Menu Click to open Menus
Home » NASIONAL » GAMBARAN POTENSI ANCAMAN BENCANA DI LEMBATA (advetorial)

GAMBARAN POTENSI ANCAMAN BENCANA DI LEMBATA (advetorial)

(154 Views) November 26, 2018 8:27 am | Published by | No comment

POKOK-POKOK PIKIRAN SAMBUTAN BUPATI LEMBATA PADA ACARA PENYERAHAN PENGHARGAAN KEPALA BNPB Kepada BUPATI LEMBATA

Tanggal 26 November 2018 Di The Rich Jogja Hotel

Dari 20 jenis ancaman bencana di Indonesia, 17 jenis ancaman bencana ada di Lembata, menyisakan 3 jenis ancaman bencana saja yang beraspek teknologi, yaitu kecelakaan transportasi, kecelakaan industri dan kegagalan teknologi yang tidak sering dan tidak berdampak terhadap pulau Lembata. Sementara ancaman bencana yang beraspek geologi (gempa bumi, tsunami, letusan gunung api dan longsor), beraspek Hodrometeorologi (banjir, kekeringan, angin kencang, gelombang pasang), beraspek biologi (wabah penyakit, hama tanaman/ternak), beraspek lingkungan (kebakaran padang, kerusakan lingkungan, abrasi) dan beraspek sosial (kerusuhan sosial, konflik sosial), merupakan ancaman-ancaman yang pernah,sering dan berdampak terhadap kabupaten Lembata.

Dari 17 Jenis ancaman di Lembata, ada 8 jenis ancaman (gempa bumi, letusan gunung api, abrasi, kebakaran, kekeringan, tsunami, longsor banjir) yang menurut Dr.Eko Teguh Pari Purno (Kang ET) dan tim dari UPN Jogja, dalam dokumen Kajian Resiko Bencana Lembata, merupakan  ancaman yang paling sering dan paling berdampak terjadi di Lembata dengan tingkat kerentanan yang masih tinggi dan tingkat kapasitas yang masih kurang.

Kami mempunyai 4 Gunung Api type A dan 1 Gunung Api type B. Dua Gunung Api type A tersebut berada dilaut dan dalam laut yang pasti memicu Tsunami apabila meletus besar. Seluruh pantai kami berisiko terhadap ancaman Tsunami dan Abrasi pantai serta gelombang pasang, pada hal sebagian besar pemukiman Desa berada di sepanjang pesisir pantai. Gempa Bumi menjadi hal berisiko besar sebab selain sesar-sesar dalam Pulau, dibagian Utara membentang sesar weber dari Alor dan sesar Flores yang punya sejarah Gempa dan Tsunami Flores 1992.

Kekeringan juga menjadi langganan tahunan berkaitan dengan dampak perubahan iklim yang terjadi secara global. Kekeringan ini menimbulkan dampak secara Agronomis maupun Hidrologis. Kekeringan ini juga memicu terjadinya kebakaran-kebakaran padang sebab padang-padang menjadi rentan terbakar. Tetapi ketika musim hujan datang, dengan intesitas yang tinggi, banjir melanda beberapa kawasan pemukiman baik dikota maupun di Desa, memicu juga longsor karena kebanyakan pemukiman berada di lereng-lereng akibat secara geografis Lembata mempunyai kemiringan yang cukup tinggi.

Melihat dari ancaman bencana serta kejadian bencana yang pernah terjadi di Lembata, pilihan kebijakan kami adalah membangun ketangguhan disemua komunitas masyarakat dalam menghadapi bencana, dengan sasaran meningkatnya kewaspadaan dan mitigasi bencana serta pengurangan resiko bencana yang ditandai dengan tersedianya peta rawan bencana, terbentuknya desa/kelurahan tangguh bencana, sekolah aman bencana dan meningkatnya kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana. Kebijakan tersebut dilaksanakan  dalam komitmen (Tagline) #Sahabat Tangguh Bencana, Zero Korban bencana.

Dokumen RPJMD ini kemudian menjadi rujukan yang harus di implementasikan didalam dokumen-dokumen turunannya baik di RKPD, Renstra, Renja SKPD, RPJMDes, RKPDes dan APBDes. Rencana kerja SKPD terkait Pengurangan Risiko Bencana (PRB) dan Adaptasi Perubahan Iklim (API) menjadi dasar program – program terintegrasi dengan lembaga – lembaga terkait lainnya. Sahabat adalah para aktor-aktor relawan bencana yang bekerja untuk mengarusutamakan PRB API yang berasal dari unsur Pemerintah, Ngo, Masyarakat dan Dunia Usaha.

Tangguh adalah Aktor relawan yang kuat dan andal serta memiliki kemampuan untuk mengenali ancaman dan mampu mengorganisasikan sumber daya masyarakat untuk mengurangi kerentanan sekaligus meningkatkan kapasitas demi mengurangi risiko bencana.

Sahabat-sahabat Tangguh di Komunitas terorganisir di dalam Tim Siaga Bencana (TSB) Desa yang saat ini sudah berjumalh 76 TSB Desa dan Tim Siaga Bencana Sekolah (TSBS) yang saat ini sudah berjumlah 38 sekolah, dan akan terus bertambah sebab kami memastikan adanya kebijakan dan penganggaran untuk Desa Tangguh dan Sekolah/Madrasah aman Bencana sampai semua Desa di Kabupaten Lembata minimal menjadi Desa Tangguh Madya selama dalam masa kepemimpinan saya hingga 2022.

Selain itu, Kami memastikan bahwa dengan dukungan UU Desa No.6 Tahun 2014 dan regulasi turunannya baik Permendesa maupun Permendagri dalam kebijakan dan Penganggaran semua Desa di Kabupaten Lembata, terkait Pengurangan Risiko Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim, Desa berkapasitas secara mandiri untuk membangun ketahanan dan ketangguhannya sendiri, didukung oleh Pemerintah Daerah dan Lembaga Non Pemerintah terkait PRB API.

Kami bersyukur bahwa sejak tahun 2012  Forum PRB Kabupaten Lembata yang kami dukung dan melantik pengurusnya menjadi komponen yang kami maknai sebagai bagian dari sahabat Tangguh Bencana, dan merupakan sebuah wadah Indenpenden yang menjadi Rumah Besar bersama, tempat menyatukan berbagai organisasi pemangku kepentingan yang bergerak dan mendukung upaya PRB API di Lembata telah memberikan kontribusi positif dalam kerja bersama PRB API.  Kontribusi positif tersebut dapat diwujudkan dalam hasil kerja bersama dalam hal-hal sebagai berikut :

  1. Pada tahun 2017 terlibat secara aktif bersama dengan Dinas Sos PMD dalam penyusunan buku panduan pembangunan desa untuk pengintegrasian program pengurangan risiko bencana dan adaptasi perubahan iklim berbasis komunitas di Desa.
  2. Mengambil bagian dalam pengintegrasian isu pengurangan risiko bencana dan adaptasi perubahan iklim dalam penyusunan RPJMD Kabupaten Lembata 2017-2022
  3. Mendukung Dinas Sosial PMD Kabupaten Lembata dalam penyusunan Peraturan Bupati Lembata Nomor : 100 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan APBDes Tahun 2018 yang memuat nomenklatur program/kegiatan pengurangan risiko bencana
  4. Berkolaborasi dengan Dinas PKO, BPBD, Dinkes, DLH, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta NGO membentuk sekretariat bersama Satuan Pendidikan Aman Bencana pada Dinas PKO Kabupaten Lembata Tahun 2018.
  5. Mendukung penuh Plan Internasional Indonesia dalam kerja-kerja Pengelolaan risiko bencana, dengan BPBD sebagai leading sektor.
  6. Berparatisipasi dalam aksi nyata berupa :
  • Sinkronisasi penyesuaian RPJMDes dengan RPJMD terkait isu pengurangan risiko bencana dan adaptasi perubahan iklim
  • Mengambil bagian dalam pembentukan dan penguatan Tim Siaga Bencana Desa dan Tim Siaga Bencana Sekolah berupa sosialisasi, simulasi dan pelatihan.
  • Terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan mitigasi PRB/API seperti penghijauan, gerakan menaman air, pengelolaan sampah

Kerja bersama tersebut diharapkan untuk terus dikembangkan di masa mendatang guna mencapai cita-cita bersama yakni “TERWUJUDNYA LEMBATA YANG PRODUKTIF DAN BERDAYA SAING UNTUK KESEJAHTERAAN RAKYAT YANG BERKELANJUTAN”.

Akhirnya perkenankan kami mengucapkan terima kasih untuk dukungan dari BNPB atas semua dukungan selama ini termasuk di anggaran Rehap Rekon. Terima kasih untuk dukungan NGO di Lembata (PLAN Internasional Indonesia, Yayasan Bina  Sejahtera dan CIS Timor), yang juga merupakan anggota Forum PRB Lembata, yang bersama dalam pola koordinasi, interaksi, sinkronisasi dan sinergisitas (KISS), membangun ketangguhan di lembata. Dan penghargaan ini merupakan koleksi KISS untuk ketangguhan di Lembata. Terima kasih Sahabat Tangguh  Zero Korban Bencana.

SATU LEMBATA, SATU NTT, SATU INDONESIA, ….AKU LEMBATA

No comment for GAMBARAN POTENSI ANCAMAN BENCANA DI LEMBATA (advetorial)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.