Menu Click to open Menus
Home » GELIAT DESA » Gandeng Kemenlu Jerman, Plan Lembata Serukan Ketangguhan Pulau

Gandeng Kemenlu Jerman, Plan Lembata Serukan Ketangguhan Pulau

(822 Views) July 20, 2016 1:51 pm | Published by | No comment
Plan Lembata

Project Manager Plan Lembata, Muhamad Thamrin sedang memaparkan materi Program Ketangguhan Pulau.

LEWOLEBA, aksiterkini.com – Pulau Lembata merupakan salah satu pulau di kepulauan Flores yang syarat ancaman bencana. Betapa tidak, kisah tragis bencana Waiteba, kekeringan dan gagal panen, rusaknya tatanan hidrologi air, tata kelola pembangunan yang tidak mengintegrasikan perspektif dissassters risk reduction atau pengurangan resiko bencana, merupakan deretan ancaman bencana yang mesti ditangani serius dengan membangun Pulau Yang Tangguh Menghadapi Bencana Melalui Program Ketangguhan Pulau (Resilient Island).

Karena itu,  Plan International Indonesia Program Area Lembata bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri Jerman menginisiasi program ketangguhan pulau yang akan diimplmentasikan di Kabupaten Lembata dan Nagekeo.

Hal ini diungkapkan Project Manager Muhamad Thamrin di hadapan 94 peserta yang mengikuti kegiatan Louncing Program Ketangguhan Pulau di Hotel Palem, Lewoleba, Lembata, Rabu (20/7).

Projek ini, demikian Thamrin, mencakup sembilan (9) kecamatan dan 141 desa dan 7 kelurahan, dengan jumlah penduduk 129.482 terdiri dari 60.679 jiwa laki-laki dan 68.803 jiwa perempuan.

Program Ketangguhan Pulau (Resilient Island) berfokus pada upaya mengurangi risiko bencana dan iklim di wilayah pesisir di Pulau Flores. Proyek ini menyasar masyarakat, sekolah-sekolah, dan terutama proyek ini menjadikan anak sebagai sasaran subyek program. Proyek yang berdurasi 18 bulan (Mei 2016-Oktober 2017) ini akan diselenggarakan di Kabupaten Lembata dan Nagekeo.

“Di Lembata, projek ini akan mendampingi 5 Kecamatan (Ile Ape, Ile Ape Timur, Lebatukan, Omesuri dan Buyasuri), di 10 desa sebagai desa pilot yaitu Jontona, Lamawolo, Lamagute, Napasabok, Amakaka, Hadakewa, Wailolong, Mampir, Lewohung, dan Bareng,” kata Muhammad Thamrin, Project Manager Resilient Island.

Selain itu, sambung dia, “Kami juga akan menjadikan 10 Sekolah di 5 Kecamatan tersebut sebagai sekolah pilot yakni MIS Lewohung, SDI Tokojaeng, SDI Mulewaq, SDK Baopukang, SDI Bareng, SMP Swasta Ile Lewotolok, SDI Wailolong, SMP Swasta Sinar Swasembada, SDK Atawatung, dan SDK Mawa.”

Dalam pelaksanaan program ini, Plan International Indonesia menggandeng  LSM lokal di Lembata yakni Yayasan Bina Sejahtera (YBS). Tujuan umum proyek ini adalah meningkatkan kesiapsiagaan sekolah, masyarakat, dan pihak pemangku kepentingan dengan memadukan prinsip-prinsip dan nilai-nilai penting seperti perlindungan anak, gender, dan inklusi disabilitas.

“Kami berharap, kami dapat membangun Komitment bersama Pemerintah baik di tingkat kabupaten, kecamatan dan desa untuk menyukseskan program ketangguhan pulau (Resilient Island) di Lembata ini, “ ujar Erlina Dangu, Deputy Program Area Manager Plan Internasional Area Lembata. Untuk menyukseskan agar proyek ini bisa berjalan dengan baik dan mendapatkan dukungan semua pihak terutama pemerintah perlu diadakah penyamaan persepsi dan kesepahaman tentang program Ketangguhan Pulau atau Resilient Island,” ujarnya lagi

Paskalis Tapobali, staf ahli bupati Lembata yang mewakili Bupati Eliazer Yentji Sunur di ajang pembukaan acara sosialisasi dan launcing program mengatakan bahwa program ketangguhan pulau ini sangat baik untuk membangun kesadaran dan pengetahuan masyarakat dan semua stakeholder terkait tentang ancaman bencana dan bagaimana menghadapi bencana sehingga bisa meminimalkan resiko yang terjadi akibat bencana.

Ironisnya, kegiatan yang sangat diapresiasi peserta ini, justeru yang hadir bukanlah para pengambil kebijakan sehingga dikuatirkan sinergis kolaboratif multi pihak akan ketangguhan pulau ini bisa bertepuk sebelah tangan, cetus seorang peserta yang enggan namanya.(mariosca)

No comment for Gandeng Kemenlu Jerman, Plan Lembata Serukan Ketangguhan Pulau

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *