Menu Click to open Menus
Home » BUDAYA » Gandeng LAP Timoris, Paroki Kristus Raja Wangatoa Gelar Sosialisasi BPJS Kesehatan

Gandeng LAP Timoris, Paroki Kristus Raja Wangatoa Gelar Sosialisasi BPJS Kesehatan

(220 Views) July 17, 2018 3:44 pm | Published by | No comment

LEWOLEBA, aksiterkini.com – Paroki Kristus Raja Wangatoa terus berusaha menjalin kemitraan dengan berbagai pihak agar senantiasa menampakan wajah gereja dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Selasa (17/7/2018), Dewan Pastoral Kristus Raja (DPP PKRW) Wangatoa menggelar sosialisasi tentang program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama seksi Keadilan, Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan Tuhan DPP PKRW dengan Lembaga Advokasi dan Penelitian (LAP) Timoris atas dukungan dari Friedrich Ebert Stiftung – Jerman. Selain umat Paroki Kristus Raja Wangatoa, juga hadir peserta dari Gereja Protestan Solavide dan Gereja Bethel Rock Ministry Wangatoa, serta umat muslim dari Mesjid Nur Salam Wangatoa.

Ketua DPP PKRW, Karel Kumbala, ketika membuka kegiatan, mengaku baru tahu kalau Pemda Lembata juga menganggarkan dana hingga Rp 9 miliar setiap tahun untuk membiayai peserta BPJS Kesehatan. “Kami 100 persen warga gereja, juga 100 persen warga negara Indonesia. Sehingga kami pandang penting untuk mensosialisasi BPJS Kesehatan kepada umat yang juga rakyat. Sehingga target pemerintah agar 1 Januari 2019, semua rakyat sudah jadi peserta BPJS Kesehatan, termasuk kami di Wangatoa, baik umat katolik, protestan dan muslim, bisa tercapai,” ujarnya.

Materi sosialisasi disampaikan oleh kepala seksi Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan Lembata, Didakus Lamawuran, SKep. Dia memaparkan bahwa secara angka, progress kepesertaan BPJS Lembata sudah sangat menggembirakan. “Bahkan, baru-baru ini bapak Wakil Bupati Lembata menerima penghargaan dari BPJS karena sudah peserta BPJS Kesehatan di Lembata sudah hampir 100 persen. Tinggal 4.000 orang saja yang belum menjadi peserta BPJS,” jelasnya.

Lamawuran menguraikan bahwa 60-an ribu lebih peserta BPJS di Lembata dibiayai oleh pemerintah pusat. Sedangkan, pemerintah kabupaten Lembata membiayai 30-an ribu peserta BPJS. “Hanya saja, data yang dipakai untuk menetapkan penerima kartu BPJS atau KIS itu yang kurang pas. Mulanya, data yang dipakai bersumber dari BPS (Badan Pusat Statistik-red). Perlu dicarikan jalan keluarnya agar penerima manfaat adalah orang yang tepat,” ungkap Lamawuran.

Peserta sosialisasi tampak antusias mendengar penjelasan Lamawuran. Saat dialog, mereka mempersoalkan cara kerja BPJS yang terkesan semrawut dan tidak bertanggungjawab mendistribusikan kartu BPJS kepada masyarakat. “Saya punya kartu BPJS, dan saya hanya bayar 8 bulan. Saya kira saya menunggak selama dua tahun, padahal sudah diambil alih pemerintah. Tapi karena tidak tahu, maka saya bayar biaya rumah sakit sendiri. Setelah saya cek ke BPJS, ternyata saya sudah dibayar oleh pemerintah,” ujar seorang ibu peserta sosialisasi tentang pengalamannya.

Ada juga yang mengeluhkan bahwa penerima kartu BPJS yang mestinya diterima orang miskin tapi nyatanya orang mampu juga terima. “Ini yang saya bilang, data yang digunakan belum valid,” tandas Lamawuran.

Para peserta mengharapkan agar apa yang disampaikan dalam sosialisasi bisa diperjuangkan dan dibenahi kedepannya. Lamawuran juga senada, sembari berharap agar LAP Timoris dapat memfasilitasi pertemuan lintas sektor guna memvalidasi data kepesertaan BPJS.(fre)

No comment for Gandeng LAP Timoris, Paroki Kristus Raja Wangatoa Gelar Sosialisasi BPJS Kesehatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.