mampu membangun kabupaten ini. Untuk kesehatan ini yang perlu kita perhatikan adalah masalah stanting yang menjadi isu yang serius dan masalah naisional, tidak hanya masalah stanting saja akan tetepi gagal ginjal juga menjadi masalah yang dihadapi oleh masyarakat di Kabupaten Lembata ini, untuk dapat mengurangi dan mengatasi masalah ini dapat kita gunakan dana desa”, katanya.

Dengan mengunakan dana desa untuk pembangunan infrastruktur di desa yang pertama kelayakan posyandu, memonitor anak yang baru lahir dan dibawah lima tahun.  Sumber air minum yang ada di desa apakah higenis atau tidak untuk mengatasi hal tersebut dapat gunakan dana desa yang 75%nya untuk pembanguan infrsateuktur di desa yang menuju kesejateraan masyarakat desa kita sendiri. Dengan kita mengatasi masalah kesehatan maka dengan sendirinya masalah kemiskinan akan teratasi, tandasnya.

Bicara Pontensi Kabupaten Lembata memiliki potensi yang luar biasa khususnya di periwisata pantai, untuk  pariwisata sendiri memiliki dua  skala besar dan kecil.  Kita tahu bahwa yang menjadi sasaran prioritas/stages wisatawan local dan macanegara adalah Labuan bajo.  Untuk itu lembata juga bisa menjadi prioritas wisatawan apabila kita masuk dalam kesatuan kawasan wisata Labuan bajo, dengan bekerja sama dengan pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, sehingga tidak terlihat Kabupaten Lembata berjalan sendiri. Pro. Bambang juga berpesan kepada para kepala desa yang hadir dalam rapat terbuka ini, agar desa – desa yang memiliki kawasan pariwisata dapat mengembangkannya. Dengan membangun homestay, di kawasan wisata atau tinggal di rumah masyarakat desa, sehingga para wisatawan yang datang berkunjung melihat langsung kehidupan masyarakat di desa, tandasnya.

Sebelum Menteri PPN/Bappenas beranjak meninggalkan Kabupaten Lembata, sempat memberikan cinderamata kepada Bupati Sunur begitupun sebalinya Bupati Lembata memberikan cinderamata hasil karya putra dan putri Kabupaten Lembata yaitu Pledang (perahu) yang digunakan nelayan di Desa Lamalera menangkap ikan paus secara tardisonal. Ini merupakan tradisi yang diwariskan oleh leluhur masyarakat Kabupaten Lembata memberikan kenang-kenang kepada siapa saja pejabat negara yang datang berkunjung ke kabupaten ini. (YanVQ/ Tim Kominfo/Pariwara)

No comment for Gunakan Dana Desa Bangun Infrastruktur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.