Menu Click to open Menus
Home » NASIONAL » Gubah Empat Lagu untuk Harnus; Gerady: Inilah Persembahan Lembata untuk NKRI

Gubah Empat Lagu untuk Harnus; Gerady: Inilah Persembahan Lembata untuk NKRI

(1741 Views) December 13, 2016 3:27 pm | Published by | No comment

Tampak Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan (mengepalkan tangan ke atas) didampingi Gerady Tukan.

LEWOLEBA, aksiterkini.comTak cuma Kasdam IX/Udayana, Stefanu Tri Mulyono, Gubernur NTT, Frans Lebu Raya dan Danrem 161/Wira Sakti Kupang, Heri Wiranto, yang berdecak kagum. Dua menteri kabinet Joko Widodo pun terkesima. Menko Maritim, Luhut Binsar Pandjaitan dan Mendagri Tjahyo Kumolo dibikin terperangah. Harnus Lembata 2016 mempersembahkan empat lagu baru, mars dan hymne.

Empat lagu yang baru pertama kali dinyanyikan di hadapan ribuan pendengar itu adalah Mars Nusantrara, Mars Nawacita, Hymne Nusantara dan Parade Harmoni Nusantara. Keempat lagu itu khusus diciptakan untuk dinyanyikan pada puncak perayaan Hari Nusantara di Lembata, Selasa (13/12/2016). Penciptanya adalah putra Lembata, Gerady Tukan, SPd, MSi.

Dosen Fakultas MIPA dan Program Studi Kimia FKIP Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang itu, langsung terjun melatih 500 siswa SLTA se-Kota Lewoleba untuk menyanyikan keempat lagu tersebut. Ditambah lagi, dengan 20-an lagu lainnya yang sudah populer, termasuk sebuah lagu batak yang khusus dipersembahkan bagi Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan.

Lagu-lagu gubahannya diseting dalam tujuh suara. Dilatih secara intens. Pun, kolaborasi berbagai jenis alat musik, organ, gitar, pianika, tempurung kelapa hingga botol bir. Para pemainnya, mulai anak SD hingga orang dewasa.

Hujan yang mengguyur Kota Lewoleba, termasuk lokasi puncak perayaan Harnus 2016, seolah tak mampu kemeriahan acara dengan tampilnya paduan suara Salvator, yang langsung dipimpin Gerady Tukan. Ribuan undangan yang hadir benar-benar tersihir. Mereka seolah digelandang menjelajah Indonesia oleh Gerady dan paduan suara Salvator.

Ina Djara, presenter TVRI Kupang seolah tak kuasa menyembunyikan kekagumannya pada PS Salvator. Komentar-komentarnyya tatkala menyiarkan secara langsung perayaan Harnus memperlihatkan, betapa ia sungguh terpesona pada penampilan Gerady Tukan dan PS Salvator.

Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan dan Mendagri Tjahjo Kumolo rela bangkit dari kursi VVIP menyambangi paduan suara Salvator, dan berdiri satu podium bersama sang pencipta lagu, Gerady Tukan.

Gerady pun tak kuasa menyimpan kepuasannya. Dia mengungkapkan bahwa dirinya menciptakan lagu Mars Nusantara ini agar seluruh dunia tahu bahwa Indonesia memang benar-benar negara maritim terbesar di dunia. “Inilah persembahan Lembata untuk NKRI lewat lagu Mars Nusantara,” tandasnya.

Diakui bahwa empat lagu yang digubahnya –Mars Nusantrara, Mars Nawacita, Hymne Nusantara dan Parade Harmoni Nusantara—khusus untuk dinyanyikan pada puncak perayaan Hari Nusantara di Lembata.

Gerady Tukan sungguh berharap agar Presiden Joko Widodo melalui rekomendasi dan telaahan Menko Maritim Luhut Pandjaitan dan Mendagri Tjahyo Kumolo agar menetapkan lagu Mars Nusantara ciptaannya menjadi lagu mars wajib di Hari Nusantara.

Paduan Suara Salvator

Hari Nusantara, kini, sudah menjadi agenda rutin untuk dirayakan setiap tahun. Ini berawal dari Deklarasi Djuanda yang dicetuskan pada tanggal 13 Desember 1957 oleh Perdana Menteri Indonesia, saat itu, Djuanda Kartawidjaya.

“Deklarasi Djoeanda tersebut menyatakan kepada dunia bahwa laut Indonesia di antara dan di dalam kepulauan Indonesia menjadi satu kesatuan wilayah NKRI. Laut bukan pemisah. Tetapi laut adalah penyatu NKRI,” tandas Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan, saat membuka peringatan puncak Harnus 2016.

Setelah konsepsi negara kepulauan dapat diterima dan ditetapkan dalam konvensi hukum laut internasional (United Nations Convention On The Law of The Sea, UNCLOS) oleh PBB tahun 1982, deklarasi ini dipertegas kembali dalam Undang-Undang Nomor: 17 Tahun 1985 tentang Pengesahan UNCLOS 1982 bahwa Indonesia adalah negara kepulauan.

Adanya Deklarasi Djuanda tersebut, luas wilayah Republik Indonesia menjadi 2,5 kali lipat dari luas sebelumnya, yaitu dari 2.027.087 km² menjadi 5.193.250 km².

Dari situlah, tanggal 13 Desember 1999 dicanangkan sebagai “Hari Nusantara”. Dua tahun kemudian, pada tanggal 11 Desember 2001, Presiden RI Megawati Soekarnoputri, melalui Surat Keputusan Presiden Nomor 126 Tahun 2001, menetapkan bahwa tanggal 13 Desember sebagai ”Hari Nusantara”, dan resmi dinyatakan sebagai hari perayaan nasional yang diperingati setiap tahun.

“Juga, bertujuan untuk mengubah stigma Bangsa Indonesia mengenai ruang hidup dari darat menjadi laut, menjadikan bidang kelautan dan pariwisata sebagai arus utama pembangunan nasional, serta mempercepat pembangunan infrastruktur daerah,” ungkap Luhut Pandjaitan.

Asal tahu saja, empat tujuan Hari Nusantara adalah pertama, merubah mindset bangsa Indonesia mengenai ruang hidup dan ruang juang dari matra darat menjadi matra laut (matra darat dan matra laut berimbang). Kedua, menjadikan bidang kelautan sebagai arus utama (mainstream) pembangunan nasional. Ketiga, menghasilkan model pembangunan terintegrasi bagi kepulauan terluar dan/atau terpencil. Keempat, mewujudkan Indonesia menjadi negara maritim yang mampu mengelola potensi sumber daya alam laut untuk kesejahteraan masyarakat dan disegani dunia.

Dalam catatan sejarah Hari Nusantara, sejak dideklarasikan oleh Djuanda, pelaksanaan Hari Nusantara di Indonesia berturut-turut Balikpapan Kota, Balikpapan, Kalimantan Timur tahun 2010, Kota Dumai, Riau tahun 2011, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, tahun 2012, Kota Poleh Djua Palu, Sulawesi Tengah tahun 2013, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan 2014 dan Kota Banda Aceh, Aceh tahun 2015.

Untuk Peringatan Hari Nusantara 2016, Selasa, 13 Desember 2016, diselenggarakan di Kabupaten Lembata NTT, dengan “Tata Kelola Potensi Maritim Nusantara yang Baik Menuju Poros Maritim Dunia”. Dan, pada puncak perayaan inilah, anak tanah Lepan Batan, Gerady Tukan mempersembahkan Mars Nusantrara, Mars Nawacita, Hymne Nusantara dan Parade Harmoni Nusantara yang dinyanyikan PS Salvator, dan dirinya bertindak sebagai dirigen. Menakjubkan! (fredywahon/sandrowangak)

Topik:
News: ,

No comment for Gubah Empat Lagu untuk Harnus; Gerady: Inilah Persembahan Lembata untuk NKRI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.